Ahli Saraf Ungkap 3 Latihan Sederhana yang Membantu Tubuh Menua Lebih Sehat
Ilustrasi lansia olahraga. Olahraga malam bisa jadi pilihan bagi lansia, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.(Pexels/Marcus Aurelius)
14:35
30 Mei 2026

Ahli Saraf Ungkap 3 Latihan Sederhana yang Membantu Tubuh Menua Lebih Sehat

Banyak orang mengaitkan penuaan sehat dengan olahraga rutin, pola makan seimbang, dan tidur yang cukup.

Namun, menurut ahli saraf sekaligus psikolog Patricia Schmidt, ada beberapa latihan sederhana yang juga dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan fungsi otak seiring bertambahnya usia.

"Strategi saya dimulai dari pola pikir. Saya menerima proses penuaan dan memahami bahwa bertambahnya usia tidak otomatis berarti kemampuan otak akan menurun. Tentu saja, saya juga tetap menjalani latihan fisik seperti angkat beban, kardio, dan peregangan," ungkapnya dikutip dari Your Tango, Sabtu (30/5/2026).

Berikut tiga latihan yang direkomendasikan Schmidt untuk membantu tubuh menua dengan lebih sehat.

1. Berdiri dengan Satu Kaki

Kemampuan berdiri dengan satu kaki berkaitan erat dengan keseimbangan tubuh.

Keseimbangan berperan penting dalam koordinasi gerakan dan membantu mengurangi risiko jatuh, yang cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menjaga keseimbangan mulai menurun setelah usia 30-an.

Bahkan, sebuah studi menemukan bahwa orang yang tidak mampu berdiri dengan satu kaki selama setidaknya 10 detik memiliki risiko kematian yang lebih tinggi akibat berbagai penyebab dibandingkan mereka yang mampu melakukannya.

Kabar baiknya, keseimbangan dapat dilatih. Penelitian yang melibatkan orang lanjut usia menemukan bahwa latihan berdiri dengan satu kaki selama beberapa menit setiap hari dapat meningkatkan kemampuan menjaga keseimbangan secara signifikan.

Untuk mencobanya, berdirilah dengan satu kaki selama mungkin, lalu ulangi beberapa kali hingga total durasi sekitar dua menit untuk masing-masing kaki.

Agar lebih aman, lakukan latihan di dekat dinding atau meja yang dapat dijadikan pegangan jika diperlukan.

Bagi yang sudah terbiasa, latihan dapat ditingkatkan dengan menambahkan tantangan kognitif, seperti menghitung mundur sambil berdiri dengan satu kaki.

Baca juga: Bukan Anak atau Teman, Banyak Lansia Jepang Kini Memilih AI untuk Curhat

2. Melatih Fokus Mata

Seiring bertambahnya usia, kemampuan mata untuk melihat objek dekat biasanya menurun. Kondisi yang dikenal sebagai presbiopia ini terjadi karena lensa mata menjadi lebih kaku sehingga sulit menyesuaikan fokus.

Meski latihan mata tidak dapat sepenuhnya mencegah perubahan tersebut, beberapa penelitian menunjukkan bahwa latihan tertentu dapat membantu meningkatkan kenyamanan dan fungsi penglihatan pada jarak dekat.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melatih perpindahan fokus antara objek dekat dan jauh.

Caranya, pegang pena atau jari pada jarak sekitar 30 hingga 40 sentimeter dari mata, lalu pilih objek lain yang berada beberapa meter di depan.

Setelah itu, alihkan fokus pandangan secara bergantian antara kedua objek tersebut.

Latihan lain yang cukup populer adalah "pencil push-up". Caranya dengan memegang pena sejauh lengan, kemudian perlahan mendekatkannya ke arah mata sambil tetap mempertahankan fokus pada pena.

Meski sederhana, latihan ini dapat membantu menjaga fleksibilitas sistem visual dan melatih koordinasi mata.

Baca juga: Bukan 10.000 Langkah, Ini Target Jalan Kaki Lansia

3. Melatih Indra Penciuman

Indra penciuman sering kali luput dari perhatian ketika membahas kesehatan. Padahal, kemampuan mencium aroma diketahui berkaitan dengan fungsi otak, kesehatan mental, dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Menurut berbagai penelitian, gangguan penciuman lebih banyak ditemukan pada orang berusia di atas 65 tahun.

Penurunan kemampuan mencium aroma juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penurunan fungsi kognitif dan demensia.

Karena itu, para ahli menilai latihan penciuman dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu menjaga fungsi tersebut.

Metode yang umum digunakan adalah mencium empat aroma berbeda selama sekitar 10 detik masing-masing, dua kali sehari.

Aroma yang sering digunakan dalam penelitian meliputi mawar, lemon, eucalyptus, dan cengkeh.

Namun, seseorang juga dapat menggunakan aroma lain yang disukai.

Saat melakukannya, cobalah fokus pada karakteristik setiap aroma, seperti tingkat kekuatan, kesegaran, atau kesan yang ditimbulkannya.

Tidak Hanya Soal Kebugaran Fisik

Meski sering dianggap sepele, kemampuan menjaga keseimbangan, fokus penglihatan, dan penciuman merupakan bagian penting dari kualitas hidup saat menua.

Ketiga latihan ini memang tidak menggantikan manfaat olahraga rutin atau pola hidup sehat secara keseluruhan.

Namun, menambahkannya ke dalam rutinitas harian dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu menjaga fungsi tubuh dan otak dalam jangka panjang.

Dengan waktu yang hanya beberapa menit setiap hari, latihan-latihan tersebut bisa menjadi investasi kecil untuk kesehatan di masa depan.

Tag:  #ahli #saraf #ungkap #latihan #sederhana #yang #membantu #tubuh #menua #lebih #sehat

KOMENTAR