Makna di Balik Potong Rambut Setelah Putus Cinta
- Sebagian masyarakat mungkin pernah mengalami putus cinta sampai meninggalkan luka yang mendalam, dan membuat mereka trauma untuk jatuh cinta pada orang baru.
Untuk "membuang sial" alias menghilangkan trauma, banyak yang memutuskan untuk mengganti gaya rambut, entah memotong poni atau mengecatnya dengan warna yang tidak biasa.
Apa alasan yang membuat seseorang sering "bereksperimen" dengan rambut saat kehidupan terasa berantakan setelah putus cinta?
"Rambut kita sangatlah personal. Ia adalah satu dari sedikit aspek tubuh yang dapat menyampaikan gaya, kepribadian, dan identitas kita," ujar psikolog klinis Jaime Zuckerman, dikutip dari Harper's Bazaar Australia, Jumat (20/3/2026).
Baca juga: 7 Tips Kembali Kencan Setelah Putus dari Hubungan Panjang
Makna di balik perubahan gaya rambut
Simbol kelahiran kembali
Menurut dia, perubahan gaya rambut yang drastis maupun tiba-tiba pada masa transisi setelah putus cinta berfungsi layaknya sebuah kelahiran kembali, yang secara simbolis melambangkan fase kehidupan yang baru.
Perombakan gaya rambut dapat menandakan empat kemungkinan reaksi emosional pada manusia, yakni hilangnya kendali diri, bentuk mekanisme penghindaran, hasrat untuk membentuk kembali identitas diri, atau dorongan kuat untuk mencari rasa percaya diri.
Zuckerman mengatakan, manusia pada dasarnya adalah makhluk dengan berbagai kebiasaan tetap yang suka memprediksi kejadian-kejadian di masa depan.
Saat hidup terasa berantakan dan di luar kendali, terkadang seseorang butuh melakukan sesuatu pada fisiknya agar merasa kembali memegang kendali atas dirinya sendiri.
Baca juga: Perasaan Rindu Setelah Putus Ternyata Bukan Buat Mantan, Ini Penjelasan Psikolog
Kepuasan batin yang instan
Kondisi krisis bisa mengarah pada ketergantungan alkohol dan obat-obatan terlarang, gangguan pola makan seperti makan berlebihan atau sengaja menahan lapar, hingga keinginan berbelanja yang tidak terkendali.
Di sisi lain, rambut adalah bagian tubuh yang bisa diubah seketika ketika kamu sangat membutuhkan kepuasan batin secara cepat.
"Rambut adalah sesuatu yang berada dalam kendali langsung kita, sesuatu yang dapat kita akses secara langsung, dan sesuatu yang memberikan hasil yang relatif cepat," jelas Zuckerman.
Baca juga: 5 Perubahan Rambut di Usia 40, dari Menipis hingga Beruban
Ilustrasi mencukurrambut
Jika kamu sedang berupaya untuk menghindari mantan pasangan, atau kondisi yang memicu kecemasan hebat, memangkas dan mewarnai rambut secara spontan terbukti menjadi sarana pengalihan perhatian yang cepat.
Langkah ini juga bisa menjadi pengalihan perhatian yang efektif. Saat orang di sekitar mengomentari penampilan baru, mereka cenderung tidak akan melontarkan pertanyaan sensitif tentang kabar terkini yang berpotensi memicu kesedihan.
Baca juga: 5 Tanda Mantan Masih Memikirkan Kamu
Potong rambut bukan selalu karena sedih
Ketika seseorang berniat untuk mengembalikan jati diri setelah melewati masa peralihan yang berat, mereka kemungkinan akan mengubah penampilan secara perlahan.
Namun, tindakan potong rambut ini tidak melulu menandakan bahwa seseorang baru mengalami sesuatu yang meninggalkan trauma.
Sebab, perubahan gaya rambut mendadak juga bisa menjadi tanda positif untuk mengawali lembaran baru dan benar-benar bisa membuat tampilan seseorang menjadi jauh lebih memukau.
Misalnya, memotong poni bisa saja dimaknai murni sebagai simbol perpindahan tempat tinggal menuju lingkungan yang baru.
Baca juga: Standar Hidup Baru ala Media Sosial dan Bagaimana Menyikapinya?
Ilustrasi potong rambut.
Memotong poni dalam kondisi seperti itu bukan karena merasa sedih atau mencoba kabur dari suatu masalah, melainkan hanya menginginkan penampilan baru yang selaras dengan suasana lingkungan baru yang menginspirasi.
"Terkadang, perubahan pada penampilan kita selama masa sulit atau masa transisi dalam hidup, dapat memberi kita dorongan yang sangat dibutuhkan untuk suasana hati, energi, dan kepercayaan diri," kata Zuckerman.
Baca juga: 12 Gaya Rambut yang Bikin Tampilan Terlihat Tua
Bukan respons trauma
Walaupun perombakan rambut dapat didorong oleh rasa stres, perlu dipahami bahwa stres dan trauma merupakan dua hal yang sangat berbeda.
Stres merupakan emosi yang muncul secara alamiah, sedangkan trauma timbul sebagai akibat dari pengalaman atau peristiwa spesifik yang bisa diidentifikasi.
"Tindakan memotong poni bisa jadi merupakan tindakan yang impulsif, tetapi tindakan itu sendiri biasanya tidak mencirikan respons trauma. Jika hal tersebut tidak menyakitimu, merugikan orang lain, atau memengaruhi hidup secara negatif dengan cara apa pun, lakukanlah," jelas Zuckerman.
"Penampilan atau gaya baru yang segar dapat meningkatkan suasana hati dan meningkatkan rasa percaya diri, yang mungkin saja merupakan hal yang tepat yang kamu butuhkan untuk melewati masa sulit ini," pungkas dia.
Baca juga: Sikap Setiap Zodiak Saat Menghadapi Patah Hati, Taurus Susah Move On