Meski Dicaci Maki Trump, Netanyahu Sebut AS-Israel Tetap Bersahabat dan Kompak
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat melakukan konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio di Yerusalem, Minggu (16/2/2025). Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal akui negara Palestina. Netanyahu menyebut langkah itu hadiah bagi Hamas dan ancam Palestina tak akan berdiri.(AFP/OHAD ZWIGENBERG)
08:54
4 Juni 2026

Meski Dicaci Maki Trump, Netanyahu Sebut AS-Israel Tetap Bersahabat dan Kompak

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berusaha meredam perselisihan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah muncul laporan mengenai percakapan panas antara keduanya terkait situasi di Lebanon.

Netanyahu pada Rabu (3/6/2026) menegaskan bahwa hubungan Israel dan AS tetap kuat, bahkan menyebut kedua negara masih memiliki tujuan yang sama dalam menghadapi kelompok Hizbullah.

Di sisi lain, Trump mengonfirmasi bahwa dirinya sempat terlibat pertengkaran dengan Netanyahu dalam percakapan telepon pada Senin (1/6/2026).

Baca juga: Trump: Semua Orang Membencimu Netanyahu, Kamu Benar-benar Gila

Dalam wawancara dengan New York Post yang diterbitkan pada Rabu, Trump mengakui dirinya menegur keras Netanyahu karena situasi di Lebanon.

Sementara itu, Netanyahu dalam wawancara dengan stasiun televisi AS CNBC mencoba mengecilkan perselisihan tersebut. 

Netanyahu klaim tetap kompak dengan Trump

Netanyahu menyebut Hizbullah sebagai kelompok yang menjadi ancaman bagi Lebanon dan Israel. Menurutnya, kelompok tersebut merupakan proksi Iran yang menggunakan wilayah Lebanon untuk melancarkan serangan.

“Hizbullah adalah proksi Iran yang menempatkan seluruh warga Lebanon dalam ancaman dan menggunakan Lebanon sebagai pangkalan untuk meluncurkan rudal teror ke kota-kota kami, serta meluncurkan drone pembunuh terhadap warga sipil kami,” kata Netanyahu, seperti dikutip AFP.

Ia menegaskan bahwa upaya melucuti Hizbullah menjadi langkah penting untuk menciptakan perdamaian antara Israel dan Lebanon.

“Jadi jika kita ingin menyelamatkan Lebanon, jika kita ingin mencapai perdamaian Israel-Lebanon, seperti yang saya inginkan, kita harus melucuti Hizbullah dan kita harus mendemiliterisasi Lebanon. Dan saya tahu bahwa ini adalah tujuan yang sama-sama dimiliki oleh presiden (Trump) dan saya, dan itulah yang harus kita lakukan,” ujarnya.

Trump akui marah kepada Netanyahu

Presiden AS Donald Trump.AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS Presiden AS Donald Trump.

Dalam wawancara dengan New York Post, Trump membenarkan adanya percakapan tegang dengan Netanyahu. Ia bahkan mengakui menggunakan kata-kata keras saat menegur Perdana Menteri Israel tersebut.

Ketika ditanya mengenai laporan bahwa dirinya berkata, “Apakah kamu gila? Apa yang kamu lakukan? Saya membantu kamu terhindar dari penjara,” Trump menjawab bahwa hal tersebut benar.

“Saya melakukannya,” kata Trump.

“Saya sedikit terganggu dengan sikapnya yang terus bertengkar dengan Lebanon.”

Baca juga: Netanyahu Bangga Israel Sangat Dicintai di India, Klaim Dapat Dukungan Besar-besaran

Trump juga mengatakan, dirinya menyampaikan kepada Netanyahu, “Bibi, kita harus menghentikan ini.”

Meski mengaku kesal dengan situasi tersebut, Trump tetap menyatakan bahwa hubungannya dengan Netanyahu berjalan baik.

“Kami telah bekerja sama dengan baik... Saya sangat menyukai Bibi,” ujar Trump.

Netanyahu tegaskan hubungan tidak berubah

Netanyahu mengatakan, dirinya dan Trump selalu menemukan cara untuk menyelesaikan perbedaan. Ia menyebut perselisihan yang terjadi hanya sebatas perbedaan taktis.

“Kami memiliki begitu banyak kesepakatan, kami sepakat dalam hal-hal utama,” kata Netanyahu.

“Kami selalu menemukan cara untuk menyelesaikannya, dan kami melakukannya sebagai sahabat yang baik. Kami bisa berbeda pendapat di pagi hari, dan pada sore harinya kami sudah memiliki tindakan bersama,” lanjutnya.

Saat ditanya apakah hubungannya dengan Trump berubah setelah perselisihan tersebut, Netanyahu menjawab, “Tidak.”

“Ini adalah hubungan yang luar biasa, karena dia adalah sahabat terbesar yang pernah dimiliki Israel di Gedung Putih,” ujar Netanyahu.

Ia menambahkan, “Dia menghormati saya. Saya menghormatinya. Kami selalu menemukan cara untuk menyelesaikan perbedaan kami.”

Baca juga: Netanyahu Terus Cari Cara Gagalkan Perdamaian AS-Iran, Diduga Tak Mau Perang Berakhir

Tag:  #meski #dicaci #maki #trump #netanyahu #sebut #israel #tetap #bersahabat #kompak

KOMENTAR