Body Goals yang Sering Dibahas Gen Z, Ini Makna Sebenarnya
Istilah body goals semakin sering muncul di media sosial, terutama di kalangan Gen Z yang akrab dengan konten gaya hidup, olahraga, hingga tren kecantikan digital.
Istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan bentuk tubuh yang dianggap ideal atau ingin dicapai seseorang.
Di media sosial, body goals sering muncul dalam unggahan transformasi tubuh, rutinitas olahraga, menu makan sehat, hingga foto figur publik yang dianggap memiliki proporsi tubuh menarik.
Namun, makna body goals sebenarnya tidak sesederhana sekadar mengejar bentuk tubuh tertentu.
Dalam perkembangannya, istilah ini juga berkaitan dengan cara seseorang memandang tubuhnya sendiri, standar kecantikan yang berkembang di masyarakat, dan pengaruh besar media digital terhadap persepsi tubuh.
Baca juga: Bahasa Tubuh Pasangan yang Menandakan Cintanya Tulus
Body Goals yang Sering Dibahas di Media Sosial
Makna Istilah Body Goals
Secara sederhana, body goals berarti target atau gambaran tubuh yang ingin dicapai seseorang. Target ini bisa berbeda-beda, tergantung preferensi pribadi, gaya hidup, dan tujuan kesehatan.
Ada yang memaknainya sebagai tubuh yang bugar, kuat, dan sehat. Namun ada juga yang mengaitkannya dengan bentuk tubuh tertentu yang sedang populer, seperti tubuh ramping, perut rata, atau proporsi tubuh atletis.
Dalam konteks yang lebih sehat, body goals seharusnya bukan tentang meniru tubuh orang lain, melainkan memahami kondisi tubuh sendiri lalu menetapkan tujuan realistis sesuai kebutuhan tubuh.
Kenapa Body Goals Menjadi Tren
Popularitas body goals tidak lepas dari dominasi media sosial seperti Instagram dan TikTok, yang dipenuhi konten visual.
Foto transformasi tubuh, video olahraga singkat, hingga tren what I eat in a day membuat istilah ini semakin akrab di kalangan anak muda.
Penelitian yang dipublikasikan American Psychological Association menunjukkan bahwa paparan media sosial yang intens dapat memengaruhi cara remaja dan dewasa muda memandang tubuh mereka.
Dalam studi tersebut, peneliti Gary Goldfield menyebut, “Adolescence is a vulnerable period for the development of body image issues,” atau masa remaja merupakan periode yang rentan terhadap munculnya persoalan citra tubuh.
Baca juga: Tips Aman Minum Kopi Saat Puasa agar Tubuh Tetap Bugar
Faktor yang Membentuk Body Goals
Pengaruh Media Sosial
Media sosial membuat standar tubuh tertentu terlihat lebih dominan karena algoritma sering menampilkan konten serupa secara berulang.
Tubuh ideal yang sering muncul akhirnya dianggap sebagai target umum, meski belum tentu realistis untuk semua orang.
Sebuah studi tentang pengguna TikTok di Indonesia menunjukkan bahwa paparan konten visual dapat memengaruhi kepuasan tubuh dan memicu perbandingan sosial, terutama pada pengguna muda.
Standar Kecantikan dan Kesehatan
Standar tubuh ideal selalu berubah mengikuti budaya dan zaman.
Beberapa tahun lalu tubuh sangat kurus dianggap ideal, sementara kini tubuh atletis atau fit lebih sering dijadikan acuan.
Masalahnya, standar tersebut sering kali tidak mempertimbangkan perbedaan genetik, struktur tubuh, hingga kondisi kesehatan masing-masing orang.
Gaya Hidup Sehat
Di sisi positif, tren body goals juga membuat banyak anak muda mulai memperhatikan pola makan, olahraga, dan kualitas hidup.
Namun, tujuan ini tetap perlu diarahkan pada kesehatan, bukan hanya penampilan luar.
Baca juga: Mudik saat Puasa, Atur Asupan Gizi dan Cairan agar Tubuh Tetap Fit
Body goals tak sekadar soal tubuh ideal. Pahami maknanya, pengaruh media sosial, dan cara mencapainya dengan sehat tanpa tekanan.
Cara Mencapai Body Goals Secara Sehat
Menjaga Pola Makan Seimbang
Tubuh yang sehat dibangun dari pola makan yang konsisten, bukan diet ekstrem.
Asupan protein, serat, lemak sehat, dan karbohidrat tetap diperlukan agar tubuh bekerja optimal.
Rutin Berolahraga
Olahraga membantu membentuk kekuatan tubuh, meningkatkan metabolisme, dan menjaga kesehatan mental.
Jenis olahraga tidak harus berat, jalan kaki, yoga, bersepeda, atau latihan kekuatan ringan juga bermanfaat jika dilakukan rutin.
Istirahat yang Cukup
Tidur cukup sering dilupakan padahal sangat berpengaruh pada metabolisme, hormon, dan pemulihan tubuh.
Kurang tidur juga bisa memengaruhi nafsu makan dan energi harian.
Baca juga: Hati-hati Makan Berlebihan Saat Lebaran, Ahli Gizi UI Ungkap Dampaknya untuk Tubuh
Makna Body Goals yang Lebih Sehat
Menerima Bentuk Tubuh Sendiri
Setiap tubuh punya karakteristik berbeda.
Karena itu, body goals yang sehat sebaiknya dimulai dari menerima kondisi tubuh sendiri, bukan terus membandingkan diri dengan orang lain.
Fokus pada Kesehatan Bukan Hanya Penampilan
Ukuran tubuh tidak selalu mencerminkan kondisi kesehatan.
Tubuh yang terlihat ideal belum tentu sehat, begitu juga sebaliknya.
Membangun Gaya Hidup Seimbang
Tujuan tubuh ideal sebaiknya menjadi bagian dari gaya hidup jangka panjang, bukan target instan.
Mengurangi tekanan sosial dari media digital juga penting. Studi dari American Psychological Association menunjukkan bahwa mengurangi penggunaan media sosial hingga 50 persen selama beberapa minggu dapat meningkatkan kepuasan terhadap penampilan tubuh pada remaja dan dewasa muda.
Dengan begitu, body goals paling sehat adalah ketika tubuh terasa kuat, nyaman, dan mendukung aktivitas sehari-hari, bukan sekadar memenuhi standar visual yang sedang tren.