5 Cara Menghadapi Mertua Suka Ikut Campur Tanpa Perlu Drama
- Tidak akur dengan ibu mertua adalah masalah yang sering muncul di sebagian besar keluarga, terutama dengan menantu perempuan. Gesekan bisa bermula dari komentar pasif-agresif, sindiran soal cara mengurus rumah, hingga rentetan nasihat pengasuhan anak yang tidak pernah diminta.
Di Indonesia, budaya komunal dan tingginya rasa sungkan kerap membuat menantu kesulitan untuk membela diri. Terapis pasangan di Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS), Lisa Chen, LMFT, menjelaskan, kecanggungan ini sangat umum terjadi akibat adanya pergeseran peran dalam dinamika keluarga.
“Ini umum terjadi karena ada konflik loyalitas yang melekat. Kamu dan pasangan sedang membentuk unit keluarga baru, dan beberapa orangtua kesulitan dengan hilangnya pengaruh dan kurangnya kendali,” kata Chen, mengutip SELF Magazine, Kamis (26/3/2026).
Lantas, bagaimana cara agar bisa bertahan di tengah situasi yang menguras emosi tersebut, tanpa harus memutus tali silaturahmi keluarga?
Baca juga: Tetapkan 4 Batasan Ini dengan Mertua Saat Lebaran demi Keharmonisan
Cara mengahadapi ibu mertua yang kurang akur
1. Jadikan pasangan sebagai penyambung lidah
Sebelum rasa kesal di dada semakin menumpuk, bicarakan rasa frustrasimu dengan pasangan. Terlebih di Indonesia, menantu yang berhadapan langsung dengan mertua sering kali berujung pada kesalahpahaman.
Terapis pasangan berlisensi di Florida, AS, Nari Jeter, LMFT, menyarankan untuk merancang strategi bersama pasangan terlebih dahulu agar solusinya terasa adil.
Jadikan pasangan sebagai "tameng" atau juru bicara ketika ibu mertua mulai mencampuri urusan rumah tangga terlalu jauh, seperti soal keuangan, kesuburan, atau pola pengasuhan.
Kerja sama ini memberi fondasi tim yang kuat antara kamu dan pasangan, sehingga penolakan atau penjelasan halus datang dari anak kandungnya sendiri, yang cenderung lebih mudah diterima oleh seorang ibu.
Baca juga: Waspadai, 6 Kebiasaan Toxic Mertua yang Diam-diam Merusak Rumah Tangga
2. Terapkan seni mengiyakan
Dalam dinamika kumpul keluarga yang sudah telanjur tegang, sangat mudah untuk merasa tersinggung oleh komentar ibu mertua. Namun, merespons dan mendebat setiap sindirannya hanya akan menguras energimu secara percuma.
“Saya suka mengingatkan klien saya bahwa hanya karena seseorang mengkritik, bukan berarti kamu harus menerimanya,” kata Jeter.
“Bayangkan komentar mereka seperti bola yang dilempar ke arahmu. Jangan menangkapnya,” tambah dia.
Gunakan seni mengiyakan di depan sekadar untuk menghormatinya. Namun, kamu tetap melakukan apa yang selama ini kamu lakukan. Menurut Jeter, ini bukan berarti kamu "kalah", melainkan menolak konflik tanpa harus menciptakan drama perdebatan.
Baca juga: Punya Mertua Menyebalkan? Ini 3 Alasan Tak Perlu Konfrontasi Langsung
Ilustrasi mertua dan menantu.
3. Tetap sopan meski menjaga jarak
Sangat normal jika kamu tidak bisa menjadi sosok sahabat yang akrab bagi ibu mertuamu. Mengharapkan tingkat keintiman yang terlalu tinggi dan harmonis justru bisa memicu kekecewaan jika kenyataannya berbanding terbalik.
Bahkan, menurut Chen dan Jeter, sangatlah normal untuk tidak menjadi sahabat ibu mertua, atau tidak melihat mereka seperti ibumu sendiri.
"Ubah ekspektasimu menjadi netral dan ubah hubunganmu menjadi lebih profesional atau kasual," kata Jeter.
Cukup pastikan kamu selalu bersikap sopan dan ramah saat bertatap muka. Jaga agar topik obrolan tetap ringan, dan hindari menceritakan rahasia pribadimu hanya demi memaksakan sebuah kedekatan.
Hubungan yang ramah antara menantu dan ibu mertua tidak harus hangat atau intim agar berhasil, yang penting bisa dikelola.
Baca juga: Ketika Ibu Mertua Jadi Penopang Terkuat Ibu Bekerja
4. Berhenti berusaha mengubah sifatnya
Salah satu kesalahpahaman umum tentang menghadapi ibu mertua yang sulit adalah harapan akan penyelesaian masalah yang memuaskan secara emosional. Hal ini jarang terjadi dalam dinamika keluarga yang rumit.
Sebaliknya, Chen dan Jeter mengatakan, lebih bermanfaat untuk fokus pada mengelola perilaku tertentu daripada "memperbaiki" sifat ibu mertua.
Sebelum membahas apa pun secara langsung, putuskan bersama pasangan pendekatan mana yang paling masuk akal.
“Tujuannya bukan untuk memperbaiki atau menyenangkan ibu mereka. Tujuannya adalah untuk tetap tenang dan melindungi hubunganmu dengan pasangan,” tegas Chen.
5. Siapkan waktu relaksasi bersama pasangan
Berada di dekat sosok yang memicu stres tentu sangat menguras mental, apalagi setelah acara kumpul keluarga besar seperti Lebaran.
Chen menekankan pentingnya meluangkan waktu bersantai setelah interaksi keluarga usai. Misalnya dengan makan malam berdua dengan pasangan, jalan-jalan santai, atau sekadar bermalas-malasan di kasur.
"Semua ritual kecil ini memberi kesempatan bagi kamu dan pasangan untuk memproses ketegangan dan mencegah terciptanya jurang pemisah di dalam pernikahan kalian akibat campur tangan pihak luar," pungkas dia.
Baca juga: Bahasa Tubuh Pasangan yang Menandakan Cintanya Tulus
Tag: #cara #menghadapi #mertua #suka #ikut #campur #tanpa #perlu #drama