Hasil Skrining di Kota Malang, Puluhan Perempuan Positif Kanker Serviks
Pemeriksaan deteksi dini kanker serviks di Puskesmas Sulfat, Kota Malang pada Senin(20/4/2026).(KOMPAS.com/ PUTU AYU PRATAMA SUGIYO)
14:48
21 April 2026

Hasil Skrining di Kota Malang, Puluhan Perempuan Positif Kanker Serviks

Kanker serviks merupakan kanker yang banyak diderita perempuan Indonesia selain kanker payudara. Pencegahan bisa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan dini. 

Sepanjang tahun 2025, Dinas Kesehatan Malang mencatat sekitar 50 kasus terdeteksi positif kanker serviks pada perempuan. Meski demikian, mayoritas kasus masih berada pada tahap awal (grade 1), sehingga dapat ditangani langsung di puskesmas tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit.

Penanganan dilakukan menggunakan metode cryotherapy (cryo), yang dinilai efektif untuk kondisi stadium dini.

Sebagai langkah pencegahan agar kasus tidak semakin berkembang, Pemerintah Kota Malang kembali menggelar program deteksi dini kanker serviks.

Baca juga: Pentingnya Skrining Dini untuk Mencegah Kanker Serviks

Tahun ini, sebanyak 1.800 perempuan mengikuti skrining yang dilaksanakan serentak di 16 puskesmas.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin tahunan sekaligus bagian dari upaya nasional dalam menekan angka kanker serviks.

“Ini kegiatan rutin yang harus kita lakukan. Kita punya target dan ini juga merupakan tindak lanjut dari program nasional untuk mencegah ibu-ibu terkena kanker serviks,” ujar Wahyu, Senin (20/4/2026).

Wahyu, menyebutkan bahwa program ini terbuka untuk seluruh masyarakat dan tidak dipungut biaya karena didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

“Masyarakat umum bisa mengikuti dengan gratis. Kebetulan hari ini pesertanya ibu-ibu Persit di bawah Rindam, tapi di 16 puskesmas lainnya juga dilakukan serentak untuk warga Kota Malang,” katanya.

Baca juga: Infeksi HPV Bukan Penyakit Menular, tapi Bisa Sebabkan Kanker Serviks

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif mengatakan pemeriksaan dilakukan secara bertahap dengan metode HPV DNA dan IVA selama enam hari, mulai Senin hingga Sabtu.

Peserta yang mengikuti skrining umumnya berada pada rentang usia 29 hingga 40 tahun, dengan sejumlah persyaratan medis sebelum menjalani tes IVA.

Jika ditemukan indikasi kanker, penanganan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan.

Untuk grade 1, pasien dapat ditangani di tiga puskesmas rujukan, yakni Kedungkandang, Ciptomulyo, dan Cisadea.

“Kalau terdeteksi, langkah selanjutnya adalah pemeriksaan lanjutan. Kalau grade 1 bisa ditangani di puskesmas, kalau lebih dari itu dirujuk ke rumah sakit,” terang Husnul.

Baca juga: Deteksi Dini Kanker Serviks Tanpa Cemas dengan Metode Tes HPV Self-Collection

Melalui program skrining massal ini, pemerintah berharap kesadaran perempuan terhadap pentingnya deteksi dini semakin meningkat.

Dengan begitu, kasus kanker serviks dapat ditemukan lebih cepat dan ditangani sebelum berkembang ke tahap yang lebih serius.

“Harapannya melalui skrining awal, perempuan bisa lebih aware dengan kondisi kesehatan. Karena salah satu faktor yang mempengaruhi adalah hygiene sanitasi, lifestyle atau gaya hidup,” pungkas Husnul.

Baca juga: Vaksinasi HPV Anak Jadi Prioritas Demi Eliminasi Kanker Serviks 2030

Tag:  #hasil #skrining #kota #malang #puluhan #perempuan #positif #kanker #serviks

KOMENTAR