Dokter Minta Trump Diet walau Secara Fisik Bugar
- Gedung Putih telah merilis hasil pemeriksaan fisik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Walau kondisinya prima, dokter tetap menyarankan penurunan berat badan dan peningkatan olahraga.
“Presiden Trump tetap dalam kesehatan yang sangat baik, menunjukkan fungsi jantung, paru-paru, neurologis, dan fisik secara keseluruhan yang kuat," kata dokter Gedung Putih, Sean Barbabella, dalam suratnya yang disadur dari CNN Politics, Minggu (31/5/2026).
“Kinerja kognitif dan fisik sangat baik. Dia sepenuhnya bugar untuk menjalankan semua tugas Panglima Tertinggi dan Kepala Negara,” tambah dr. Barbarella.
Baca juga: Kondisi Kesehatan Trump Sangat Baik, tapi Berat Badan Capai 108 Kg
Catatan medis dan evaluasi kesehatan Donald Trump
Tinggi badan Trump mencapai 190,5 sentimeter dengan berat 107,9 kilogram. Angka ini naik dibandingkan pemeriksaan April lalu yang tercatat 101,6 kilogram.
Dalam kunjungan ketiganya ke Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed sejak menjabat tahun lalu, ia juga menerima konseling pencegahan medis rutin.
"Konseling pencegahan diberikan, termasuk panduan diet, rekomendasi untuk mengonsumsi aspirin dosis rendah, peningkatan aktivitas fisik, dan penurunan berat badan yang berkelanjutan," jelas Barbabella dalam laporannya.
Sebelum kunjungan yang meliputi cek medis dan gigi rutin itu, Trump membagikan kabar singkat melalui akun media sosial Truth Social miliknya.
“Semuanya diperiksa dengan SEMPURNA,” tulis Trump yang senang memberi penekanan kata dengan huruf kapital.
Baca juga: 2 Kali Jadi Presiden AS, Trump Sudah Ancam 15 Negara
Kondisi spesifik dan obat-obatan
Sejak kembali ke Gedung Putih pada 2025, spekulasi publik memaksa pemerintah merinci fisik presiden. Pembengkakan kakinya sejak musim panas disebabkan insufisiensi vena kronis.
Katup vena tidak berfungsi maksimal sehingga darah menumpuk. Trump sempat mencoba kaus kaki kompresi, tetapi merasa tak nyaman dengan pengobatan tersebut.
"Sedikit pembengkakan di tungkai bawah, dengan perbaikan dari tahun lalu," catatnya.
Memar di tangan presiden selama masa jabatan keduanya disebut akibat sering berjabat tangan. Pihak pemerintah pun berusaha menyamarkannya dengan riasan saat tampil di publik.
Hasil tes neurologis menunjukkan status mental, saraf kranial, kekuatan motorik, refleks, dan keseimbangannya normal.
Berkat kecerdasan buatan, usia jantungnya bahkan diperkirakan 14 tahun lebih muda. Ia juga meraih skor sempurna dalam ujian Penilaian Kognitif Montreal.
Baca juga: Menjelang 80 Tahun, Trump Klaim Dirinya Sehat seperti Usia 50
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menghadiri acara kesehatan di South Court Auditorium, Gedung Putih, Washington DC, 18 Mei 2026. AS Serang Iran Setelah Laporan Kesepakatan Perang Bertentangan, Situs Militer Jadi Sasaran
Terkait aspirin, dokter biasanya menyarankan dosis 81 miligram. Namun, Trump pernah mengaku kepada surat kabar Wall Street Journal bahwa ia meminum 325 miligram, sehingga meningkatkan risiko memar.
“Saya ingin darah yang bagus dan encer mengalir melalui jantung saya. Mereka lebih suka saya mengonsumsi dosis yang lebih kecil. Saya mengonsumsi yang lebih besar, tetapi saya telah melakukannya selama bertahun-tahun, dan apa yang dilakukannya adalah, menyebabkan memar," lanjut dia.
Baca juga: Memar di Tangan Donald Trump Disebut Akibat Aspirin Dosis Tinggi, Dokter Ingatkan Risikonya
Bahaya obesitas pada pria dewasa
Saran dokter untuk menurunkan berat badan menjadi pengingat penting bagi para laki-laki, lantaran obesitas sentral atau tumpukan lemak di perut sangat berbahaya apabila diabaikan terus-menerus.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menetapkan pria mengalami obesitas sentral jika lingkar perutnya melebihi 90 sentimeter. Lemak viseral di sekitar organ dalam ini akan memperberat kerja sistem kardiovaskular.
Jantung dipaksa bekerja ekstra memompa darah ke tubuh, yang memicu hipertensi hingga tingginya risiko serangan stroke mematikan.
Tumpukan lemak ini juga memproduksi hormon inflamasi penyebab resistensi insulin, yang memicu pradiabetes hingga diabetes tipe 2.
Obesitas dapat menurunkan kadar hormon testosteron pada pria, yang pada akhirnya sangat mempersulit terjadinya pembuahan atau menurunkan fungsi reproduksi.
Lebih lanjut, bobot yang berlebihan dapat memicu obesitas osteosarcopenic, yakni menurunnya massa otot dan tulang. Jadi, jika kamu melihat perut kian membuncit, segera ubah pola makan dan rutinkan olahraga agar tubuh tetap sehat.
Baca juga: Waspada, Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Saluran Cerna
Tag: #dokter #minta #trump #diet #walau #secara #fisik #bugar