Iran Setop Sementara Perundingan dengan AS, Salahkan Israel
Warga mengibarkan bendera Iran dalam kampanye mendukung Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei di Teheran, 29 April 2026.(AFP)
07:10
2 Juni 2026

Iran Setop Sementara Perundingan dengan AS, Salahkan Israel

- Iran menghentikan sementara semua bentuk dialog dan pertukaran teks dengan mediator dalam perundingan perdamaian bersama Amerika Serikat (AS), Senin (1/6/2026).

Langkah ini diambil Teheran dengan alasan invasi militer Israel yang saat ini masih terus dilancarkan ke wilayah Lebanon.

Kabar mengenai penghentian proses komunikasi diplomasi ini dilaporkan oleh kantor berita Iran, Tasnim, yang bersumber langsung dari pernyataan tim perunding mereka.

Baca juga: Diplomasi di Tengah Asap Perang AS-Iran

"Mengingat kejahatan berkelanjutan rezim Zionis (Israel) di Lebanon dan mengingat bahwa Lebanon adalah salah satu prasyarat untuk gencatan senjata, dan gencatan senjata ini sekarang dilanggar di semua lini, termasuk Lebanon, tim perunding Iran menangguhkan dialog dan pertukaran teks melalui mediator," lapor Tasnim, dikutip dari AFP.

Sebagai prasyarat mutlak untuk melanjutkan kembali roda perundingan, Iran menuntut penghentian segera semua operasi militer Israel, baik di Jalur Gaza maupun Lebanon.

Selain itu, Teheran juga mendesak penarikan mundur seluruh pasukan Israel dari wilayah-wilayah yang didudukinya di negara tetangga sebelah utaranya itu.

Di sisi lain, situasi di lapangan kian memanas. Militer Israel terpantau merangsek masuk lebih jauh ke Lebanon selatan, menjadi penetrasi terdalam yang pernah mereka lakukan sejak mengakhiri pendudukan di wilayah tersebut pada 2000.

Bahkan, Israel sempat mengeluarkan peringatan kepada penduduk di pinggiran selatan Ibu Kota Beirut untuk segera mengungsi menjelang serangan udara yang akan datang.

Baca juga: AS-Iran Jual-Beli Serangan Lagi, Situasi Kian Tak Terkendali

Perang dikhawatirkan meluas ke jalur perdagangan lain

Baliho tentang Selat Hormuz bertuliskan Selamanya di Tangan Iran dipasang di depan patung Arash Sang Pemanah di Lapangan Vanak, Teheran, saat difoto pada 25 Mei 2026.AFP/ATTA KENARE Baliho tentang Selat Hormuz bertuliskan Selamanya di Tangan Iran dipasang di depan patung Arash Sang Pemanah di Lapangan Vanak, Teheran, saat difoto pada 25 Mei 2026.Eskalasi konflik kini dikhawatirkan merembet ke jalur perdagangan internasional. Tasnim juga melaporkan, Iran bersama para sekutunya menetapkan tekad untuk sepenuhnya memblokade Selat Hormuz dan mengaktifkan front lain, termasuk Selat Bab El Mandeb, yang terletak di pintu masuk Laut Merah.

Sebelumnya, kelompok Houthi asal Yaman yang merupakan sekutu dekat Iran, melancarkan serangkaian serangan terhadap kapal-kapal komersial di selat tersebut dan perairan di sekitarnya.

Aksi ini memaksa kapal-kapal kargo internasional mengambil jalan memutar yang sangat jauh mengelilingi benua Afrika, alih-alih berlayar melewati rute normal di Laut Merah dan Terusan Suez.

Adapun proses mediasi terus diupayakan guna membendung perang yang dipicu oleh serangan AS dan Israel ini, agar tidak cepat menyebar ke seluruh wilayah Timur Tengah.

Dalam hal ini, Pakistan bertindak sebagai mediator utama yang menjembatani pembicaraan intensif antara pihak Washington dan Teheran.

Gencatan senjata berlaku sejak 8 April 2026. Mekanisme tersebut relatif mampu bertahan meskipun sempat diwarnai beberapa insiden sesekali di lapangan.

Kendati demikian, seluruh rangkaian pembicaraan formal mengenai kesepakatan final untuk mengakhiri perang Iran secara total sejauh ini dinilai gagal.

Baca juga: Bukan AS atau Iran, Turkiye Justru Bisa Jadi Pemenang Perang Timur Tengah

Tag:  #iran #setop #sementara #perundingan #dengan #salahkan #israel

KOMENTAR