Malaysia Kutuk Pengibaran Bendera Israel di Masjid Al-Aqsa, Desak PBB Tindak Rezim Zionis
Tindakan pengibaran bendera Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa oleh sejumlah pemukim kembali memicu reaksi internasional.
Malaysia menilai insiden tersebut sebagai bagian dari upaya yang dapat mengubah karakter budaya, sejarah, dan identitas kawasan Yerusalem Timur yang diduduki.
Pemerintah Malaysia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional untuk mengambil langkah konkret serta memastikan adanya pertanggungjawaban atas tindakan yang dinilai melanggar hukum internasional.
Malaysia Kecam Insiden di Kompleks Al-Aqsa
Ilustrasi Bendera Malaysia (Shutterstock).Kementerian Luar Negeri Malaysia mengutuk keras penyerbuan terbaru yang dilakukan sejumlah pemukim ke kompleks Masjid Al-Aqsa dengan pengawalan aparat keamanan Israel.
Pengibaran bendera Israel di area masjid tersebut dinilai sebagai tindakan provokatif yang berpotensi memperburuk ketegangan di kawasan.
Malaysia menegaskan bahwa segala bentuk upaya yang bertujuan mengubah status, karakter budaya, maupun nilai historis Masjid Al-Aqsa tidak dapat diterima.
"Tindakan terbaru oleh pemukim ilegal dengan dukungan rezim Zionis Israel merupakan upaya untuk mengubah realitas di lapangan serta karakter budaya, sejarah, dan kesucian Masjid Al-Aqsa," demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Malaysia di Kuala Lumpur, dikutip dari Antara, Selasa (2/6/2026).
Menurut Malaysia, tindakan tersebut tidak hanya menyentuh aspek politik, tetapi juga menyangkut sensitivitas keagamaan umat Islam di seluruh dunia.
Desak PBB Ambil Langkah Konkret
Pemerintah Malaysia menilai tindakan tersebut bersifat provokatif dan berpotensi memperburuk situasi keamanan di wilayah Palestina.
Kuala Lumpur juga menegaskan bahwa berbagai tindakan yang terjadi di kawasan Yerusalem tidak boleh dibiarkan tanpa respons dari masyarakat internasional.
Malaysia meminta PBB untuk tidak hanya mengeluarkan pernyataan kecaman, tetapi juga mengambil langkah nyata sesuai hukum internasional.
Pemerintah Malaysia mendesak agar pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut dimintai pertanggungjawaban melalui mekanisme internasional yang berlaku.
Tegaskan Dukungan terhadap Palestina
Melalui pernyataan tersebut, Malaysia kembali menegaskan dukungannya terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Kuala Lumpur menyatakan tetap mendukung pembentukan Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat berdasarkan perbatasan sebelum 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur selama ini menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina.
Berdasarkan pengaturan status quo yang berlaku selama puluhan tahun, umat Islam menjalankan ibadah di kompleks tersebut, sementara isu akses dan kunjungan kelompok lain kerap menjadi sumber ketegangan.
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai insiden yang melibatkan pemukim Israel di kawasan Al-Aqsa berulang kali memicu kecaman dari negara-negara Muslim dan organisasi internasional.
Malaysia menegaskan bahwa perdamaian yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui penghormatan terhadap hukum internasional, perlindungan tempat-tempat suci, serta pemenuhan hak-hak rakyat Palestina.
Tag: #malaysia #kutuk #pengibaran #bendera #israel #masjid #aqsa #desak #tindak #rezim #zionis