Sempat Dibantah AS, Iran Kini Klaim Aset Rp 214 Triliun Segera Cair
- Media pemerintah Iran melaporkan, rancangan nota kesepahaman dengan Amerika Serikat mencakup pelepasan aset beku senilai 12 miliar dollar AS atau sekitar Rp 214 triliun.
Laporan yang mengutip draf tidak resmi memorandum tersebut langsung dibantah keras oleh Gedung Putih, yang melabeli berita televisi pemerintah Iran awal pekan ini sebagai sebuah rekayasa.
Saling sanggah ini terjadi hanya berselang sehari setelah Presiden AS Donald Trump merilis poin-poin kesepakatan versi Washington untuk mengakhiri perang.
Sebaliknya, elemen-elemen kunci yang dipaparkan Trump tersebut juga ditolak mentah-mentah oleh sumber internal Iran.
Baca juga: Ahmadinejad, Ikon Anti-Israel yang Muncul dalam Skenario AS untuk Iran
Iran klaim dana cair dalam 60 hari
Dikutip dari AFP, Sabtu (30/5/2026), laporan televisi pemerintah menyebutkan, AS telah berjanji untuk memberi Iran akses penuh ke asetnya senilai 12 miliar dollar AS dalam waktu 60 hari.
"Sehingga sumber daya ini dapat ditransfer dan dibelanjakan di bank-bank tujuan yang diinginkan Iran tanpa batasan," bunyi laporan itu.
Dalam penjelasannya sendiri tentang kesepakatan itu, Trump bersikeras bahwa tidak ada uang yang akan ditukar, sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Pernyataan itu dengan cepat dibantah oleh laporan media Iran yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui informasi tersebut.
Baca juga: Iran Beri China-Rusia Hak Istimewa di Selat Hormuz, Dapat Perlakuan Khusus
Awal pekan ini, sebuah sumber mengatakan kepada AFP bahwa kepala bank sentral Iran adalah bagian dari delegasi yang mengunjungi Qatar.
Kunjungan ini untuk membahas masalah dana yang dibekukan dan dibahas dalam MoU sebagai bagian dari kesepakatan akhir.
Laporan televisi pemerintah pada Sabtu juga mengatakan, Teheran akan terus mengelola Selat Hormuz, yang telah diblokade Iran sejak awal perang.
Hal ini berbeda dari klaim Trump yang menyatakan bahwa Iran akan membuka kembali selat tersebut untuk lalu lintas pengiriman tanpa batasan.
AS telah berulang kali menolak rencana Iran mempertahankan kendali atas jalur vital untuk pengiriman energi tersebut.
Baca juga: Pertemuan Rahasia di Gedung Putih Berakhir, Tak Ada Keputusan Final soal Iran
AS siap serang Iran lagi
Sementara, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth menegaskan, AS siap untuk memulai kembali serangan terhadap Iran jika kesepakatan tidak tercapai.
"Kemampuan kami untuk memulai kembali jika diperlukan, kami lebih dari mampu," kata Hegseth di Singapura, dikutip dari Reuters, Sabtu.
"Persediaan kami lebih dari cukup untuk itu, baik di sana maupun di seluruh dunia, jadi kami berada dalam posisi yang sangat baik," tambahnya.
Menurutnya, Presiden Donald Trump sabar dan ingin membuat kesepakatan besar yang memastikan Iran tidak mendapatkan senjata nuklir.
Tag: #sempat #dibantah #iran #kini #klaim #aset #triliun #segera #cair