3 Penyebab Katarak yang Sering Tidak Disadari, Termasuk Kena Paparan Matahari
Ilustrasi lansia periksa mata.(Magnific.com)
08:05
22 Mei 2026

3 Penyebab Katarak yang Sering Tidak Disadari, Termasuk Kena Paparan Matahari

- Katarak ternyata tidak hanya menyerang lansia, sebab katarak juga bisa muncul pada usia yang lebih muda akibat sejumlah faktor risiko tertentu.

Katarak merupakan kondisi ketika lensa mata yang seharusnya jernih berubah menjadi keruh. Akibatnya, penglihatan menjadi kabur, tampak berkabut, hingga menyebabkan sensitivitas berlebih terhadap cahaya.

Dokter spesialis mata dr. Nina Asrini Noor, Sp.M membagikan beberapa faktor penyebab munculnya katarak. Ada apa saja? Simak selengkapnya.

Baca juga: Sering Dianggap Sama, Ini Beda Katarak dan Glaukoma

Penyebab katarak yang sering tidak disadari

1. Paparan sinar matahari berlebih

Dokter spesialis mata dr. Nina Asrini Noor, Sp.M dalam Media Briefing JEC di Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA Dokter spesialis mata dr. Nina Asrini Noor, Sp.M dalam Media Briefing JEC di Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).

Ia mengatakan, paparan sinar matahari menjadi salah satu penyebab utama munculnya katarak, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tropis seperti Indonesia.

Baca juga: Cara Mencegah Katarak dengan Konsumsi Daun Kelor, Apakah Efektif?

“Salah satu penyebabnya atau faktor yang paling utama adalah dari matahari. Kita hidup di negara khatulistiwa otomatis paparan matahari sangat tinggi, sehingga memang katarak itu terjadi lebih cepat,” jelas dr. Nina dalam Media Briefing JEC di Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).

Paparan sinar matahari yang berlangsung terus-menerus tanpa perlindungan mata dinilai dapat mempercepat proses kerusakan lensa mata. Risiko ini lebih tinggi pada orang yang sering beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.

Karena itu, penggunaan pelindung mata seperti kacamata hitam dengan perlindungan UV menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mengurangi risiko kerusakan mata akibat sinar matahari.

Selain faktor lingkungan, dr. Nina juga menjelaskan, usia tetap menjadi faktor yang berpengaruh terhadap munculnya katarak. 

Seiring bertambahnya usia, protein pada lensa mata dapat mengalami perubahan sehingga membuat lensa menjadi keruh secara perlahan.

2. Riwayat penyakit seperti diabetes

Meski identik dengan penyakit pada lansia, katarak ternyata dapat muncul sebelum usia 50 tahun. Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh faktor kesehatan tertentu maupun riwayat cedera pada mata.

“Tidak jarang ada pasien yang sudah katarak dan datang usianya belum sampai 50, tentu ada faktor lain seperti riwayat diabetes misalnya,” ujar dr. Nina.

Diabetes diketahui dapat meningkatkan risiko gangguan mata, termasuk katarak. Kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat memengaruhi kondisi lensa mata sehingga mempercepat terjadinya kekeruhan.

3. Trauma akibat benturan pada mata

Selain diabetes, riwayat trauma pada mata juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai. 

Benturan keras, kecelakaan, atau cedera akibat jatuh dapat menyebabkan perubahan pada struktur mata yang kemudian memicu katarak.

“Kemudian, pernah ada trauma, seperti benturan, pernah jatuh, dan sebagainya, itu juga bisa memberikan efek juga memungkinkan untuk muncul katarak,” lanjutnya.

Baca juga: 18 Penyebab Mata Berlendir dan Buram, Ada Alergi dan Katarak

Trauma pada mata sering kali dianggap sepele, padahal dampaknya bisa muncul bertahun-tahun kemudian. 

Maka dari itu, pemeriksaan mata secara rutin penting dilakukan, terutama jika seseorang pernah mengalami cedera pada area mata atau kepala.

Katarak tidak bisa sembuh dengan obat tetes

Banyak masyarakat masih percaya bahwa katarak dapat diatasi menggunakan obat tetes mata atau pengobatan herbal tertentu. 

Padahal, dr. Nina menegaskan bahwa satu-satunya penanganan untuk katarak adalah melalui tindakan operasi.

“Kalau katarak tentu obatnya cuma satu, yaitu operasi. Kondisi ini tidak bisa diobati dengan obat tetes dan tiba-tiba sembuh,” kata dr. Nina.

Operasi katarak dilakukan dengan mengganti lensa mata yang keruh menggunakan lensa buatan agar penglihatan kembali membaik. 

Saat ini, prosedur operasi katarak juga dinilai semakin aman dan cepat dengan teknologi yang terus berkembang, salah satunya dengan metode FLACS (Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery).

Metode ini menjadi pilihan yang lebih modern karena lebih presisi dengan proses penyembuhan yang tidak terlalu panjang. 

Lebih lanjut, masyarakat diimbau untuk tidak menunda pemeriksaan mata apabila mulai mengalami gejala seperti penglihatan buram, silau berlebihan, atau kesulitan melihat pada malam hari. 

Deteksi dini dapat membantu penanganan dilakukan lebih cepat sebelum kondisi mata semakin memburuk.

 Baca juga: Tak Hanya Lansia, Katarak Juga Hantui Penduduk Usia Produktif

Tag:  #penyebab #katarak #yang #sering #tidak #disadari #termasuk #kena #paparan #matahari

KOMENTAR