Larang Anak Main Gadget? Ahli Imbau Orangtua Juga Harus Konsisten Menjadi Contoh
Ilustrasi anak menggunakan media sosial. (Freepik)
21:35
14 April 2026

Larang Anak Main Gadget? Ahli Imbau Orangtua Juga Harus Konsisten Menjadi Contoh

- Kebiasaan orangtua menggunakan ponsel di depan anak ternyata dapat berdampak besar pada pola perilaku si kecil. 

Terlebih ketika anak dilarang bermain gawai, tetapi orangtua justru tetap menggunakannya, hal ini dapat menimbulkan kebingungan sekaligus penolakan dari anak.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak di FK-KMK UGM/RS Sardjito, Prof. dr. Mei Neni Sitaresmi, Ph.D, Sp.A(K) menegaskan, orangtua memiliki peran penting sebagai panutan dalam penggunaan gawai di rumah.

Baca juga: Keseringan Main Gadget Anak Berisiko Alami Virtual Autism

“Bapak dan ibu itu jadi role model anak. Saya selalu bilang, kalau anak tidak boleh pegang HP, maka bapak dan ibunya juga jangan pegang HP di depan anaknya,” jelas Prof. Mei saat diwawancarai Kompas.com, Sabtu (11/4/2026).

Menurutnya, anak belajar dari apa yang mereka lihat setiap hari. Ketidakkonsistenan aturan dapat membuat anak sulit memahami batasan yang diberikan.

Orangtua sebagai role model anak

Prof. Mei menekankan, perilaku orangtua menjadi contoh utama bagi anak dalam membentuk kebiasaan sehari-hari, termasuk dalam penggunaan gawai.

“Aturan penggunaan gamau ini harus diterapkan di rumah oleh semua anggota, bukan hanya oleh anak,” ujarnya.

Ketika aturan hanya berlaku untuk anak, sementara orangtua tidak menerapkannya, anak cenderung merasa diperlakukan tidak adil. Hal ini bisa memicu reaksi emosional, seperti marah atau membangkang.

Konsistensi dalam menerapkan aturan menjadi kunci agar anak dapat memahami dan mengikuti kebiasaan yang sehat terkait penggunaan gawai.

Hindari main HP di waktu anak makan dan menjelang tidur 

Selain soal konsistensi, Prof. Mei juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas waktu bersama anak, terutama pada momen tertentu seperti makan dan menjelang tidur.

“Apalagi quality time yang bagus untuk orangtua dan anak itu pada waktu makan. Meskipun sudah 2 tahun, tapi tetap tidak boleh pegang gawai ketika makan dan jelang tidur,” kata Prof. Mei.

Baca juga: Bermain dan Tertawa Bersama Anak Tanpa Gadget Bantu Perkuat Hubungan Keluarga

Momen tersebut menjadi kesempatan bagi orangtua dan anak untuk berinteraksi secara langsung tanpa gangguan. 

Kehadiran penuh orangtua sangat dibutuhkan untuk mendukung perkembangan emosional dan sosial anak.

Momen krusial untuk belajar dan beristirahat

Prof. Mei menjelaskan bahwa waktu makan dan sebelum tidur merupakan periode penting bagi anak untuk belajar dan mengembangkan berbagai kemampuan.

“Itu waktu krusial anak belajar, berinteraksi, melatih sensorinya, dan juga beristirahat ketika malam, makanya tidak dianjurkan anak bermain HP,” jelasnya.

Jika waktu-waktu ini terganggu oleh penggunaan gawai, anak dapat kehilangan kesempatan untuk mendapatkan stimulasi yang optimal. 

Selain itu, paparan layar sebelum tidur juga dapat memengaruhi kualitas istirahat anak.

Berikan alternatif aktivitas yang menarik

Untuk mengurangi ketergantungan anak pada gawai, orangtua disarankan untuk menyediakan berbagai alternatif aktivitas yang lebih bermanfaat dan melibatkan interaksi langsung.

“Berilah alternatif permainan atau hal yang menarik lainnya selain gawai. Ketika anak bermain, orangtuanya tetap mendampingi, jangan main HP, nanti wajar kalau anaknya marah,” imbau Prof. Mei.

Pendampingan ini penting agar anak merasa diperhatikan dan mendapatkan pengalaman bermain yang menyenangkan. 

Dengan demikian, anak tidak lagi bergantung pada gawai sebagai satu-satunya sumber hiburan.

Kesadaran dan peran aktif orangtua dalam menciptakan lingkungan yang sehat menjadi kunci dalam mengatur penggunaan gawai pada anak di era digital saat ini.

Baca juga: Cara Mengatasi Anak Tantrum karena Gadget Menurut Psikolog, Jangan Langsung Dimarahi

Tag:  #larang #anak #main #gadget #ahli #imbau #orangtua #juga #harus #konsisten #menjadi #contoh

KOMENTAR