Jangan Panik, Ini Alasan Bayi Sering Masukkan Benda ke Mulut
- Melihat bayi sering memasukkan benda apa pun ke mulut kerap membuat cemas. Mulai dari mainan hingga barang kotor, selalu memancing rasa penasaran mereka.
Dokter spesialis anak Joshua Coleman, MD, menuturkan, saat si kecil aktif menggigit barang, kamu patut lega karena ini tahapan tumbuh kembang wajar. Kamu tidak perlu panik karena proses ini dialami mayoritas anak.
“Hampir semua bayi melewati fase memasukkan benda-benda ke dalam mulut mereka, dan ini wajar,” kata dr. Coleman, melansir Cleveland Clinic, Senin (30/3/2026).
Kendati demikian, beberapa bayi cenderung lebih sering melakukan hal tersebut. Menurut dia, sama seperti fase dan tonggak perkembangan lainnya, setiap bayi berbeda-beda.
Baca juga: Ramai Stiker “Jangan Cium dan Pegang Bayi”, Ternyata Ada Alasan Medisnya
Mengapa bayi suka memasukkan benda ke mulut?
Uji rasa (taste test) ini sangat penting untuk anak. Sebab, ini adalah cara instingtual bayi mengenali lingkungan, menenangkan diri, dan mengurangi nyeri tumbuh gigi. Berikut penjelasannya.
Belajar dan eksplorasi
Bayi terdorong untuk mempelajari dunia sekitarnya secara konstan. Memasukkan benda ke mulut adalah metode utama mereka mengumpulkan informasi.
“Bayi terus-menerus menjelajahi dunia, dan salah satu cara mereka melakukannya adalah dengan memasukkan benda-benda ke dalam mulut mereka. Bayimu belajar tentang berbagai rasa dan tekstur dari memasukkan benda ke dalam mulut," papar dr. Coleman.
Baca juga: 7 Cara Menumbuhkan Empati pada Anak, Bisa Dimulai Sejak Bayi
Apa yang dimasukkan ke dalam mulut mungkin terasa pahit, atau keras dan hambar. Akan tetapi, bayi melakukannya bukan untuk mencari makanan lezat. Aktivitas ini murni didorong rasa ingin tahu sensorik.
“Mereka memasukkan benda ke dalam mulut mereka untuk mengumpulkan informasi sensorik tambahan yang membantu mereka belajar," kata dr. Coleman.
Cara alami menenangkan diri
Mengisap memberikan efek tenang secara alamiah. Saat benda seperti dot tidak ada, insting mereka akan mencari alternatif terdekat yang bisa dijangkau.
Dokter Coleman menerangkan, bayi mengisap benda-benda ketika mereka lelah, terlalu terstimulasi, atau memang sekadar ingin menikmatinya.
“Sering kali, mereka menggunakan tangan mereka untuk menenangkan diri, tetapi mereka juga dapat menggunakan mainan atau pakaian. Mereka mungkin mencoba apa pun yang dapat mereka raih," ujar dia.
Baca juga: 3 Tips Hadapi Anak Tantrum Menurut Para Menteri Saat Akses Medsos Dibatasi Pemerintah
Meredakan nyeri tumbuh gigi
Fase tumbuh gigi sering kali tidak nyaman. Ketika gigi menembus gusi, bayi merasakan tekanan kuat sehingga menggigit benda menjadi solusi pereda nyeri.
“Jika bayi mencoba mengunyah atau menggigit benda-benda, mereka mungkin sedang tumbuh gigi. Tawarkan mainan yang bersih dan dingin, atau kain lap, untuk membantu mereka merasa lebih baik" ucap dr. Coleman.
Kapan fase ini berakhir?
Umumnya, momen kelegaan tersebut tercapai saat anak menginjak usia 15 bulan hingga dua tahun.
Kata dr. Coleman, beberapa bayi melewati fase "mencicipi semuanya" ini dengan cepat. Namun, ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama.
Baca juga: Posisi Tidur yang Dianjurkan jika Bayi Sering Gumoh, Hindari Tengkurap
Mengalihkan perhatian bayi
Melarang secara verbal kurang efektif karena bayi belum memahami bahaya. Langkah terbaik adalah sigap mengalihkan fokus mereka ke objek lain yang lebih aman.
“Jika kamu melihat bayimu meraih sesuatu, ambil dengan lembut dan berikan sesuatu yang aman untuk dimasukkan ke mulutnya,” saran Dr. Coleman.
Amankan benda berbahaya
Kebiasaan menggigit sembarangan rawan memicu masalah keselamatan fatal. Pastikan kamu selalu menjauhkan barang berisiko dari area bermain setidaknya, hingga usia tiga tahun. Beberapa barang tersebut di antaranya:
- Benda mungil pemicu tersedak (seukuran lubang tisu toilet).
- Baterai kancing yang sangat fatal bila tertelan.
- Perangkat elektronik seperti ponsel pintar, laptop, dan remot.
- Barang penuh kuman, misalnya sepatu dan mainan hewan peliharaan.
- Minuman panas yang bisa seketika menyebabkan luka bakar serius.
- Mainan magnet yang berpotensi memicu cedera internal serius.
- Produk kimia beracun seperti sabun pembersih, obat, dan vitamin.
Menjelajahi lingkungan merupakan hal alami bagi bayi. Jika kamu cemas terhadap keselamatan tumbuh kembangnya, jangan segan berkonsultasi dengan dokter.
Menurut dr. Coleman, bayi melewati berbagai fase saat mereka tumbuh dan belajar. Itulah mengapa pemeriksaan kesehatan rutin dengan dokter sangat penting.
Baca juga: Bayi Sering Gumoh? Dokter Jelaskan Perbedaan Regurgitasi, GER, dan GERD
Tag: #jangan #panik #alasan #bayi #sering #masukkan #benda #mulut