Presiden Iran Minta Akses Internet Dibuka Kembali
- Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah mengeluarkan perintah untuk membuka kembali akses internet internasional, Senin (25/5/2026).
Perintah ini mengakhiri pemadaman internet selama hampir 90 hari menyusul perang melawan AS dan Israel.
Laporan tersebut mengutip kepala hubungan masyarakat di Kementerian Komunikasi Iran yang ditayangkan oleh media pemerintah Iran, dikutip dari Reuters, Senin.
Namun, belum ada mekanisme bagaimana dan kapan Iran akan terhubung kembali ke jaringan global setelah keputusan tersebut.
Baca juga: Iran Disebut Ingin Bebaskan Rp 427 T Aset Beku dalam Kesepakatan dengan AS
Hanya sedikit warga yang bisa akses ke VPN
Menurut lembaga pengawas internet NetBlocks pada Senin, sebagian besar warga Iran tidak dapat mengakses internet selama 87 hari.
Hanya sedikit warga yang memiliki akses ke VPN mahal dan canggih untuk bisa melewati pembatasan tersebut.
Awalnya, pihak berwenang memberlakukan pemadaman internet mulai 8 Januari sebagai respons terhadap protes anti-pemerintah di seluruh negeri.
Baca juga: Hacker Pro-Iran Bobol Jaringan Transportasi AS, Curi 700 GB Data
Koneksi internet kemudian secara bertahap kembali normal pada Februari, sebelum pemadaman baru dimulai menyusul dimulainya serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Dalam keadaan normal, akses ke internet masih sangat dibatasi melalui sensor terhadap banyak situs.
Sementara, pihak berwenang semakin mengandalkan intranet untuk menyediakan layanan terhubung tanpa bergantung pada World Wide Web, terutama untuk sekolah yang saat ini mengikuti kurikulum daring.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Sebut Israel Sedang Mendekati Hari-hari Terakhirnya
Warga Iran skeptis
Namun, dua warga Teheran mengatakan mereka tidak melihat peningkatan konektivitas yang signifikan, seperti dikutip dari The Wall Street Journal, Selasa (26/5/2026).
Meskipun beberapa pembatasan mungkin akan dilonggarkan, salah seorang warga Teheran mengaku banyak hal akan tetap dibatasi.
"Kehidupan di Iran tidak akan lagi seperti sebelum perang," kata warga yang enggan disebutkan namanya itu.
Para analis menilai, pengumuman presiden tersebut tampaknya menandakan perebutan kekuasaan dengan kelompok garis keras yang menolak pembukaan kembali internet.
Baca juga: Trump Sebut Iran Setuju Serahkan Uranium ke AS untuk Dihancurkan
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, yang mencakup Pezeshkian dan komandan Korps Garda Revolusi Islam konservatif, mempertahankan otoritas akhir atas masalah keamanan, termasuk pembatasan internet.
"Pezeshkian bukanlah pengambil keputusan utama,” kata Mehdi Yahyanejad, anggota dewan NetFreedom Pioneers, sebuah organisasi nirlaba teknologi yang berbasis di California yang fokus pada Iran.
“Dia mencoba menciptakan suasana bahwa (pembukaan kembali) akan terjadi setelah kesepakatan damai dengan AS tercapai," sambungnya.
Tag: #presiden #iran #minta #akses #internet #dibuka #kembali