Trump Redam Kecemasan Netanyahu, Janji Tak Abaikan Nuklir Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan kepada Benjamin Netanyahu bahwa AS tidak akan berdamai dengan Iran tanpa pembongkaran penuh program nuklir Teheran.(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
22:00
24 Mei 2026

Trump Redam Kecemasan Netanyahu, Janji Tak Abaikan Nuklir Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut telah menegaskan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa Washington tidak akan mencapai kesepakatan damai dengan Iran tanpa pembongkaran penuh program nuklir Teheran.

Dalam percakapan telepon pada Sabtu (23/5/2026) malam, Trump mengeklaim akan tetap berpegang pada tuntutan lama AS dalam negosiasi dengan Iran.

“Presiden Trump menegaskan bahwa ia akan tetap teguh dalam negosiasi terkait tuntutan lamanya mengenai pembongkaran program nuklir Iran dan pemindahan seluruh uranium yang diperkaya dari wilayah Iran, dan bahwa ia tidak akan menandatangani kesepakatan final tanpa syarat-syarat tersebut,” kata pejabat yang mengetahui percakapan telepon tersebut, sebagaimana dikutip AFP.

Iran Tembak Jatuh Drone Mata-mata Israel Saat Kesepakatan Damai Hampir Tercapai

Gencatan senjata dan Selat Hormuz

Selat Hormuz saat dilihat dari Satelit Terra milik NASA pada 5 Februari 2025.NASA EARTH OBSERVATORY via AFP Selat Hormuz saat dilihat dari Satelit Terra milik NASA pada 5 Februari 2025.

Menurut laporan The Times of Israel, rincian kesepakatan awal antara AS dan Iran mulai mengemuka dan memicu kekhawatiran di Israel.

Sejumlah laporan menyebut kesepakatan tahap awal akan berfokus pada perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari serta pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pelayaran internasional.

Isu utama terkait program nuklir Iran disebut baru akan dibahas selama periode tersebut.

Dalam rancangan kesepakatan awal itu juga tidak ada kewajiban bagi Iran untuk mengekspor cadangan uranium yang diperkaya tingkat tinggi.

Selain itu, kesepakatan disebut mencakup penghentian pertempuran antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon, namun tanpa kewajiban pelucutan senjata kelompok yang didukung Iran tersebut.

Pejabat senior Israel mengatakan, Washington terus memberi pembaruan kepada Israel mengenai negosiasi memorandum kesepahaman untuk membuka kembali Selat Hormuz dan memulai pembicaraan menuju kesepakatan final atas sejumlah isu yang masih diperselisihkan.

Netanyahu tegaskan kebebasan bertindak bagi Israel

Dalam percakapan tersebut, Netanyahu juga menegaskan, Israel akan mempertahankan kebebasan bertindak terhadap ancaman di berbagai front, termasuk Lebanon.

“Perdana menteri menekankan bahwa Israel akan mempertahankan kebebasan bertindaknya terhadap ancaman di semua arena, termasuk Lebanon, dan Presiden Trump kembali menegaskan dukungannya terhadap prinsip tersebut,” kata pejabat itu.

Netanyahu kemudian dijadwalkan menggelar rapat kabinet keamanan terbatas pada Minggu malam untuk membahas perkembangan kesepakatan AS-Iran yang sedang dirundingkan.

Baca juga: Iran Masih Tunggu Restu Mojtaba Khamenei, Belum Ketok Palu Damai dengan AS

Meski belum memberikan pernyataan publik resmi mengenai kesepakatan tersebut, Netanyahu pada Minggu membagikan gambar buatan AI dirinya bersama Trump di platform X dengan pesan, “Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.”

Kekhawatiran Israel

Sejumlah pejabat Israel dikabarkan khawatir isu program nuklir Iran justru dikesampingkan demi tercapainya gencatan senjata dan pembukaan Selat Hormuz.

Penutupan jalur tersebut sebelumnya mengguncang ekonomi global karena menjadi jalur sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Sumber yang dikutip media Maariv menyebut kekhawatiran utama Israel adalah kesepakatan itu memberi Iran “waktu, uang, dan ketenangan regional, tanpa pembongkaran nyata kemampuan nuklirnya."

Di sisi lain, seorang sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran belum menyetujui penyerahan cadangan uranium yang diperkaya tingkat tinggi dalam kesepakatan awal tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, kemajuan signifikan telah dicapai dalam pembicaraan dengan Iran, meski belum final.

“Saya percaya mungkin akan ada lebih banyak kabar yang keluar sedikit lebih lambat hari ini mengenai [kesepakatan dengan Iran], dan saya akan menyerahkan kepada Presiden Trump untuk membuat pengumuman lebih lanjut,” kata Rubio saat kunjungan diplomatik ke India.

“Tujuan utamanya adalah Iran tidak pernah bisa memiliki senjata nuklir… mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir — setidaknya selama Donald Trump menjadi presiden,” lanjutnya.

Kesepakatan tersebut juga menuai kritik di AS. Senator Republik Ted Cruz mengaku “sangat khawatir” terhadap arah perundingan jika Iran tetap dapat memperkaya uranium dan mempertahankan pengaruh di Selat Hormuz.

Senator Lindsey Graham juga memperingatkan bahwa kesepakatan yang membuat Iran tetap kuat di kawasan akan menjadi “mimpi buruk bagi Israel.”

Baca juga: Daftar Perusahaan Paling Diuntungkan akibat Perang Iran

Tag:  #trump #redam #kecemasan #netanyahu #janji #abaikan #nuklir #iran

KOMENTAR