Belajar dari Kisah Boiyen, Ini Hal yang Wajib Dibahas Sebelum Menikah
Boiyen dan Rully Anggi Akbar menggelar pesta pernikahan di ICE BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (15/11/2025).(INSTAGRAM @weddingsfactory.)
23:15
30 Januari 2026

Belajar dari Kisah Boiyen, Ini Hal yang Wajib Dibahas Sebelum Menikah

- Keputusan menikah bukan hanya soal kesiapan perasaan, tetapi juga kesiapan dalam menghadapi perbedaan latar belakang, kebiasaan, dan nilai hidup.

Banyak pasangan baru menyadari adanya perbedaan setelah hidup bersama ketika konflik muncul berulang. Tidak jarang, beberapa pasangan akhirnya bercerai, meskipun usia pernikahan belum genap setahun.

Salah satu kasus perceraian yang sedang ramai adalah antara komedian Boiyen dengan suaminya, Rully Anggi Akbar. Boiyen gugat cerai Rully pada Januari 2026, setelah menikah pada November 2025.

Baca juga: Perjalanan Cinta Boiyen dan Rully, Berujung Gugatan Cerai Usai Dua Bulan Menikah

Belajar dari kisah Boiyen, hal apa saja yang wajib dibahas sebelum menikah?

“Yang harus diketahui dari pasangan sebelum menikah, secara umum, adalah bagaimana pasangan menyikapi perbedaan di ranah pribadi maupun keluarga,” tutur psikolog klinis dari NALA Mindspace, Shierlen Octavia, M.Ps., Psikolog, saat dihubungi pada Kamis (29/1/2026).

Apa saja yang harus dibicarakan sebelum menikah?

Shierlen menerangkan, ada sejumlah hal mendasar tentang pasangan yang perlu diketahui dan dibicarakan sebelum melangkah ke pernikahan.

Fondasi komunikasi dan cara menghadapi konflik

Komedian Boiyen dan suaminya, Rully Anggi Akbar, saat foto prewedding.dok. Instagram @rezaprabowophoto Komedian Boiyen dan suaminya, Rully Anggi Akbar, saat foto prewedding.

Menurut dia, pembahasan paling awal yang perlu dilakukan adalah soal cara berkomunikasi dan menghadapi konflik.

“Ini fondasi untuk topik-topik lain yang lebih sensitif seperti soal keuangan, keluarga, dan ekspektasi pernikahan,” tutur Shierlen.

Tanpa rasa aman dalam komunikasi, diskusi penting justru berisiko menjadi sumber luka baru. Memahami bagaimana pasangan merespons perbedaan pendapat dan emosi marah, bisa menjadi langkah awal.

Pernikahan mempertemukan dua individu dengan pola kebiasaan dan latar belakang yang berbeda.

Tanpa pembicaraan sejak awal, pasangan bukan hanya berpotensi berkonflik, tetapi juga kelelahan, karena konflik yang muncul terasa berulang tanpa solusi.

"Capek menghadapi konfliknya, karena akarnya enggak pernah disentuh sejak awal. Banyak pasangan kaget setelah menikah bukan karena pasangannya berubah, tapi karena perbedaan yang ada enggak pernah dibicarakan,” jelas Shierlen.

Cara bertengkar yang sehat

Sementara itu, dokter spesialis kesehatan jiwa dari Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Leonita Ariesti Putri, Sp.K.J, MSc, menitikberatkan pada cara bertengkar, yang paling sering tidak dibahas sebelum pernikahan.

Komedian Boiyen dan suaminya, Rully Anggi Akbar, dalam acara pernikahannya pada November 2025.dok. Instagram @weddingsfactory Komedian Boiyen dan suaminya, Rully Anggi Akbar, dalam acara pernikahannya pada November 2025.

“Ada cara bertengkar yang sehat, ada yang enggak sehat,” ungkap dia saat diwawancarai secara daring pada Kamis.

Baca juga: Boiyen Gugat Cerai, Kaget Realita Pernikahan atau Salah Pilih Pasangan?

Menurut dr. Leonita, cara bertengkar yang sehat adalah ketika sepasang kekasih bertengkar dan saling adu mulut, tetapi tidak menyerang pribadi masing-masing pasangan.

Mereka tetap fokus pada masalah yang ada karena suami dan istri saling menyadari bahwa mereka berada di sisi yang sama.

“Pasangan dengan komunikasi yang baik bisa punya ketidaksetujuan yang membuat mereka berkonflik, tapi mereka sadar berada di sisi yang sama. Jadi yang diberantemin itu tentang halnya, masalahnya, idenya,” ujar dr. Leonita.

Sebaliknya, cara bertengkar yang tidak sehat adalah ketika konflik berubah menjadi serangan personal. SItuasi ini membuat pasangan seperti berada di kubu yang berlawanan.

“Jadi saling nyerang ke pribadi pasangan masing-masing. Jadi kayak A versus B. Kalau cara bertengkar yang sehat itu AB versus masalahnya,” kata dr. Leonita.

Hal lainnya yang perlu dibahas

Selanjutnya adalah sikap pasangan terhadap uang dan kondisi finansial, serta nilai-nilai tentang keluarga, peran gender, dan pasangan.

“Latar belakang keluarga, seperti kenal dengan anggota keluarga, terutama keluarga inti, juga harus diketahui dari pasangan sebelum menikah,” kata Shierlen.

Kemudian adalah cara pasangan meminta maaf dan memperbaiki kesalahan, respons mereka terhadap stres dan tekanan kerja, serta ekspektasi tentang pernikahan.

Baca juga: Berkaca dari Kisah Boiyen, Kenapa Pasangan yang Baru Menikah Memutuskan Bercerai?

“Setiap poin itu harus diobrolin agar kedua pihak punya gambaran yang realistis tentang menjalani hidup bersama itu seperti apa,” pungkas Shierlen.

Boiyen gugat cerai Rully usai dua bulan menikah

Sebelumnya, komedian yang meroket melalui acara “Pesbukers” ini memulai perjalanan cintanya dengan Rully, seorang dosen tetap di Jakarta, setelah berkenalan melalui Direct Message (DM) Instagram.

Tidak diketahui kapan keduanya benar-benar berpacaran, tetapi sejak perkenalan pada tahun 2023, mereka menjalin komunikasi yang intens sampai janur kuning akhirnya melengkung dua tahun kemudian.

Pernikahan mereka digelar secara hangat, dihadiri oleh keluarga dan sahabat dekat.

Dalam pernikahan tersebut, Rully memberikan mahar berupa uang Rp 110 juta dan emas 15 gram. Boiyen sempat membagikan momen kebersamaan mereka di media sosial.

Baca juga: Rully Digugat Cerai Boiyen, Pacaran Lama Tak Jamin Siap Nikah

Namun, memasuki bulan pertama pernikahan, muncul isu dugaan penipuan investasi yang menyeret nama Rully.

Di tengah isu tersebut, Boiyen kemudian mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa, Tangerang, pada 20 Januari 2026.

Humas PA Tigaraksa, Moh. Sholahuddin, menyampaikan bahwa perkara telah terdaftar. Sidang perdana digelar pada 27 Januari 2026, dengan sidang lanjutan dijadwalkan pada 3 Februari 2026.

Tag:  #belajar #dari #kisah #boiyen #yang #wajib #dibahas #sebelum #menikah

KOMENTAR