Trump Ajak Iran Gabung Abraham Accords Usai Perang Berakhir, Satu Aliansi dengan Israel
Baliho Abraham Alliance di Israel yang digagas oleh organisasi nirlaba Coalition for Regional Security.(x.com/SprinterObserve)
09:06
26 Mei 2026

Trump Ajak Iran Gabung Abraham Accords Usai Perang Berakhir, Satu Aliansi dengan Israel

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka peluang agar Iran ikut bergabung dalam Abraham Accords sebagai bagian dari kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Dalam unggahan media sosial pada Senin (25/5/2026), seperti dikutip AFP, Trump mengatakan, penyelesaian konflik Iran seharusnya menjadi “peristiwa yang jauh lebih bersejarah” dengan melibatkan lebih banyak negara Muslim untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Trump juga menyebut negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar, Pakistan, Turkiye, Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, dan Bahrain dalam pembicaraan tersebut.

Baca juga: Nyaris Damai, AS Malah Bombardir Kapal Penebar Ranjau Iran

Trump ingin Iran gabung Abraham Accords

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ingin Iran ikut bergabung dalam pakta Abraham Accords.WIKIMEDIA COMMONS/THE WHITE HOUSE Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ingin Iran ikut bergabung dalam pakta Abraham Accords.

Trump mengatakan, Iran suatu saat dapat ikut bergabung dalam Abraham Accords apabila kesepakatan damai berhasil tercapai.

Selain itu, negara-negara yang diajak berbicara soal kesepakatan damai juga seharusnya ikut menandatangani Abraham Accords setelah upaya besar Amerika Serikat untuk menyelesaikan konflik Iran.

“Setelah semua kerja yang dilakukan Amerika Serikat untuk mencoba menyatukan teka-teki yang sangat rumit ini, seharusnya wajib bagi semua negara ini, setidaknya secara bersamaan, menandatangani Abraham Accords,” tulis Trump.

Ia mengatakan, langkah itu sebaiknya dimulai dari Arab Saudi dan Qatar.

“Itu harus dimulai dengan penandatanganan segera oleh Arab Saudi dan Qatar, dan semua negara lain harus mengikuti. Jika tidak, mereka seharusnya tidak menjadi bagian dari kesepakatan ini karena itu menunjukkan niat yang buruk,” kata Trump.

Saudi dan Pakistan masih punya syarat

Meski demikian, sejumlah negara masih memiliki syarat untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Arab Saudi sebelumnya menegaskan bahwa normalisasi hanya mungkin dilakukan jika ada “jalan yang jelas” menuju solusi dua negara bagi Palestina.

Posisi serupa juga penting bagi Pakistan yang hingga kini belum memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Baca juga: Rencana Netanyahu Bisa Berantakan jika AS Damai dengan Iran, Ini Sebabnya

Abraham Accords sendiri merupakan serangkaian kesepakatan diplomatik, ekonomi, dan keamanan yang dimediasi Amerika Serikat pada masa pemerintahan pertama Trump pada 2020.

Kesepakatan itu awalnya melibatkan Israel, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, lalu diikuti Sudan, Maroko, dan Kazakhstan.

Dinilai sulit terwujud

Gagasan Trump memperluas Abraham Accords, termasuk kemungkinan melibatkan Iran, dinilai sulit diwujudkan dalam waktu dekat, menurut laporan South China Morning Post.

Aaron David Miller mengatakan, perluasan kesepakatan itu kecil kemungkinan terjadi karena rivalitas antarnegara di kawasan.

“Menurut saya sangat kecil kemungkinan dalam waktu dekat kita akan melihat perluasan kesepakatan ini,” ujarnya.

Ia menilai Arab Saudi juga belum tentu bersedia bergabung.

“Saudi tidak akan bergabung dengan Abraham Accords. Rivalitas Saudi-Uni Emirat Arab menghalangi itu,” kata Miller.

“Apa keuntungan bagi negara-negara Teluk untuk menormalisasi hubungan dengan Israel?” lanjutnya.

Miller juga mengungkapkan bahwa Trump pernah menyampaikan gagasan serupa setelah kesepakatan Oktober 2025 antara Israel dan Hamas untuk mengakhiri perang di Gaza.

Di tengah dorongan Trump tersebut, negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung.

Trump mengatakan, pembicaraan dengan Iran “berjalan dengan baik”, namun pihak Iran memperingatkan bahwa kesepakatan belum dekat untuk tercapai.

Baca juga: Negosiasi Mandek Lagi, AS dan Iran Masih Berselisih soal Ini

Tag:  #trump #ajak #iran #gabung #abraham #accords #usai #perang #berakhir #satu #aliansi #dengan #israel

KOMENTAR