Benarkah Urutan Lahir Tentukan Karakter Anak? Ini Kata Pakar IPB
Ilustrasi keluarga.(Google Gemini AI)
09:05
31 Maret 2026

Benarkah Urutan Lahir Tentukan Karakter Anak? Ini Kata Pakar IPB

- Mitos urutan kelahiran akan memengaruhi kepribadian anak sudah lama mengakar kuat di masyarakat.

Anak sulung kerap dilabeli dominan dan kuat, anak tengah dianggap lebih bertanggung jawab dan menjadi penengah, sedangkan si bungsu sering dinilai haus perhatian dan kurang bertanggung jawab. Benarkah?

Sains memiliki pandangan berbeda terkait faktor pembentuk karakter dan kecerdasan atau anggota keluarga.

Pakar Genetika Ekologi IPB University Prof Ronny Rachman Noor mengungkapkan, proporsi DNA bawaan dan lingkungan sekitar memiliki andil yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar urutan lahir.

“Berbagai hasil penelitian ini menunjukan bahwa perbedaan kepribadian anak sulung, anak tengah, anak bungsu, ataupun anak tunggal lebih banyak dipengaruhi oleh peluang perangkat genetik (blue print) dari kedua orangtua,” ucap dia, mengutip situs web resmi IPB University, Senin (30/3/2026).

Baca juga: Anak Bungsu Bisa Jadi Generasi Sandwich karena Dianggap Belum Punya Tanggungan

Validitas teori psikologi masa lampau

Pemahaman masyarakat selama ini banyak dipengaruhi oleh gagasan awal abad ke-20 milik psikiater asal Austria, Alfred Adler.

Adler mencoba mengaitkan urutan lahir dengan kecenderungan sifat bawaan. Menurut Ronny, teori ini sebenarnya punya dasar jika ditinjau dari sisi pola asuh.

“Secara garis besar, teori Adler ini menyatakan bahwa anak sulung cenderung mengembangkan rasa tanggung jawab yang kuat, anak tengah cenderung menginginkan perhatian, dan anak bungsu cenderung memiliki rasa petualangan dan pemberontakan,” ucap dia.

Sifat anak berdasarkan teori Adler

Anak sulung

Secara rinci, si sulung kerap digambarkan sebagai pemimpin yang berprestasi, bertanggung jawab, serta lebih matang. Namun, mereka juga rentan didera "sindrom anak sulung" atau perasaan tersisih ketika adik lahir.

Baca juga: Jangan Asal Bersikap, Pola Asuh Orangtua Pengaruhi Hubungan Kakak Adik

Ilustrasi kakak adik.Google Gemini AI Ilustrasi kakak adik.

Anak tengah

Sementara itu, anak tengah sering memosisikan diri sebagai mediator konflik antar-saudara. Lantaran kerap berada di bawah bayang-bayang kakak tertua, mereka terdorong mencari perhatian di luar rumah.

Kondisi ini membentuk mereka menjadi individu yang mandiri, pandai bergaul, mudah beradaptasi, kompetitif, sekaligus rentan kurang percaya diri, pencemburu, dan punya sisi pemberontak.

Baca juga: Sulit Bergaul, Gen Z Mengandalkan AI untuk Ngobrol dengan Teman

Anak bungsu

Adapun anak bungsu kerap tumbuh menjadi sosok yang ramah, berjiwa bebas, suka bersenang-senang, serta berani mengambil risiko karena senantiasa diperlakukan seperti anak kecil.

Di sisi lain, mereka juga rentan menjadi egois, manipulatif, kurang dewasa, dan memiliki tingkat ketergantungan tinggi.

Bagaimana dengan anak tunggal?

Ilustrasi anak dan orangtuaDok. Freepik/Freepik Ilustrasi anak dan orangtua

Menariknya, kepribadian anak tunggal dinilai memiliki kemiripan dengan anak pertama karena menerima limpahan kasih sayang penuh tanpa terbagi. Mereka cenderung matang, rajin, perfeksionis, peka, mandiri, dan imajinatif.

Baca juga: 5 Hal yang Bikin Kepribadian Lebih Karismatik

Faktor pola asuh keluarga

Meski rincian karakter tersebut terdengar familier, hal itu bukanlah murni hasil dari urutan kelahiran. Perbedaan sifat lahir dari cara orangtua mendidik dan membagi porsi perhatian.

"Perkembangan anak sulung tentunya tidak terlepas dari porsi perhatian orangtua. Anak sulung biasanya lebih banyak mendapatkan perhatian dibandingkan dengan anak yang lahir berikutnya karena kedua orangtua baru pertama kali mendapatkan anak," ucap Ronny.

Dinamika pemberian kasih sayang inilah yang memicu kecenderungan sifat spesifik, bukan semata karena urutan lahirnya.

"Perbedaan perhatian dan pola asuh orangtua pada anak yang berpengaruh pada perkembangan kepribadian anak, bukan ditentukan oleh urutan kelahirannya," lanjut Ronny.

Baca juga: 10 Sifat Zodiak Capricorn yang Kadang Disalahpahami Orang Lain

Perpaduan DNA dan lingkungan

Secara biologis, fondasi utama kepribadian seorang anak dipengaruhi oleh DNA sebesar 50 persen. Sifat bawaan ini kemudian akan dipengaruhi oleh faktor lingkungan tempat anak dibesarkan.

Ilustrasi keluarga.Google Gemini AI Ilustrasi keluarga.

"Kepribadian anak yang sudah terbentuk di dalam keluarga dapat mengalami variasi sifat ketika berada pada lingkungan berbeda. Hal ini dikenal dengan pengaruh interaksi antara faktor genetik dan lingkungan (GxL)," papar Ronny.

Baca juga: Genetik Vs Lingkungan, Mana yang Lebih Berperan dalam Membentuk Anak CIBI?

"Secara umum dapat dikatakan sifat dan kepribadian anak sangat dipengaruhi oleh faktor genetik, status sosial keluarga, sumber daya keluarga, faktor kesehatan, gaya pengasuhan, dan variabel lingkungan lainnya," sambung dia.

Ronny menambahkan bahwa jarak usia antar-saudara, jenis kelamin adik-kakak, umur orangtua saat mendidik, hingga jumlah anak dalam keluarga, punya andil yang tak kalah besar memoles karakter.

"Sifat dan kepribadian lebih banyak dipengaruhi oleh faktor genetik, bukan oleh urutan kelahiran, karena berdasarkan berbagai hasil penelitian, faktor genetika telah dibuktikan memainkan peran penting dalam pengembangan sifat-sifat seperti ekstroversi, neurotisme serta keterbukaan," pungkas Ronny.

Baca juga: Benarkah Orangtua Punya Anak Kesayangan? Ini Hasil Penelitiannya

Tag:  #benarkah #urutan #lahir #tentukan #karakter #anak #kata #pakar

KOMENTAR