AS-Iran Jual-Beli Serangan Lagi, Situasi Kian Tak Terkendali
- Ketegangan di Timur Tengah kembali pecah setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran saling melancarkan serangan pada Senin (1/6/2026), menyusul mandeknya negosiasi antara kedua pihak.
Teheran secara tegas menyatakan, kesepakatan damai apa pun baru bisa tercapai jika mencakup penghentian peningkatan serangan Israel ke Lebanon.
Hingga saat ini, pembicaraan tidak langsung yang berlangsung selama berminggu-minggu dan diwarnai ancaman keras serta gelombang serangan udara, masih gagal mencapai kesepakatan.
Baca juga: Iran Balas Serang Pangkalan AS, Kesepakatan Damai Kian Jauh
Dampaknya, perang belum dapat diakhiri dan Selat Hormuz—yang menjadi jalur pelayaran utama minyak dan gas Teluk—belum bisa dibuka kembali.
AS-Iran saling balas serangan
Halaman depan koran Jam Jam di Teheran, Iran, menampilkan gambar kartun Presiden Amerika Serikat Donald Trump tenggelam di Selat Hormuz, dengan judul Jurang Laut pada 13 April 2026.Baku tembak terbaru dipicu oleh eskalasi militer dari kedua pihak dalam beberapa waktu terakhir:
Militer AS menyatakan "serangan bela diri" terhadap situs radar dan kendali drone Iran selama akhir pekan lalu.
Ini merupakan gelombang ketiga dalam sepekan terakhir, sebagai respons atas jatuhnya drone MQ-1 milik AS.
Tak lama kemudian, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan kepada media pemerintah bahwa mereka menargetkan pangkalan udara yang digunakan militer AS sebagai asal serangan tersebut.
Meski IRGC tidak menyebutkan lokasi pangkalan itu, militer Kuwait mengonfirmasi bahwa pertahanan udara mereka mencegat serangan rudal dan drone dari "musuh".
Baca juga: Bukan AS atau Iran, Turkiye Justru Bisa Jadi Pemenang Perang Timur Tengah
Lebanon jadi syarat mutlak Iran
Tangkapan layar dari video militer Israel memperlihatkan, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menghancurkan infrastruktur Hizbullah di Lebanon pada 27 April 2026, di tengah masa gencatan senjata kedua kubu.Eskalasi AS-Iran ini bertepatan dengan perluasan serangan Israel ke Lebanon. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah merangsek lebih dalam, menginstruksikan militernya menyerang target di distrik selatan Beirut.
AS sendiri mendukung operasi Israel melawan Hizbullah di Lebanon, sembari tetap mencoba mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang yang pecah sejak akhir Februari 2026.
Kesepakatan yang diincar Washington meliputi pembukaan kembali Selat Hormuz dan kontrol terhadap program nuklir Iran.
Namun, Iran belum membuka kembali negosiasi nuklir dan menuntut Israel menghentikan agresi di Lebanon.
Kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf melalui akun X miliknya menyatakan, blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan Iran serta eskalasi di Lebanon, "Bukti jelas ketidakpatuhan AS terhadap gencatan senjata."
Hal senada disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei dalam konferensi pers mingguan.
"Kami tahu kapan perlu bertindak dalam masalah nuklir. Belum ada negosiasi yang dilakukan mengenai detail berkas nuklir. Pada tahap ini, prioritas kami adalah mengakhiri perang," ujarnya, dikutip dari AFP.
"Kami bersikeras bahwa gencatan senjata di Lebanon adalah syarat penting untuk setiap kesepakatan yang bertujuan mengakhiri perang. Amerika Serikat juga melanggar gencatan senjata, termasuk pagi ini," tambahnya.
Baca juga: Iran Punya Kartu As Baru, Israel dan AS Waspada?
Di sisi lain, gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah di Lebanon yang secara resmi dimulai sejak 17 April nyatanya tidak pernah dipatuhi. Kedua pihak saling melempar tuduhan pelanggaran.
Israel bahkan melakukan serangan darat ke Lebanon selatan dan mengibarkan benderanya di atas kastil abad pertengahan, Benteng Beaufort, yang dulu menjadi pangkalan mereka saat pendudukan tahun 1980-an dan 1990-an.
Merespons situasi yang kian tak terkendali, sumber diplomatik menyampaikan kepada AFP bahwa Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan darurat hari ini untuk membahas meluasnya serangan Israel.
Baca juga: 3 Pabrik Gas Utama Iran Telah Pulih, Kirim Sinyal Ketahanan Ekonomi
Tag: #iran #jual #beli #serangan #lagi #situasi #kian #terkendali