Pakar Ungkap Cara Sederhana agar Hidup Lebih Bahagia, Bukan soal Uang
Ilustrasi bahagia. Pakar kebahagiaan menyebut hidup bahagia ternyata lebih banyak dibentuk dari kebiasaan kecil sehari-hari, bukan sekadar uang atau jabatan.(Shutterstock/Urbanscape)
19:05
17 Mei 2026

Pakar Ungkap Cara Sederhana agar Hidup Lebih Bahagia, Bukan soal Uang

Bahagia ternyata tidak selalu datang dari perubahan besar seperti gaji tinggi, pekerjaan baru, atau hidup tanpa masalah.

Pakar kebahagiaan Dr Mark Williamson mengatakan kebahagiaan justru lebih banyak dibentuk dari hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari.

Melansir Express (16/5/2026), Williamson membagikan temuan tersebut setelah 15 tahun meneliti soal kesejahteraan mental dan kebahagiaan.

Dalam bukunya Make Life Happier, ia menjelaskan bahwa cara paling efektif untuk merasa lebih bahagia bukan hanya fokus pada diri sendiri, tetapi juga peduli pada orang lain.

“Dorongan terbesar untuk kebahagiaan muncul ketika kita menggabungkan merawat diri sendiri dengan peduli pada orang lain,” kata Williamson.

Menurut CEO Action for Happiness itu, seseorang tidak perlu langsung mengubah seluruh hidupnya untuk merasa lebih baik. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten sudah bisa memberi dampak besar.

Baca juga: 6 Kebiasaan Orang Finlandia, Negara Paling Bahagia di Dunia

Bahagia dimulai dari hal-hal kecil

Williamson mengatakan banyak orang menjalani hidup seperti “autopilot”, terus sibuk tanpa benar-benar sadar apa yang sebenarnya penting bagi mereka.

Karena itu, ia menyarankan orang lebih hadir dalam keseharian dan mulai memperhatikan momen kecil.

Salah satu cara sederhana yang ia sarankan adalah membayangkan diri sendiri di masa depan, lalu bertanya: “Nasihat apa yang akan diberikan diriku di masa depan tentang apa yang benar-benar penting saat ini?”

Selain itu, Williamson juga menyoroti pentingnya menjadi optimistis secara realistis.

Menurut dia, otak manusia cenderung lebih fokus pada hal negatif. Karena itu, satu komentar buruk sering terasa lebih membekas dibanding banyak hal baik yang terjadi.

Namun, ia menegaskan optimisme bukan berarti berpura-pura semuanya baik-baik saja.

“Lihat situasi apa adanya, tetapi pilih untuk fokus pada hal yang membantu,” ujarnya.

Ia menyarankan penggunaan kata “dan” untuk membantu mengubah cara berpikir. Misalnya, “Situasi ini sulit dan saya masih bisa melangkah maju.”

Baca juga: Bahagia Tak Selalu soal Uang, Hidup Sederhana Justru Lebih Memuaskan

Jangan tunggu motivasi datang

Ilustrasi bahagia. Pakar kebahagiaan menyebut hidup bahagia ternyata lebih banyak dibentuk dari kebiasaan kecil sehari-hari, bukan sekadar uang atau jabatan.Unsplash/Simon Maage Ilustrasi bahagia. Pakar kebahagiaan menyebut hidup bahagia ternyata lebih banyak dibentuk dari kebiasaan kecil sehari-hari, bukan sekadar uang atau jabatan.

Williamson juga mengatakan banyak orang salah mengira motivasi harus datang lebih dulu sebelum bertindak. Padahal, menurutnya tindakan kecil justru bisa memunculkan motivasi.

Ia menyarankan orang mencoba “eksperimen kebahagiaan” sederhana, seperti berjalan kaki, menelepon teman, atau mengubah rutinitas kecil sehari-hari.

“Ilmu pengetahuan bisa memberi arah, tetapi penelitian terpenting adalah pengalaman diri sendiri,” katanya.

Selain itu, ia mengingatkan agar kebiasaan baik dibuat semudah mungkin dilakukan. Misalnya, menaruh sepatu olahraga di dekat pintu atau mematikan notifikasi yang mengganggu fokus.

Ia juga menyarankan memulai kebiasaan baru dari langkah yang sangat kecil agar lebih mudah konsisten.

Baca juga: Candaan soal Anak Na Daehoon Disorot, Psikolog: Anak Bisa Merasa Ditertawakan

Hubungan sosial disebut jadi kunci bahagia

Menurut Williamson, hubungan yang kuat dengan orang lain menjadi salah satu faktor terbesar yang memengaruhi kebahagiaan dan umur panjang.

Namun, banyak orang justru menganggap hubungan sosial akan berjalan baik dengan sendirinya.

“Hubungan juga perlu dirawat secara rutin, seperti kebugaran fisik,” ujarnya.

Ia menyarankan orang meluangkan waktu untuk sekadar mengirim pesan, mendengarkan dengan sungguh-sungguh, atau mengecek kabar orang terdekat.

Williamson juga menilai banyak orang terlalu cepat memberi solusi ketika orang lain bercerita soal masalahnya. Padahal, yang paling dibutuhkan sering kali hanyalah didengarkan.

“Orang tidak selalu ingin diperbaiki, mereka ingin merasa didengar,” katanya.

Baca juga: Belajar dari Kasus Na Daehoon dan Jule, Psikolog Bahas Batasan Mengenalkan Pasangan Baru ke Anak

Belajar melepaskan dan menebar kebaikan

Dalam penelitiannya, Williamson juga menyoroti pentingnya memaafkan dan melepaskan rasa marah terhadap masa lalu.

Menurut dia, memaafkan bukan berarti membenarkan hal yang menyakitkan, melainkan berhenti berharap masa lalu bisa berubah.

“Ketika kita terus menyimpan kemarahan, kita tetap terjebak di masa lalu,” ujarnya.

Ia menambahkan kebaikan kecil dan rasa percaya pada orang lain juga dapat memberi efek besar terhadap kebahagiaan.

“Kebaikan bisa menyebar. Saat kita membantu seseorang, hal itu bisa menginspirasi orang lain melakukan hal yang sama,” kata Williamson.

Baca juga: Psikolog Bagikan 6 Cara Ajarkan Anak Perempuan Kenali Batasan Diri

Tag:  #pakar #ungkap #cara #sederhana #agar #hidup #lebih #bahagia #bukan #soal #uang

KOMENTAR