Lirik Lagu Erika oleh OSD HMT ITB yang Berisi Pelecehan Seksual
Penampilan Orkes Semi Dangdut (OSD) Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) Institut Teknologi Bandung (ITB) viral setelah membawakan lagu Erika. Lagu ini dinilai mengandung unsur pelecehan seksual pada perempuan.
Dalam video yang diunggah oleh akun @iPoopBased pada 13 April 2026, tampak puluhan mahasiswa bernyanyi dengan antusias, sementara lirik lagu diproyeksikan secara jelas di layar panggung.
Namun, bukan kehebohan musik dangdut yang menjadi pembicaraan utama, melainkan isi liriknya yang dinilai sarat unsur pelecehan seksual dan objektifikasi perempuan.
Lagu Erika sebenarnya bukan lagu baru. Lagi ini diciptakan puluhan tahun lalu oleh Iwanudin alias Iwan Blow (angkatan 1975) sebagai “lagu kebangsaan” OSD HMT-ITB.
Lagu ini menceritakan kisah seorang mahasiswa Tambang ITB yang tertarik pada seorang janda muda bernama Erika saat kuliah kerja di Surabaya.
Versi rekaman resmi dirilis pada 2020 dalam album Atas Nama Dangdut dan Cinta. Bagian awal lirik terdengar ringan. Namun, bait selanjutnya langsung berubah eksplisit.
Berikut lirik lagu Erika oleh OSD HMT-ITB yang mengandung unsur pelecehan seksual verbal:
Pengalaman tak terlupa, waktu aku mahasiswa
Kecantol di Surabaya, janda muda nama Erika
Erika buka celana, diam – diam main gila
Sambil bawa botol fanta, siapa mau boleh coba
Oh... goyang Erika luar biasa
Oh... lebar pinggulnya hampir sedepa
Bila disenggolanya celana pasti terbuka
Walau sudah janda sempitnya masih terasa
Pagi – pagi Erika mandi, lenggak – lenggok di pinggir kali
Kagetku setengah mati, lihat barang kayak serabi
Oh... goyang Erika luar biasa
Oh... lebar pinggulnya hampir sedepa
Bila disenggolanya celana pasti terbuka
Walau sudah janda sempitnya masih terasa
Oh... goyang Erika luar biasa
Oh... lebar pinggulnya hampir sedepa
Bila disenggolanya celana pasti terbuka
Walau sudah janda sempitnya masih terasa
Ha ha ha ha ... ha hi hi hi hi ... hi anunya kegedean
Ha ha ha ha ... ha hi hi hi hi ... hi itunya kesempitan
Ha ha ha ha ... ha hi hi hi hi ... hi anunya kegedean
Ha ha ha ha ... ha hi hi hi hi ... hi itunya kesempitan
Lirik yang paling kontroversial berbunyi: “Erika buka celana, diam-diam main gila / sambil bawa botol Fanta… siapa mau boleh coba.”
Ada pula deskripsi fisik yang vulgar seperti “pinggulnya lebar pasti terbuka” serta narasi seksual lainnya yang menggambarkan tubuh Erika sebagai objek hiburan.
Dalam penampilan live, mahasiswa menyanyikan bagian-bagian tersebut secara massal dan penuh semangat, seolah-olah itu adalah bagian dari tradisi himpunan yang wajar. Hal inilah yang memicu gelombang kritik keras dari netizen.
Banyak pihak menilai lirik tersebut merupakan bentuk pelecehan seksual verbal yang terang-terangan. Objektifikasi perempuan—menggambarkan seorang perempuan semata-mata dari aspek seksualitas dan ketersediaannya untuk “dicoba” siapa saja—dianggap tidak lagi bisa dibenarkan sebagai “candaan mahasiswa” atau “kreativitas seni”.
Kritik semakin tajam karena lagu ini muncul hanya beberapa hari setelah kasus pelecehan seksual oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI).
Publik bertanya-tanya: mengapa budaya internal himpunan di kampus-kampus bergengsi seperti ITB dan UI masih membiarkan konten yang merendahkan martabat perempuan?
Tag: #lirik #lagu #erika #oleh #yang #berisi #pelecehan #seksual