Kurangi Waktu Anak Bermain Gadget, Ini 5 Aktivitas Penggantinya
Frekuensi penggunaan gawai pada anak semakin meningkat dan dimulai di usia yang dini. Kekhawatiran akan efek dari frekuensi bermain gawai yang terlalu sering pada anak membuat banyak orangtua mencari alternatif aktivitas yang lebih bermanfaat.
Selain untuk mengurangi ketergantungan pada layar, aktivitas pengganti gawai juga penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak di FK-KMK UGM/RS Sardjito, Prof. dr. Mei Neni Sitaresmi, Ph.D, Sp.A(K), menyarankan agar orangtua lebih aktif menghadirkan kegiatan yang melibatkan interaksi langsung, baik secara fisik maupun sosial.
Menurutnya, aktivitas yang tepat tidak hanya menghibur anak, tetapi juga membantu mengasah kemampuan kognitif, sosial, hingga emosional. Berikut beberapa rekomendasi aktivitas yang bisa menjadi pengganti gawai bagi anak.
Baca juga: Keseringan Main Gadget Anak Berisiko Alami Virtual Autism
1. Permainan fisik dan kelompok
Aktivitas fisik yang dilakukan bersama teman sebaya menjadi salah satu pilihan terbaik untuk menggantikan waktu bermain gawai. Permainan ini tidak hanya menyehatkan, tetapi juga melatih keterampilan sosial anak.
"Permainan aktivitas fisik yang juga ada permainan kelompok sangat direkomendasikan, karena permainan kelompok membuat anak belajar menghargai berinteraksi dengan anak lain dan mengikuti aturan,” kata Prof. Mei saat diwawancarai Kompas.com, Sabtu (11/4/2026).
Melalui permainan kelompok, anak belajar bekerja sama, berbagi, dan memahami dinamika sosial di sekitarnya. Hal ini penting untuk membentuk karakter dan kemampuan bersosialisasi sejak dini.
2. Melatih strategi dan empati
Selain interaksi sosial, permainan kelompok juga memberikan manfaat dalam pengembangan kemampuan berpikir anak.
Aktivitas ini dapat melatih anak untuk menyusun strategi sekaligus memahami perasaan orang lain.
“Permainan kelompok juga melatih strategi, menimbulkan empati kepada orang lain dalam kelompok, sehingga kognitif anak juga dilatih,” ujarnya.
Kemampuan ini menjadi fondasi penting dalam perkembangan kognitif dan emosional anak, yang tidak dapat diperoleh secara optimal melalui penggunaan gawai.
3. Storytelling dan membaca buku
Membaca dan mendengarkan cerita menjadi aktivitas yang sangat dianjurkan untuk menggantikan gawai. Orangtua dapat mulai dengan menyediakan buku cerita yang menarik di rumah.
“Selain itu, orangtua bisa kenalkan anak storytelling. Harus disediakan buku cerita di rumah supaya anak bisa membaca,” jelas Prof. Mei.
Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa, tetapi juga memperluas imajinasi dan kreativitas anak. Interaksi saat membaca bersama juga mempererat hubungan antara orangtua dan anak.
4. Menggambar untuk mengasah imajinasi
Menggambar merupakan aktivitas sederhana yang memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak. Melalui kegiatan ini, anak dapat mengekspresikan pikiran dan perasaannya secara bebas.
“Mengajak anak bercerita itu bagus, kemudian sediakan buku gambar yang polos supaya anak bisa menuangkan imajinasinya ke dalam gambar,” imbau Prof. Mei.
Dengan memberikan ruang bagi anak untuk berkreasi, orangtua membantu mengembangkan kemampuan motorik halus sekaligus kreativitas anak.
5. Orangtua bermain peran bersama anak
Bermain peran menjadi salah satu aktivitas yang menyenangkan sekaligus edukatif. Orangtua dapat ikut terlibat untuk menciptakan pengalaman bermain yang lebih interaktif.
“Sambil menggambar atau bercerita, orangtua juga bisa mencoba bermain peran dengan anak,” ujar Prof. Mei.
Melalui bermain peran, anak belajar memahami berbagai situasi, mengembangkan empati, serta meningkatkan kemampuan komunikasi. Aktivitas ini juga memperkuat ikatan emosional antara anak dan orangtua.
Menghadirkan alternatif aktivitas yang beragam menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan anak pada gawai.
Dengan pendampingan yang tepat, anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal di tengah era digital.
Baca juga: Jangan Biarkan Anak Terpapar Gadget Sebelum 2 Tahun, Bisa Ganggu Perkembagan Otak
Tag: #kurangi #waktu #anak #bermain #gadget #aktivitas #penggantinya