Mengenal Hamil Anggur dan Bahayanya bagi Ibu Hamil, Ini Kata Dokter
Ilustrasi ibu hamil. Hukum puasa Ramadan bagi perempuan hamil dan menyusui pada dasarnya tidaklah wajib jika kondisi fisik tidak memungkinkan. Hal ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menegaskan adanya pembebasan kewajiban sementara.(FREEPIK)
18:35
8 Mei 2026

Mengenal Hamil Anggur dan Bahayanya bagi Ibu Hamil, Ini Kata Dokter

– Kehamilan idealnya ditandai dengan berkembangnya embrio secara normal di dalam rahim. 

Dalam beberapa kasus, proses pembuahan tidak berlangsung sebagaimana mestinya sehingga memicu komplikasi serius yang dikenal sebagai hamil anggur atau dalam istilah medis disebut mola hidatidosa.

Meski terdengar asing bagi sebagian masyarakat, kondisi ini perlu dikenali sejak dini karena dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius bagi ibu bila tidak segera ditangani. 

Baca juga: Hidung Bengkak Saat Hamil, Normal atau Perlu Diwaspadai?

Selain mengganggu jalannya kehamilan, hamil anggur juga berpotensi berkembang menjadi kondisi yang lebih berbahaya.

Apa itu hamil anggur?

Dokter Spesialis Obgyn Eka Hospital PIK, dr. Krisantus Desiderius Jebada, Sp.OG dalam Media Meet Up Eka Hospital PIK & Pluit di Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA Dokter Spesialis Obgyn Eka Hospital PIK, dr. Krisantus Desiderius Jebada, Sp.OG dalam Media Meet Up Eka Hospital PIK & Pluit di Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Eka Hospital PIK, dr. Krisantus Desiderius Jebada, Sp.OG menjelaskan, hamil anggur merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang cukup sering ditemukan dalam praktik medis.

“Salah satunya memang yang cukup banyak terjadi yaitu hamil anggur atau secara istilah medisnya itu mola hidatidosa,” kata dia dalam Media Meet Up Eka Hospital PIK & Pluit di Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).

Kondisi ini terjadi akibat adanya kelainan pada proses pembuahan yang menyebabkan janin tidak berkembang secara normal.

Terjadi karena kelainan saat pembuahan

Menurut dr. Krisantus, hamil anggur berawal dari adanya masalah pada sel telur yang dibuahi.

“Hamil anggur terjadi karena telurnya ini hanya telur kosong istilahnya, dia enggak ada materi genetik dari ibunya. Akibatnya sperma yang membuahi telur itu bisa ada 2 sampai 3 sperma,” jelasnya.

Dalam kondisi normal, pembuahan melibatkan satu sel telur dan satu sperma yang masing-masing membawa materi genetik untuk membentuk embrio. 

Namun pada hamil anggur, proses tersebut mengalami gangguan sehingga yang berkembang bukan janin, melainkan jaringan abnormal menyerupai kumpulan gelembung berisi cairan.

Secara medis, hamil anggur terbagi menjadi dua jenis, yakni komplit dan parsial.

“Hamil anggur ini terbagi antara komplit dan parsial. Kalau yang komplit itu harus dibersihkan karena memiliki risiko untuk menjadi suatu penyakit keganasan di kemudian hari,” ujar dr. Krisantus.

Jenis komplit umumnya tidak menghasilkan jaringan janin sama sekali, sedangkan jenis parsial masih dapat membentuk jaringan janin yang tidak berkembang sempurna.

Bisa berkembang menjadi tumor

Salah satu alasan mengapa hamil anggur harus segera ditangani adalah potensi komplikasinya yang serius.

“Zat atau jaringan dari hamil anggur juga bisa bersifat invasif. Jika tidak segera dibersihkan, maka bisa menjadi tumor dan menyebar ke mana-mana terutama di daerah paru,” katanya.

Jaringan abnormal tersebut dapat terus tumbuh di dalam rahim dan menembus lapisan dinding rahim. 

Baca juga: Sering Pegal Saat Hamil, Bolehkah Dipijat? Ini Penjelasan Dokter

Dalam kondisi tertentu, jaringan itu dapat berkembang menjadi penyakit trofoblastik gestasional yang bersifat ganas.

Maka, penanganan cepat melalui tindakan medis menjadi langkah utama untuk mencegah penyebaran jaringan abnormal ke organ lain.

Gejala yang perlu diwaspadai

Hamil anggur sering kali menimbulkan gejala yang berbeda dari kehamilan normal. Salah satu tanda yang paling umum adalah kadar hormon kehamilan atau Beta HCG yang sangat tinggi.

“Biasanya ketika hamil anggur Beta HCG bisa berlebihan dan memicu mual yang parah,” tutur dr. Krisantus.

Kondisi ini membuat ibu mengalami mual muntah yang jauh lebih berat dibandingkan morning sickness pada umumnya.

Selain itu, ukuran rahim pada kasus hamil anggur juga cenderung lebih besar dari usia kehamilan yang seharusnya. 

Pada kehamilan normal, rahim biasanya mulai teraba di atas panggul setelah usia kehamilan 12 minggu.

Namun pada kasus hamil anggur, pembesaran rahim bisa terjadi jauh lebih cepat. Bahkan saat usia kehamilan baru 5 hingga 7 minggu, rahim sudah dapat teraba. 

Pada usia 20 minggu, ukuran rahim juga dapat melebihi batas normal yang biasanya setinggi pusar.

Perbedaan pertumbuhan rahim ini menjadi salah satu petunjuk penting bagi dokter dalam mendeteksi adanya kemungkinan mola hidatidosa.

Pentingnya pemantauan setelah penanganan

Setelah diagnosis ditegakkan, jaringan hamil anggur harus segera dibersihkan melalui tindakan medis.

“Setelah hamil anggur, ibu dianjurkan untuk membersihkannya dan pasang KB dulu selama 6 bulan untuk mengembalikan beta HCG menjadi nol,” jelas dr. Krisantus.

Pemantauan kadar Beta HCG secara berkala diperlukan untuk memastikan tidak ada sisa jaringan abnormal yang masih berkembang di dalam tubuh.

Baca juga: 9 Hal yang Perlu Diperhatikan Ibu Hamil sejak Trimester Pertama

Masa tunggu sebelum merencanakan kehamilan berikutnya juga penting agar dokter dapat memastikan kondisi ibu benar-benar pulih.

Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, risiko komplikasi akibat hamil anggur dapat diminimalkan.

Oleh karenanya, ibu hamil disarankan untuk rutin memeriksakan kehamilan agar setiap kelainan dapat terdeteksi sedini mungkin.

Tag:  #mengenal #hamil #anggur #bahayanya #bagi #hamil #kata #dokter

KOMENTAR