Menyesal Usai Membentak Anak? Ini Cara Memperbaiki Hubungan
Penyebab seseorang sulit move on dari mantan.(Pexels)
11:35
14 April 2026

Menyesal Usai Membentak Anak? Ini Cara Memperbaiki Hubungan

Hampir setiap orangtua pasti pernah kehilangan kesabarannya dan tanpa sadar membentak anak.

Nasihat pembenaran bahwa setiap orang bisa berbuat salah sering gagal menghapus rasa bersalah ketika kita menyadari telah menyakiti sang buah hati.

Menurut psikolog klinis Danu Basu, Psy.D, rasa bersalah ini sangat berbeda dengan perasaan bersalah tanpa dasar, seperti saat kamu terpaksa meninggalkan anak untuk pergi bekerja.

"Rasa bersalah itu lebih seperti versi patah hati," tutur dia dalam tulisannya di Mother.ly, yang disadur pada Selasa (14/4/2026).

Namun, merasa bersalah karena lepas kendali saat marah justru menjadi pertanda baik adanyai kompas moral dan mampu mengakui kekeliruan.

Baca juga: Keseringan Main Gadget Anak Berisiko Alami Virtual Autism

"Adalah hal yang baik dan sehat untuk dapat merasakan rasa bersalah saat itu diperlukan. Namun, itu tentu tidak terasa menyenangkan. Faktanya, jika kita tidak melakukan apa pun tentang rasa bersalah itu, itu dapat menggerogoti kita," sambung Basu.

Langkah memperbaiki keadaan dan hubungan dengan anak

Apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki keadaan?

1. Tenangkan diri sendiri

Saat emosi memuncak, bagian otak yang membantu membuat keputusan secara rasional tidak akan berfungsi maksimal. Kamu harus segera mencari jeda mental.

Kamu bisa pergi ke ruangan lain untuk menenangkan diri terlebih dulu. Jika anak masih terlalu kecil dan tidak bisa ditinggal sendiri, masukkan mereka ke stroller dan ajak jalan-jalan di luar.

Baca juga: 3 Penyebab Kakak Adik Sering Bertengkar, Salah Satunya Sikap Pilih Kasih Orangtua

2. Bantu anak menenangkan diri

Si kecil juga tidak bisa berpikir jernih saat amarahnya meledak. Untuk memperbaiki keadaan, bantu mereka menemukan cara untuk menenangkan diri, tentunya setelah kamu lebih dulu tenang.

Penerapannya bergantung pada usianya, mulai dari pelukan untuk bayi, menamai perasaan untuk balita, hingga memberi ruang privasi bagi remaja.

Baca juga: Kapan Waktu Tepat Mengajarkan Anak Meregulasi Emosi?

Ilustrasi orangtua melibatkan anak konten bareng di media sosial.FREEPIK Ilustrasi orangtua melibatkan anak konten bareng di media sosial.

Apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki hubungan dengan anak?

1. Pastikan semua pihak sudah tenang

Sebelum memulai percakapan dari hati ke hati, pastikan kamu telah menyelesaikan langkah pertama dan kedua dalam tahapan memperbaiki keadaan dengan tuntas.

Orangtua dan anak harus benar-benar berada dalam kondisi emosi yang stabil. Tanpa ketenangan, mustahil bagi kita dan sang buah hati untuk membangun dialog yang bermakna, dan menyelesaikan permasalahan.

Baca juga: 4 Kata Sederhana Membentuk Rasa Tanggung Jawab Remaja

2. Ajak anak berdiskusi

Dekati anak untuk membicarakan kejadian tadi. Namun, ingatlah bahwa mereka berhak menolak jika belum merasa nyaman.

Dengan mengingat dan mengerti akan hal tersebut, Basu menerangkan bahwa itu adalah bentuk bahwa kamu menghormati batasan anak.

"Mungkin kamu salah menilai, dan mereka masih marah dan belum siap untuk melanjutkan ke tahap perbaikan," kata dia.

3. Tunjukkan sentuhan kasih sayang

Sesuaikan bentuk kasih sayang fisik ini dengan kenyamanan dan kebiasaan yang rutin dilakukan bersama anak.

Pelukan hangat, usapan di punggung, atau genggaman tangan, merupakan bentuk afeksi nonverbal yang sangat luar biasa. Gestur sekecil apa pun memiliki kekuatan besar untuk menghilangkan kekakuan yang ada.

"Hal-hal tersebut memiliki kemampuan untuk meluluhkan perasaan negatif seketika saat ditawarkan dengan tulus, dan dapat mengatur percakapanmu dari tempat yang penuh cinta, alih-alih kemarahan atau rasa bersalah," ucap Basu.

Baca juga: Remaja Mudah Stres karena Media Sosial? Psikolog Ungkap Pemicunya

4. Jangan gengsi meminta maaf

Basu mengungkap, sebagian orangtua merasa bahwa meminta maaf akan meruntuhkan otoritasnya. Padahal, memberikan teladan jauh lebih penting.

"Mampu meminta maaf atas kesalahan memang merupakan tanda kekuatan, dan anak bisa belajar dari sikap orangtuanya," tutur dia.

5. Biarkan anak meluapkan emosinya

Selanjutnya adalah berikan kesempatan penuh bagi si kecil untuk menceritakan luka hatinya dan jadilah pendengar yang baik agar emosinya mereda.

Baca juga: Sering Curhat ke Chatbot AI, Waspadai Risiko Ketergantungan Emosional

6. Pahami dan validasi emosi anak

Pahami dan validasi emosi anak. Sampaikan bahwa perasaannya sepenuhnya wajar dirasakan, terlepas dari penilaian pribadimu.

Menurut dia, yang terpenting adalah tindakan orangtua dapat membantu anak merasa baik-baik saja dengan emosi tersebut, bukannya dipendam dan menjadi bom waktu.

"Jika kamu baru dalam proses perbaikan dalam hubungan, pengalaman ini mungkin tampak tidak nyaman pada awalnya. Namun, ingatlah bahwa harga dari perubahan positif hanyalah sedikit ketidaknyamanan. Dan manfaatnya benar-benar sepadan," pungkas Basu.

Baca juga: Psikiater: Rumah adalah Tempat Anak Belajar Tentang Hubungan Sehat

Tag:  #menyesal #usai #membentak #anak #cara #memperbaiki #hubungan

KOMENTAR