Kenapa Gen Z Lebih Sensitif Soal Perbedaan Usia dalam Hubungan Asmara?
Ilustrasi Gen Z(Dok. Oppo Indonesia)
17:35
25 Maret 2026

Kenapa Gen Z Lebih Sensitif Soal Perbedaan Usia dalam Hubungan Asmara?

– Perbedaan usia dalam hubungan asmara kembali menjadi perbincangan hangat, terutama di kalangan Generasi Z (Gen Z).

Di media sosial, banyak anak muda mempertanyakan apakah hubungan dengan selisih usia tertentu masih dapat dianggap wajar, meskipun secara hukum sah.

Peneliti hubungan dari Kinsey Institute, Justin Lehmiller, mengatakan bahwa stigma terhadap hubungan dengan perbedaan usia sebenarnya bukan hal baru.

Namun, menurutnya, yang berbeda saat ini adalah cara Gen Z mengekspresikan pandangan tersebut.

“Bagi sebagian Gen Z, hubungan dengan perbedaan usia dianggap memiliki potensi eksploitasi karena adanya ketimpangan kekuasaan,” ujarnya, dikutip dari HuffPost, Rabu (25/3/2026).

Baca juga: Alasan Gen Z dan Gen Alpha Punya Kesadaran Emosi yang Tinggi

Pengaruh Media Sosial dan Budaya Pop

Perbincangan soal perbedaan usia dalam hubungan semakin ramai seiring banyaknya contoh dari kalangan selebritas yang menjadi sorotan publik.

Hubungan dengan selisih usia yang cukup jauh kerap menuai kritik, bahkan ketika kedua pihak telah dewasa secara hukum.

Di media sosial, banyak pengguna menilai bahwa hubungan yang legal belum tentu dapat dianggap etis. Dalam diskusi tersebut, istilah seperti “grooming” juga kerap digunakan, meskipun penggunaannya tidak selalu tepat.

Baca juga: Marriage Is Scary: Ketika Pernikahan Terasa Menakutkan bagi Gen Z

Pergeseran Cara Pandang Gen Z

Lehmiller menjelaskan bahwa pada generasi sebelumnya, pasangan dengan perbedaan usia sering mendapat stigma dari kedua belah pihak.

Namun, kini Gen Z cenderung melihat pihak yang lebih muda sebagai korban dalam hubungan tersebut.

“Mereka lebih sering memandang pasangan yang lebih muda sebagai pihak yang rentan dan berpotensi dieksploitasi,” jelasnya.

Di sisi lain, pakar hubungan Gigi Engle mengingatkan bahwa penggunaan istilah seperti “grooming” kerap berlebihan.

“Narasi ini bisa menjadi tidak akurat dan menimbulkan ketakutan yang berlebihan,” ujarnya.

Baca juga: Survei Global Ungkap Pria Gen Z Setuju Istri Harus Taat pada Suami, Apa Kata Pria Indonesia?

Ilustrasi pasangan.Freepik Ilustrasi pasangan.

Faktor Usia dan Pengalaman Hidup

Melansir HuffPost, sejumlah anak muda menilai bahwa perbedaan usia berpengaruh pada kesenjangan pengalaman hidup.

Layla (23) mengatakan bahwa ia merasa sulit menjalin hubungan dengan pasangan yang jauh lebih tua karena perbedaan cara pandang dan pengalaman.

“Mereka memiliki pengalaman hidup yang jauh lebih banyak dan itu membuat hubungan terasa tidak seimbang,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan Mona (21), yang menilai hubungan dengan selisih usia terlalu jauh bisa menjadi tidak nyaman.

Menurutnya, hubungan dengan rentang usia yang terlalu jauh, seperti antara usia 18 dan 25 tahun, dapat menimbulkan ketimpangan.

Baca juga: Tekanan Media Sosial Bikin Gen Z Sulit Bangun Hubungan Sehat

Tidak Semua Setuju

Meski banyak yang kritis terhadap hubungan dengan perbedaan usia, tidak semua Gen Z memiliki pandangan yang sama.

Rei (22) menilai bahwa hubungan dengan selisih usia tidak selalu bermasalah karena faktor kekuasaan tidak hanya ditentukan oleh usia.

“Banyak faktor lain yang bisa memengaruhi dinamika kekuasaan dalam hubungan, bukan hanya usia,” ujarnya.

Pandangan serupa juga diungkapkan Amelia (24), yang menilai bahwa tahap kehidupan lebih penting dibandingkan angka usia.

Baca juga: Sering Dianggap Cinta Padahal Toksik, Psikiater Jelaskan Ciri Hubungan Sehat untuk Gen Z

Pengaruh Pengalaman dan Lingkungan

Sebagian Gen Z juga mengaitkan pandangan mereka dengan pengalaman pribadi, termasuk paparan internet sejak usia muda.

Menurut Amelia, pengalaman tersebut dapat memengaruhi cara pandang terhadap relasi dan batasan dalam hubungan.

Di sisi lain, Lehmiller menegaskan bahwa hubungan dengan perbedaan usia telah lama terjadi dan tidak selalu bermasalah.

“Dalam banyak kasus, hubungan seperti ini justru dapat berjalan dengan seimbang,” ungkapnya.

Baca juga: Sulit Bergaul, Gen Z Mengandalkan AI untuk Ngobrol dengan Teman

Hubungan Dewasa Tetap Bergantung pada Kesepakatan

Terlepas dari perdebatan yang ada, banyak yang sepakat bahwa hubungan tetap bergantung pada kesepakatan kedua belah pihak.

Selama dilakukan secara sadar dan tanpa paksaan, hubungan antara dua orang dewasa pada dasarnya merupakan pilihan pribadi.

Namun, diskusi yang berkembang menunjukkan bahwa Gen Z cenderung lebih kritis dalam menilai dinamika hubungan, terutama yang melibatkan perbedaan usia.

Baca juga: Gambaran Hubungan Libra dengan 12 Zodiak, Siapa yang Paling Cocok?

Tag:  #kenapa #lebih #sensitif #soal #perbedaan #usia #dalam #hubungan #asmara

KOMENTAR