8 Tanda Pasangan Tak Sepenuhnya Memperjuangkan Hubungan
Ilustrasi pasangan bertengkar.(Google Gemini AI)
21:30
9 Mei 2026

8 Tanda Pasangan Tak Sepenuhnya Memperjuangkan Hubungan

- Hubungan asmara yang sehat membutuhkan usaha dari kedua belah pihak. Namun, tidak sedikit pasangan yang tanpa sadar hanya memberikan usaha minimum atau bare minimum relationship.

Sekilas, hubungan seperti ini mungkin terlihat baik-baik saja. Tidak ada pertengkaran besar, komunikasi tetap berjalan, dan rutinitas bersama masih dilakukan. 

Akan tetapi, hubungan bisa terasa hambar karena salah satu pihak tidak benar-benar berinvestasi secara emosional.

Baca juga: 9 Kebiasaan Setelah Kerja yang Bisa Merusak Hubungan, Sadari Sebelum Terlambat

“Hubungan berkembang melalui investasi bersama,” kata psikolog klinis berlisensi Dr. Holly Schiff, dilansir Parade, Sabtu (9/5/2026).

Ketika salah satu pasangan hanya melakukan seperlunya, ketidakseimbangan pun muncul dan perlahan bisa mengikis kepercayaan serta kedekatan emosional.

Simak 8 tanda pasangan mungkin hanya melakukan bare minimum dalam hubungan, menurut psikolog.

8 Tanda pasangan tak berusaha memperjuangkan hubungan

1. Jarang memulai komunikasi atau membuat rencana

Salah satu tanda paling jelas adalah ketika semua inisiatif selalu datang dari satu pihak. Mulai dari menghubungi lebih dulu, merencanakan kencan, hingga memulai percakapan penting, semuanya terasa seperti tanggung jawab sepihak.

“Tidak membawa usaha dalam hubungan adalah tanda jelas seseorang hanya melakukan bare minimum. Ini menunjukkan orang tersebut tidak terlalu peduli apakah hubungan ini berhasil atau tidak,” jelas psikolog Dr. Michele Goldman.

Jika pasangan hanya merespons tanpa pernah memulai, hubungan bisa terasa seperti berjalan karena dorongan satu orang saja.

2. Menghindari konflik dan enggan menyelesaikan masalah

Setiap hubungan pasti menghadapi konflik. Namun pasangan yang melakukan bare minimum biasanya memilih diam, menghindar, atau baru membahas masalah ketika sudah terpaksa.

“Ketika ada konflik, mereka bisa menutup diri, menolak meminta maaf, atau hanya membahas masalah saat benar-benar dipaksa,” kata Dr. Schiff.

Baca juga: Mana Lebih Awet, Pasangan yang Bertemu di Aplikasi Kencan atau Dunia Nyata?

Masalah yang dibiarkan menggantung dapat menumpuk menjadi luka emosional yang lebih besar.

3. Percakapan hanya sebatas hal-hal praktis

Komunikasi dalam hubungan bukan sekadar membahas jadwal atau urusan sehari-hari. Pasangan yang hanya memberi usaha minimum biasanya memberikan jawaban singkat dan tidak tertarik membangun percakapan mendalam.

Misalnya, ketika diajak bicara tentang impian masa depan, mereka hanya merespons seperlunya tanpa menunjukkan antusiasme. Tanpa komunikasi bermakna, hubungan akan kehilangan ruang untuk tumbuh.

“Pasangan memperdalam koneksi dengan membicarakan banyak hal, bahkan kadang tanpa topik tertentu,” ungkap psikolog Dr. Gayle MacBride.

4. Menahan ekspresi emosional

Bentuk lain dari bare minimum adalah enggan menunjukkan kedekatan emosional.

Ini bisa terlihat dari jarangnya berbagi perasaan, menghindari diskusi personal, atau bahkan berkurangnya sentuhan fisik seperti pelukan dan ciuman.

“Kadang ini terlihat dari tidak mau berbagi pikiran dan perasaan pribadi, atau menahan momen-momen yang bisa menciptakan koneksi,” ucap Dr. Goldman.

Lama-kelamaan, pasangan bisa merasa asing satu sama lain meski masih bersama.

5. Melakukan gestur romantis tanpa koneksi nyata

Membelikan bunga atau memberi hadiah memang terdengar manis. Namun jika dilakukan tanpa keterlibatan emosional, semua itu bisa terasa seperti formalitas.

Dr. MacBride mengatakan, tindakan romantis seharusnya dibarengi dengan kehadiran emosional, bukan sekadar rutinitas.

6. Tidak ikut memikul tanggung jawab bersama

Dalam hubungan yang sehat, tanggung jawab dibagi bersama. Jika satu pihak selalu mengambil keputusan, mengatur agenda, atau mengurus berbagai kebutuhan hubungan sendirian, itu bisa menjadi tanda ketidakseimbangan.

“Ini berkaitan dengan tidak berbagi tugas dan tanggung jawab, serta membiarkan pasangan melakukan semua pekerjaan berat dalam hubungan,” terang psikolog Dr. Brandy Smith.

Baca juga: Jangan Abaikan, 6 Gelagat yang Bisa Jadi Tanda Pasangan Selingkuh

7. Jarang menunjukkan apresiasi

Ucapan terima kasih sederhana bisa memberi dampak besar dalam hubungan. 

Ketika pasangan jarang menghargai usaha yang telah dilakukan, pihak lain bisa merasa tidak terlihat. Apresiasi adalah bentuk validasi emosional yang penting.

“Kurangnya apresiasi dapat membuat seseorang merasa sedih, meragukan harga dirinya, dan bertanya apakah dirinya benar-benar dihargai,” kata Dr. Goldman.

8. Tidak penasaran dengan perasaan pasangan

Pasangan yang peduli biasanya ingin tahu bagaimana hari kamu, apa yang sedang kamu pikirkan, atau apa yang sedang kamu rasakan.

Sebaliknya, pasangan yang melakukan bare minimum cenderung tidak menunjukkan rasa ingin tahu.

“Jika seseorang tidak bertanya tentang harimu, tidak tertarik pada pikiranmu, dan melupakan momen penting, itu menunjukkan kurangnya kepekaan emosional,” pungkas Dr. Schiff.

Ketika ini terjadi terus-menerus, seseorang bisa merasa tidak dianggap dalam hubungan.

Melakukan bare minimum mungkin tidak langsung menghancurkan hubungan, tetapi jika dibiarkan, hal ini dapat mengikis kedekatan secara perlahan.

Jika kamu mulai melihat tanda-tanda ini dalam hubungan, membicarakannya secara jujur bisa menjadi langkah awal untuk memperbaiki koneksi yang mulai renggang.

 Baca juga: 6 Tanda Pasangan Tidak Hadir Secara Emosional Menurut Terapis

Tag:  #tanda #pasangan #sepenuhnya #memperjuangkan #hubungan

KOMENTAR