5 Tanda Pertemanan Toxic yang Bisa Merusak Mental
- Pertemanan seharusnya menjadi hubungan yang saling mendukung dan memberi energi positif. Namun, tidak semua hubungan berjalan sehat. Dalam beberapa kasus, pertemanan justru bisa menjadi sumber stres dan kelelahan emosional.
Psikiater Elisabeth Netherton menjelaskan, hubungan pertemanan yang sehat seharusnya bersifat timbal balik.
“Pada dasarnya, pertemanan yang sehat adalah hubungan yang saling memenuhi kebutuhan kedua belah pihak,” jelasnya, dikutip Prevention, Senin (12/4/2026).
Jika hal tersebut tidak terpenuhi, bisa jadi hubungan tersebut sudah mengarah ke toxic. Berikut beberapa tanda pertemanan toxic yang perlu diwaspadai.
Baca juga: 7 Kebiasaan Toxic yang Diam-diam Merenggut Kebahagiaan
5 Tanda pertemanan toxic
1. Teman tidak pernah tertarik dengan kehidupan kamu
Dalam pertemanan yang sehat, komunikasi berjalan dua arah. Namun, pada hubungan toxic, satu pihak cenderung mendominasi percakapan.
“Teman yang toxic biasanya mendominasi waktu, energi, dan percakapan,” tutur psikolog klinis Shelley Sommerfeldt.
Akibatnya, kamu mungkin merasa tidak didengar atau bahkan diabaikan. Jika setiap pertemuan selalu berpusat pada mereka, ini bisa menjadi tanda bahwa hubungan tersebut tidak sehat.
Baca juga: Mengenal Main Character Syndrom, Salah Satu Ciri Orang Narsis
2. Sering berbohong atau tidak jujur
Kejujuran adalah fondasi penting dalam setiap hubungan, termasuk pertemanan. Ketika seorang teman mulai sering berbohong atau tidak transparan, kepercayaan pun akan terkikis.
“Ketika seseorang berbohong atau tidak jujur, hal ini dapat meningkatkan stres dan kekhawatiran dalam pertemanan,” ujar direktur layanan rawat jalan di Newport Healthcare, Crystal Burwell.
Kondisi ini membuat kamu terus merasa waspada dan tidak nyaman, karena tidak yakin apakah yang disampaikan benar atau tidak.
3. Tidak bisa diandalkan saat dibutuhkan
Teman yang baik seharusnya hadir, baik dalam situasi besar maupun kecil. Namun, Psikolog Forrest Talley menilai, dalam pertemanan toxic, seseorang sering kali tidak menepati janji.
“Mereka mungkin setuju untuk bertemu, tetapi sering tidak datang atau membatalkan di menit terakhir,” ucap dia.
Perilaku ini bisa membuat kamu merasa tidak dihargai. Lama-kelamaan, kepercayaan dan kedekatan dalam hubungan pun akan memudar.
Baca juga: Punya Sahabat yang Baik Bisa Bikin Umur Lebih Panjang
4. Kehadiran mereka justru membuat kamu lelah secara emosional
Psikolog Suraji Wagage mengungkap, salah satu tanda paling jelas dari pertemanan toxic adalah perasaan lelah setelah berinteraksi.
“Kamu mungkin sering merasa sedih, takut, frustrasi, atau marah saat bersama mereka, tetapi mengabaikan perasaan tersebut,”
Alih-alih merasa nyaman, kamu justru merasa tertekan. Ini menjadi indikator kuat bahwa hubungan tersebut tidak sehat.
Baca juga: Naksir Sahabat? Ini Tips Mengubah Pertemanan Jadi Hubungan Asmara
5. Batasan pribadi tidak dihargai
Dalam pertemanan yang sehat, setiap individu memiliki batasan yang dihormati. Namun, dalam hubungan toxic, batasan ini sering dilanggar.
Netherton menegaskan, kurangnya batasan dan rasa percaya merupakan tanda utama hubungan tidak sehat.
Jika kamu merasa tidak bisa menjadi diri sendiri atau harus berjalan di atas kulit telur saat bersama teman, ini adalah sinyal bahaya.
Hal ini dapat membuat kamu kehilangan rasa aman dalam hubungan dan berdampak pada kesehatan mental.
Penting untuk mengevaluasi setiap hubungan dalam hidup. Tidak semua pertemanan harus dipertahankan, terutama jika lebih banyak membawa dampak negatif.
Mengenali tanda-tanda ini dapat membantu kamu mengambil langkah yang tepat, baik dengan memperbaiki hubungan atau menjaga jarak demi kesehatan emosional.
Baca juga: Merasa Hubungan Selalu Bermasalah? Bisa Jadi Kamu yang Toxic