Demi Orang Dekat, Menhan AS Disebut Halangi Promosi 8 Pewira Senior Militer
- Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth dilaporkan telah memblokir promosi delapan perwira Angkatan Laut yang masuk daftar kenaikan pangkat menjadi laksamana bintang satu.
Kebijakan kontroversial ini memicu gejolak internal di Pentagon dan Kongres AS.
Pejabat dan mantan pejabat senior AS mengungkapkan, delapan perwira yang dibatalkan promosinya itu termasuk dua perwira wanita dan dua perwira kulit hitam.
Dikutip dari The Wall Street Journal, Senin (1/6/2026), Hegseth juga disebut-sebut berupaya mencegah sejumlah laksamana bintang satu untuk mendapatkan bintang kedua mereka.
Langkah ini dinilai tidak biasa dan mengakibatkan pimpinan Angkatan Laut menunda rencana promosi kelompok perwira senior selama berbulan-bulan akibat perdebatan alot.
Baca juga: Drone Canggih AS Ditembak Iran, Washington Balas Hancurkan Radar
Istimewakan lingkaran dalam
Pemeriksaan ketat Hegseth terhadap daftar promosi ini dianggap tidak biasa, serta akan memicu kekhawatiran di Pentagon dan Kongres bahwa Hegseth menempatkan perwira yang mungkin setuju dengan kebijakannya.
Pada saat yang sama, ia mengabaikan perwira lain yang layak.
Beberapa pejabat militer juga secara pribadi mempertanyakan apakah Hegseth menargetkan perwira tertentu karena ras, jenis kelamin, atau keterkaitannya dengan kebijakan keberagaman dan inklusi.
Kepala Pentagon membela pendekatan tersebut, dengan mencatat bahwa para pemimpin sipil diberi wewenang untuk memilih laksamana atau jenderal mana yang akan memberi nasihat kepada mereka tentang masalah militer.
Baca juga: Netanyahu Terus Cari Cara Gagalkan Perdamaian AS-Iran, Diduga Tak Mau Perang Berakhir
Menurut beberapa pejabat, Hegseth bersikeras bahwa pemerintahan sebelumnya mempromosikan perwira-perwira tertentu secara tidak pantas di seluruh militer dan mengabaikan kandidat-kandidat berkualitas lainnya untuk memenuhi kuota keberagaman.
Pejabat pemerintahan Biden menuturkan, promosi militer mereka didasarkan pada prestasi, bukan kuota.
“Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, promosi militer diberikan kepada mereka yang memang pantas mendapatkannya,” kata Juru Bicara Utam Pentagon, Sean Parnell dalam sebuah pernyataan yang diberikan kepada wartawan.
“Departemen tidak akan pernah mempertimbangkan warna kulit atau jenis kelamin seorang anggota militer sebagai faktor dalam promosi. Di bawah Presiden Trump dan Menteri Hegseth, meritokrasi berkuasa penuh di Departemen Perang,” sambungnya.
Baca juga: Polisi Meksiko Temukan Terowongan Bawah Tanah Panjang, Diduga Tembus AS
Bukan kali pertama
Sementara itu, menurut beberapa sumber, Hegseth sedang mendorong promosi Kapten William Francis Jr, seorang anggota Navy SEAL yang saat ini menjabat sebagai asisten militer khususnya.
Francis telah berulang kali diabaikan oleh dewan promosi sebelumnya.
Menurut seorang pejabat yang masih menjabat, Hegseth khawatir Francis tidak dipromosikan karena dia adalah seorang pria kulit putih.
Francis tidak dapat dihubungi segera untuk dimintai komentar.
Baca juga: Diduga Jadi Hadiah Politik Loyalis Trump, AS Bekukan Dana Kompensasi Rp 32 T
Ini bukan kali pertama Hegseth mengangkat anggota lingkaran dalamnya.
Tahun lalu, Hegseth menunjuk Jenderal Christopher LaNeve sebagai ajudan militer seniornya setelah memecat Letnan Jenderal Jennifer Short, yang menjabat posisi tersebut selama pemerintahan sebelumnya.
Ia kemudian menominasikan LaNeve sebagai wakil kepala staf Angkatan Darat setelah menyingkirkan petahana, Jenderal James Mingus.
Kini, LaNeve diperkirakan akan ditunjuk sebagai kepala staf Angkatan Darat.
Hingga kini, Pentagon masih belum merilis daftar pengangkatan menjadi laksamana bintang dua.
Baca juga: Trump Caci Maki Netanyahu soal Serangan ke Beirut, Hubungan AS-Israel Retak?
Halangi promosi dua lusin jenderal sejak menjabat
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth
Sebelumnya, New York Times telah melaporkan keputusan Hegseth. Sejak menjabat, ia telah memblokir atau memecat setidaknya dua lusin laksamana dan jenderal.
Promosi dari kapten menjadi laksamana muda adalah salah satu yang paling kompetitif di Angkatan Laut.
Para perwira dalam daftar awal dipilih oleh dewan laksamana yang diatur oleh "prinsip-prinsip" yang ditetapkan oleh sekretaris dinas.
Prinsip-prinsip tersebut biasanya melarang pengambilan keputusan berdasarkan ras, jenis kelamin, dan faktor-faktor lainnya.
Tidak jelas apakah Hegseth merekomendasikan agar nama-nama perwira angkatan laut tersebut dihapus atau mencopot mereka secara sepihak.
Menurut hukum, rekomendasi seperti itu harus disampaikan kepada presiden secara tertulis.
Baca juga: Bukan AS atau Iran, Turkiye Justru Bisa Jadi Pemenang Perang Timur Tengah
Bias gender pengangkatan perwira tinggi?
Kabar bahwa Hegseth memblokir promosi delapan kapten Angkatan Laut sangat penting karena 22 penunjukan terbaru Pentagon ke pangkat laksamana bintang satu tidak termasuk satu pun wanita.
Ini melanjutkan tren selama setahun terakhir di mana wanita di angkatan laut tidak naik pangkat ke pangkat perwira tinggi.
Terakhir kali Angkatan Laut mempromosikan seorang wanita dari kapten menjadi laksamana muda adalah pada Juni 2025, menurut analisis oleh Task and Purpose, sebuah publikasi yang berfokus pada militer.
Baca juga: Iran Punya Kartu As Baru, Israel dan AS Waspada?
Senator Demokrat terkemuka di Komite Angkatan Bersenjata Senat, Jack Reed menyatakan keprihatinannya tentang campur tangan Hegseth dalam promosi militer selama sidang pada April.
"Saya telah mendengar dari para anggota militer "yang bingung dan terganggu oleh tindakan Anda," ujarnya.
“Itu adalah pengkhianatan terhadap sistem berbasis merit yang menjadi fondasi militer kita. Anda mengikis jajaran perwira senior yang berpengalaman dan berprestasi tinggi di militer, sementara membuat perwira muda bertanya-tanya apakah mereka harus terus mengabdi,” lanjutnya.
Tag: #demi #orang #dekat #menhan #disebut #halangi #promosi #pewira #senior #militer