Jangan Tergiur Harga Murah, Kosmetik Berbahaya Masih Banyak Dijual Online
Ilustrasi make up. Dosen UMY mengingatkan kosmetik murah di marketplace bisa saja mengandung bahan berbahaya yang berisiko bagi kesehatan.(SHUTTERSTOCK / Kostikova Natalia)
20:35
18 Mei 2026

Jangan Tergiur Harga Murah, Kosmetik Berbahaya Masih Banyak Dijual Online

Maraknya penjualan kosmetik di marketplace membuat masyarakat diminta lebih waspada saat membeli produk kecantikan.

Di tengah banyaknya produk murah dengan klaim hasil instan, dosen Farmasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengingatkan bahwa kosmetik berbahaya masih banyak ditemukan beredar secara daring.

Peringatan itu muncul setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 11 produk kosmetik mengandung pewarna merah K10 atau Rhodamin B sepanjang 2026. Temuan tersebut mencakup berbagai produk, mulai dari krim wajah, toner, cat kuku, hingga sampo.

Selain Rhodamin B, BPOM juga menemukan kandungan berbahaya lain seperti merkuri, hidrokuinon, asam retinoat, deksametason, serta cemaran 1,4-dioksan yang berisiko bagi kesehatan.

Dosen Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY, apt. RR. Sabtanti Harimurti, M.Sc., Ph.D., mengatakan masyarakat perlu lebih kritis sebelum membeli kosmetik, terutama produk yang dijual bebas di marketplace dengan harga sangat murah.

“Sekarang kosmetik sangat mudah ditemukan di marketplace. Karena itu, masyarakat harus lebih teliti sebelum membeli. Jangan hanya melihat hasil yang dijanjikan atau harga yang murah, tetapi perlu memastikan apakah produk tersebut benar-benar aman digunakan,” ujar Sabtanti seperti dikutip dari laman resmi UMY, Jumat (15/5/2026).

Baca juga: Bahaya Pewarna Merah K10 dalam Kosmetik, Bisa Picu Kanker

Warna terlalu mencolok perlu diwaspadai

Menurut Sabtanti, salah satu ciri kosmetik yang patut dicurigai adalah tampilan fisik produk yang terlihat tidak wajar.

Kosmetik dengan kandungan pewarna berbahaya biasanya memiliki warna terlalu terang dan tampak sangat mengilap saat terkena cahaya. Selain itu, teksturnya terkadang tidak tercampur sempurna sehingga muncul gumpalan warna pada produk.

Ia menjelaskan bahwa Rhodamin B sebenarnya merupakan pewarna sintetis untuk industri tekstil, cat, dan kertas, bukan untuk tubuh manusia.

Namun karena warnanya cerah dan harganya murah, bahan tersebut kerap disalahgunakan dalam kosmetik dekoratif seperti lipstik, perona pipi, maupun eye shadow.

“Karena warnanya cerah serta harganya murah, ada pihak-pihak yang menyalahgunakannya untuk kosmetik agar terlihat menarik dan biaya produksinya rendah,” kata Sabtanti.

Baca juga: Harga Bahan Baku Melonjak, Harga Kosmetik Diprediksi Naik

Jangan abaikan nomor BPOM

Ilustrasi kosmetik. Dosen UMY mengingatkan kosmetik murah di marketplace bisa saja mengandung bahan berbahaya yang berisiko bagi kesehatan.FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi kosmetik. Dosen UMY mengingatkan kosmetik murah di marketplace bisa saja mengandung bahan berbahaya yang berisiko bagi kesehatan.

Selain memperhatikan tampilan produk, masyarakat juga diminta memeriksa informasi pada kemasan kosmetik sebelum membeli.

Sabtanti mengatakan produk yang aman umumnya mencantumkan komposisi bahan dengan jelas serta memiliki nomor registrasi BPOM.

“Kalau produk kosmetik tidak mencantumkan komposisi yang jelas atau tidak memiliki nomor registrasi BPOM, masyarakat sebaiknya berhati-hati,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan nomor registrasi menunjukkan bahwa produk telah melalui proses pemeriksaan sebelum dipasarkan.

Masyarakat kini juga disebut bisa lebih mudah mengecek legalitas produk secara mandiri melalui aplikasi dan layanan BPOM di telepon genggam.

Baca juga: 11 Kosmetik Berbahaya Temuan BPOM 2026, Mengandung Hidrokuinon hingga Merkuri yang Bisa Merusak Ginjal

Bisa sebabkan iritasi hingga gangguan hati

Sabtanti mengingatkan bahwa penggunaan kosmetik dengan kandungan berbahaya dapat menimbulkan efek berbeda pada setiap orang.

Dalam jangka pendek, pengguna bisa mengalami gatal, rasa panas, ruam, atau iritasi kulit, terutama pada pemilik kulit sensitif.

Namun, risiko yang lebih serius dapat muncul bila bahan berbahaya digunakan terus-menerus dalam waktu lama.

Menurut Sabtanti, Rhodamin B memiliki sifat karsinogenik dan dapat terakumulasi di dalam tubuh karena sulit dimetabolisme.

“Dalam jangka panjang, sifat karsinogeniknya bisa memicu gangguan fungsi hati hingga kanker hati,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur kosmetik murah tanpa memperhatikan keamanan produk.

“Langkah sederhana seperti mengecek legalitas produk penting untuk melindungi diri dari risiko penggunaan kosmetik berbahaya,” kata Sabtanti.

Baca juga: Sebelum Beli Kosmetik, Cek Keamanannya dengan Metode KLIK

Tag:  #jangan #tergiur #harga #murah #kosmetik #berbahaya #masih #banyak #dijual #online

KOMENTAR