Cegah Masalah Penglihatan dengan Memperlambat Pertambahan Mata Minus
Ilustrasi astigmatisma atau mata silinder.(Unsplash)
08:05
29 Maret 2026

Cegah Masalah Penglihatan dengan Memperlambat Pertambahan Mata Minus

Miopia atau rabun jauh semakin menjadi perhatian seiring meningkatnya kasus pada anak usia sekolah, terutama yang tinggal di wilayah perkotaan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa sekitar 53,4 persen anak usia sekolah di kota besar seperti Jakarta mengalami kondisi ini. 

International Myopia Institute mengklasifikasikan miopia tinggi sebagai minus 6 dioptri atau lebih. Kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Miopia, terutama pada tingkat tinggi, berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai gangguan mata serius seperti ablasio retina, glaukoma, katarak, hingga degenerasi makula miopia. 

Bahkan pada miopia ringan sekalipun, risiko gangguan penglihatan di kemudian hari tetap lebih tinggi dibandingkan individu tanpa miopia. Menariknya, penelitian juga menunjukkan bahwa penurunan miopia sebesar 1 dioptri saja sudah dapat membantu menekan risiko komplikasi tersebut.

Baca juga: Mata Minus Tinggi Tingkatkan Risiko Glaukoma, Ini Penjelasan Dokter

Dokter spesialis mata Tri Rahayu dari JEC Eye Hospitals & Clinics menekankan bahwa "periode emas" untuk menangani miopia sangatlah terbatas. Semakin muda seorang anak terkena miopia, semakin besar peluangnya berkembang menjadi miopia tinggi, yang meningkatkan risiko gangguan penglihatan permanen.

“Upaya memperlambat progresivitas miopia sangat diperlukan untuk mencegah risiko komplikasi tersebut,” ujar dr. Tri Rahayu.

Miopia pada anak sering kali ditandai dengan kesulitan melihat objek jauh dengan jelas, sering menyipitkan mata, duduk terlalu dekat dengan layar atau papan tulis, serta keluhan seperti sakit kepala atau mata mudah lelah.

Gejala dan faktor risiko ini penting dikenali karena miopia pada anak kerap berkembang secara bertahap dan baru disadari setelah mulai mengganggu aktivitas belajar sehari-hari.

Baca juga: Solusi Mata Minus pada Anak di Era Digital, Kenali Manfaat Ortho-K

Pilihan penanganan miopia

Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya penanganan dini, pilihan untuk memperlambat progresivitas miopia pun semakin beragam. Saat ini, pendekatan yang tersedia meliputi penggunaan kacamata khusus (lensa manajemen miopia), lensa kontak, hingga terapi obat tetes seperti atropin. 

Essilor® Stellest® Corner di RS Mata Cicendo Bandung.
Dok Essilor Essilor® Stellest® Corner di RS Mata Cicendo Bandung.

Setiap metode memiliki kelebihan dan pertimbangannya masing-masing. Misalnya, sebagian orang tua mungkin merasa lebih nyaman memilih kacamata dibandingkan lensa kontak atau obat tetes, terutama karena kekhawatiran terhadap risiko infeksi atau efek samping.

Dalam beberapa tahun terakhir, inovasi pada lensa kacamata berkembang cukup pesat. Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah teknologi H.A.L.T. (Highly Aspherical Lenslet Target), yang dirancang untuk membantu mengontrol progresivitas miopia pada anak. 

Baca juga: 1 dari 3 Anak di Dunia Alami Rabun Jauh

Teknologi ini bekerja dengan menciptakan distribusi cahaya tertentu di depan retina, yang memberikan sinyal visual untuk membantu memperlambat pemanjangan bola mata, faktor utama dalam perkembangan miopia.

Salah satu contoh produk yang mengadopsi teknologi ini adalah Essilor Stellest. Lensa ini dikembangkan melalui penelitian panjang di bidang manajemen miopia dan telah diuji secara klinis. 

Dalam studi yang tersedia, penggunaan lensa ini secara konsisten, sekitar 12 jam per hari selama dua tahun, dikaitkan dengan perlambatan progresi miopia dibandingkan lensa kacamata biasa (single-vision).

Meski demikian, penting untuk dipahami bahwa tidak ada satu solusi yang cocok untuk semua anak. Pemilihan metode terbaik sebaiknya disesuaikan dengan kondisi mata, usia, serta gaya hidup anak, dan dilakukan melalui konsultasi dengan tenaga profesional kesehatan mata. Pendekatan yang tepat dan konsisten sejak dini menjadi kunci untuk menjaga kesehatan penglihatan anak dalam jangka panjang.

Baca juga: Cara Alami Mengendalikan Mata Minus Menurut Dokter, Termasuk Berjemur

Untuk membantu orangtua mengenali miopia dan pilihan terapinya,  EssilorLuxottica menghadirkan Essilor® Stellest® Corner pertama di Indonesia di Rumah Sakit Mata Nasional Cicendo, Bandung.

Area ini dirancang untuk membantu orang tua memperoleh informasi yang lebih baik, sekaligus mendukung Eye Care Professionals (ECP) dalam membangun diskusi awal yang bermakna dengan pasien mengenai miopia dan pentingnya penanganan sejak dini.

Dr. Susanti, SpM(K), M.Kes, dari RS Mata Nasional Cicendo Bandung, menyambut baik kehadiran Essilor® Stellest® Corner. 

"Kehadiran ruang edukasi seperti ini penting untuk membantu keluarga memahami bahwa miopia pada anak tidak cukup hanya dikoreksi, tetapi juga perlu dideteksi dan ditangani sejak awal agar risiko gangguan penglihatan yang lebih serius di kemudian hari dapat ditekan," katanya.

Baca juga: Kedua Orangtua Pakai Kacamata, Apakah Anak Pasti Alami Mata Minus?

Tag:  #cegah #masalah #penglihatan #dengan #memperlambat #pertambahan #mata #minus

KOMENTAR