Pola Makan Berantakan Bisa Ganggu Jam Biologis Tubuh
Ilustrasi makan malam. Cara berpikir tentang makanan, termasuk menikmati makanan tanpa rasa bersalah, ternyata berperan penting dalam membantu menurunkan berat badan.(Google Gemini AI)
07:36
28 Mei 2026

Pola Makan Berantakan Bisa Ganggu Jam Biologis Tubuh

Tubuh manusia sebenarnya bekerja mengikuti ritme waktu yang sangat presisi. 

Di dalam tubuh, terdapat ritme sirkadian atau jam biologis internal yang terus bekerja selama 24 jam untuk mengatur berbagai fungsi penting, mulai dari pola tidur, rasa lapar, hingga cara organ-organ tubuh menjalankan tugasnya setiap hari.

Menariknya, jam biologis ini tidak hanya berada di otak. Hampir setiap sel tubuh memiliki “jam” masing-masing yang saling terhubung dan bekerja harmonis mengikuti pergantian siang dan malam.

Dr. Vipada Sae-Lao, Nutrition Education and Training Lead Asia Pacific, Herbalife, menjelaskan bahwa sistem pencernaan menjadi salah satu bagian tubuh yang paling sensitif terhadap ritme waktu tersebut, termasuk jutaan bakteri baik yang hidup di dalam usus.

Baca juga: Tubuh Lemas tapi Susah Tidur? Ini 5 Tips Reset Jam Biologis

Menurutnya, penelitian menunjukkan bahwa bakteri usus dan jam biologis tubuh terus saling berkomunikasi untuk menjaga berbagai fungsi tubuh tetap berjalan optimal, mulai dari metabolisme, pengendalian berat badan, sensitivitas insulin, kesehatan jantung, hingga sistem kekebalan tubuh.

Namun, ritme alami ini perlahan mulai terganggu akibat pola hidup modern. Kebiasaan begadang, jadwal makan yang tidak teratur, hingga terlalu lama menatap layar pada malam hari dapat mengacaukan sinkronisasi jam biologis tubuh.

“Ketika jam biologis tubuh tidak lagi sinkron, kondisi usus pun ikut terganggu. Dalam jangka panjang, hal ini dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan, ketidakseimbangan gula darah, hingga peradangan kronis,” jelas Dr. Vipada.

Kabar baiknya, memulihkan keseimbangan ini sebenarnya lebih mudah dilakukan daripada yang dibayangkan. 

Baca juga: Puasa Sehat Memanfaatkan Bakteri Baik di Usus

Menemukan kembali keseimbangan alami tubuh

Menurut Dr.Vipada, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menyelaraskan jam biologis tubuh dan kesehatan usus.

Sarapan dengan nutrisi yang tepat

Memulai hari dengan makanan bergizi seimbang serta mengatur jarak waktu makan secara teratur sepanjang hari dapat membantu menjaga energi tetap stabil, mendukung proses pencernaan yang efisien, dan mengoptimalkan fungsi metabolisme. 

"Pastikan setiap waktu makan mengandung serat yang cukup, protein berkualitas tinggi, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks," katanya.

Tak kalah penting adalah menjaga konsistensi waktu makan, idealnya dalam rentang delapan hingga 12 jam setiap hari. 

Baca juga: Apa Efek Sering Menunda Sarapan bagi Kesehatan?

Cukupi kebutuhan cairan

Menjaga asupan cairan secara konsisten sepanjang hari mendukung fungsi serat dalam melancarkan pencernaan, sementara mengurangi konsumsi cairan di malam hari memberi sinyal bagi tubuh untuk beristirahat dan melakukan pemulihan selama tidur.

Tidur berkualitas

Tidur sebenarnya merupakan proses biologis yang kompleks. Jauh sebelum otak benar-benar beristirahat, sistem pencernaan terlebih dahulu mengirimkan sinyal kepada sistem saraf mengenai apakah tubuh perlu tetap waspada atau mulai beristirahat.

"Menjaga waktu tidur dan bangun yang konsisten membantu menciptakan kualitas tidur yang lebih baik sehingga bakteri usus dapat menyesuaikan ritmenya dengan optimal," kata Dr.Vipada.

Hindari mengonsumsi makanan berat, kafein, makanan tinggi lemak, atau makanan manis menjelang waktu tidur karena sistem pencernaan juga membutuhkan waktu untuk melambat, sama seperti otak.

Baca juga: Begadang Ternyata Berkaitan dengan Penyakit Jantung, Studi Terbaru Ungkap Risikonya

Kelola stres

"Penelitian menunjukkan bahwa triliunan bakteri di dalam usus tidak hanya membantu proses pencernaan, tetapi juga berperan dalam mengatur respons tubuh terhadap stres dengan bekerja selaras bersama ritme sirkadian," ujarnya. 

Kortisol, hormon utama pemicu stres dalam tubuh, dapat mengganggu pergerakan usus, merusak keseimbangan ritme sirkadian, dan dalam jangka panjang mengubah mikrobioma usus sehingga sistem pencernaan menjadi lebih sensitif dan kurang tangguh. 

Hubungan antara usus dan otak merupakan hal yang nyata, dan stres adalah salah satu faktor pengganggu terkuat dalam hubungan tersebut.

Baca juga: Apakah Radang Usus Kronis Bisa Sembuh Total? Ini Kata Dokter

Tag:  #pola #makan #berantakan #bisa #ganggu #biologis #tubuh

KOMENTAR