AC Milan Kolaps: Kemarahan untuk Furlani, San Siro Rindu Maldini
Penyerang AC Milan, Christopher Nkunku, dan rekan-rekan setimnya bereaksi di akhir laga Serie A Italia antara AC Milan dan Atalanta di Stadion San Siro di Milan pada 10 Mei 2026.(AFP/PIERO CRUCIATTI)
18:44
11 Mei 2026

AC Milan Kolaps: Kemarahan untuk Furlani, San Siro Rindu Maldini

- Nama Paolo Maldini diserukan ketika AC Milan dibabat Atalanta di San Siro. Maldini diminta kembali ketika suporter ingin melihat sang CEO Giorgio Furlani angkat kaki.

Akhir musim 2025-2026 terasa begitu muram bagi AC Milan. Kekalahan 2-3 dari Atalanta pada pekan ke-36 Liga Italia, Minggu (10/5/2026) di Stadion San Siro, menjadi pukulan lanjutan bagi Il Rossoneri (Si Merah-Hitam).

AC Milan racikan Massimiliano Allegri hanya menang dua kali dari delapan laga terakhir.

Posisi AC Milan di zona Liga Champions alias empat besar klasemen Liga Italia pun masih jauh dari kata aman.

Perolehan 67 angka AC Milan kini disamai oleh tim peringkat lima, AS Roma. Rossoneri juga cuma berjarak dua poin dari Como 1907 yang menempati posisi enam.

Baca juga: Allegri Bertanggung Jawab Penuh Usai Skor AC Milan Vs Atalanta 2-3

Kekecewaan bahkan sudah dirasakan pendukung AC Milan sebelum kekalahan dari Atalanta datang.

Jelang laga kontra Atalanta, pendukung AC Milan membuat sebuah koreografi khusus dengan memakai cahaya ponsel. 

Koreografi itu membentuk tulisan "GF Out". Itulah cara pendukung Milan untuk menyatakan ketidakpuasan terhadap sang CEO, Giorgio Furlani.

Giorgio Furlani Diminta Pergi

Furlani dianggap tak becus mengurus tim sejak mengambil kursi CEO dari Ivan Gazidis, salah sosok yang berjasa mengantar Milan meraih scudetto 2021-2022.

Milanisti, sebutan untuk pendukung Milan, pun berang dan membuat petisi online untuk menyingkirkan Giorgio Furlani.

Lebih dari 50.000 orang telah menandatangani petisi tersebut. Ketika situasi manajemen klub dirasa sudah kacau dan tak punta titik refernsi, di situlah penggemar mulai merindukan seorang Paolo Maldini.

Baca juga: Direktur AC Milan Bicara Usai Rossoneri Tumbang Lawan Atalanta

Pada suatu momen, seorang fan yang menonton laga Milan vs Atalanta di San Siro merentangkan jersey Paolo Maldini.

          View this post on Instagram                      

A post shared by Eleonora Minetti (@eleonoraminetti)

Aksi itu mendapatkan sorakan meriah dari publik San Siro. Akan tetapi, tak lama kemudian, petugas keamanan stadion meminta fan menurunkan jersey itu.   

"Benar-benar terasa tidak masuk akal di AC Milan ketika menunjukkan jersey Paolo Maldini dilarang oleh petugas keamanan!"

"Tim sedang kalah 0-2 dari Atalanta, para suporter ingin pemilik klub pergi, sambil meneriakkan nama Maldini yang sebelumnya disingkirkan dari posisinya sebagai direktur umum."

"Dua suporter menunjukkan jersey Maldini di jalur depan area VIP, lalu petugas keamanan segera mengusir mereka," tulis jurnalis Italia, Tancredi Palmeri, di media sosial X pribadinya.

Baca juga: Potensi Revolusi Besar di AC Milan, Allegri dan CEO Terancam Pergi

Paolo Maldini adalah seorang legenda hidup AC Milan. Selama 24 tahun ia membela panji Rossoneri sebagai pemain dan memenangi lima gelar Liga Champions dan tujuh titel Liga Italia.

Maldini juga pernah mengisi jajaran manajemen AC Milan. Perannya sebagai Direktur Teknik krusial dalam keberhasilan Rossoneri menjuarai Liga Italia 2021-2022.

Namun, hanya setahun setelahnya, persisnya Juni 2023, Maldini dipecat oleh AC Milan, tak lama setelah melakukan pertemuan dengan bos besar RedBird, Gery Cardinale.

Aktivitas belanja klub pada 2022-2023 dianggap gagal dan jadi tanggung jawab Maldini. Kelolosan ke semifinal Liga Champions pada musim itu tak menolong eks kapten AC Milan itu.

Sejak Maldini pergi dari posisinya sebagai Direktur Teknik, AC Milan seperti kesulitan mencari kestabilan.

Musim ini, pelatih Massimiliano Allegri lumayan berhasil mengendalikan situasi, mengangkat tim yang musim lalu finis di posisi delapan, menejadi pemburu tiket Liga Champions.

Namun, Allegri melakukannya tanpa keberadaaan seorang striker tulen yang diidamkannya. Sempat melalui 24 laga tanpa kalah, Rossoneri mulai kehabisan bensin di akhir musim.

Manajemen yang tak menghadirkan sokongan maksimal untuk Allegri dinilai penggemar lebih bertanggung jawab terhadap penurunan tim.

Tak heran jika sosok seperti Maldini dirindukan pendukung Milan.

“Perannya sudah berubah, banyak tim tidak lagi memiliki direktur olahraga yang pendapatnya memiliki bobot. Itu adalah figur yang melakukan hal-hal tertentu, tetapi kemudian ada algoritma, yang sangat berpengaruh," ucap eks pemain dan pelatih Milan, Leonardo Araujo.

"Saya tidak punya apa pun yang menentangnya, tetapi saya selalu berpikir bahwa algoritma seharusnya menjadi dukungan bagi keputusan, bukan menjadi keputusan itu sendiri."

"Hal ini sangat penting. Jika Anda memiliki Paolo Maldini di Milan, saya tidak tahu algoritma apa yang bisa memberi tahu saya bahwa lebih baik tidak memilikinya, saya tidak tahu bagaimana mengatakannya," kata Leonardo di Cronache di Spogliatoio

“Bukan bagi saya, itu menyakitkan bagi semua orang. Dia adalah figur yang harus berada di dunia sepak bola dan saya mengatakan ini bukan karena saya berpihak."

"Saya pikir figur yang begitu lengkap, karena dia menjadi direktur dengan sukses di level tertinggi dalam tim tempat dia menghabiskan 30 tahun hidupnya. Tidak ada figur lain yang seperti itu,” ucap Leonardo soal Maldini.

Ekspresi Paolo Maldini dalam laga Liga Italia 2022-2023 antara Empoli vs AC Milan di Stadion Carlo Castellani, 1 Oktober 2022. Pada 6 Juni 2023, AC Milan mengumumkan pemecatan Maldini dari posisi Direktur Teknik tim. Terkini,  Maldini dikabarkan didekati PSG dan timnas Italia.AFP/ALBERTO PIZZOLI Ekspresi Paolo Maldini dalam laga Liga Italia 2022-2023 antara Empoli vs AC Milan di Stadion Carlo Castellani, 1 Oktober 2022. Pada 6 Juni 2023, AC Milan mengumumkan pemecatan Maldini dari posisi Direktur Teknik tim. Terkini, Maldini dikabarkan didekati PSG dan timnas Italia.

Menendang Maldini adalah Kesalahan

Bek legendaris Milan yang pernah berbagi ruang ganti dengan Maldini, Alessandro Costacurta, sepakat dengan Leonardo.

“Bahkan mereka yang tidak mengenalnya tahu bahwa melepas Maldini adalah sebuah kesalahan."

"Sudah jelas di depan mata bahwa banyak pilihan yang salah telah dibuat. Paolo sangat baik pada tahun-tahun itu dalam menciptakan lingkungan tertentu, dan saya yakin dia melakukannya, karena saya tahu betapa pentingnya bagi dia menciptakan dasar bagi ruang ganti yang memberikan energi, hal-hal positif, dan keberanian,” ujar Costacurta dilansir Tuttomercatoweb.

Tag:  #milan #kolaps #kemarahan #untuk #furlani #siro #rindu #maldini

KOMENTAR