BIYAN Persembahkan Patina, Keindahan yang Ditempa Waktu dan Alam
Model yang berjalan dari arah yang saling berlawanan bagai serabut akar yang tumbuh menjalar ke berbagai sisi, alunan piano yang mengalun lembut dan elegan, serta perpaduan warna hijau lumut, biru Prusia, dan cokelat yang mengingatkan pada tanah selepas hujan, menjadi gambaran pertunjukan Biyan Spring/Summer (S/S) 2027.
Persembahan koleksi bertajuk “Patina” itu digelar di Intercontinental Jakarta, Pondok Indah pada Senin (01/06) malam, dengan kecermatan dan presisi seorang desainer yang telah berkarier selama lebih dari empat dekade di industri fesyen.
BIYAN Spring/Summer 2027
Di tengah panggung, terdapat sebuah pohon raksasa yang menjadi pusat perhatian.
Pohon itu hadir sebagai representasi dari gagasan utama koleksi ini, yakni akar, pertumbuhan, dan transformasi.
Baca juga: Koleksi Biyan Spring Summer 2025, Didominasi Floral Pastel Yang Lembut
Jika banyak rumah mode menerjemahkan musim semi dan musim panas melalui ledakan warna cerah, bunga yang bermekaran, atau suasana yang riang, Biyan memilih jalur berbeda.
Melalui “Patina”, musim semi oleh Biyan diterjemahkan sebagai sebuah proses kelahiran yang lebih luas. Ada tanah yang menyimpan kehidupan, akar yang menguatkan, dan alam yang terus bertransformasi.
Baca juga: Merasakan Ketenangan Alam dalam Koleksi Busana Studio 133 Biyan
Biyan Spring/Summer 2027 "Patina"
Keindahan yang tumbuh bersama waktu
Biyan Wanaatmadja (tengah) berpose bersama koleksi bertajuk Patina untuk BIYAN Spring/Summer 2027 Dalam keterangan resminya, Biyan menjelaskan bahwa “Patina” terinspirasi oleh keindahan yang diperkaya oleh waktu dan alam.
“Terinspirasi oleh lanskap yang diselimuti lumut, permadani vintage, motif botani, serta interpretasi pola harimau Tibet, koleksi ini hadir melalui nuansa moss, hijau hutan, celadon pucat, biru Prusia, ecru, moka, dan cokelat earthy,” jelas Biyan dalam keterangan resmi.
Pilihan warna itu lah yang menjadi fondasi yang menyatukan seluruh koleksi.
Baca juga: Ungkapan Rindu dan Cinta Budaya Indonesia dalam Koleksi Baru Biyan
Tekstur dan aksesori mencuri perhatian
BIYAN Spring/Summer 2027
Tekstur menjadi salah satu elemen yang paling menonjol sepanjang pertunjukan.
Hal ini terlihat pada koleksi yang menampilkan silk twill, katun, dan linen dipadukan dengan organza transparan, tulle, sampai sentuhan lamé yang memantulkan kilau secara halus.
Mayoritas siluet di koleksi ini tampil longgar dan mengalir, sebab fokus diberatkan kepada bagaimana motif dan material bergerak ketika dikenakan.
Di salah satu tampilan, Biyan menghadirkan lengan dengan volume lebar yang saat bergerak tampak menyerupai sayap yang sedang mengepak. Efek tersebut semakin kuat berkat langkah para model yang tenang dan ritmis mengikuti alunan piano.
Baca juga: Juxtaposed, Koleksi Busana Tradisional Berbalut Modernitas Ala Biyan
BIYAN Spring/Summer 2027
Meski floral tetap hadir sebagai bagian dari identitas Biyan, koleksi ini tidak sepenuhnya bergantung pada motif bunga.
Di sela-sela pertunjukan, muncul pula permainan stripes dengan aksen floral yang memberikan ritme visual berbeda di antara dominasi motif organik.
Selain tekstur, motif, dan material, aksesori juga menjadi salah satu unsur yang mencuri perhatian.
Pasalnya, meski potongan busana pada koleksi ini sudah cukup ramai dalam hal tekstur dan motif, Biyan tidak ragu memadukannya dengan aksesori yang tak kalah lantang.
Anting-anting yang menjulur hingga ke tengkuk leher sampai kalung megah dengan bongkahan besar berbentuk burung.
Baca juga: Kunci Sukses Karya Biyan Wanaatmadja Terus Harum Selama 30 Tahun
Sentuhan Timur dan Barat dalam satu panggung
BIYAN Spring/Summer 2027Koleksi menswear menjadi salah satu bagian yang menarik untuk dicermati. Deretan model tampil mengenakan celana pendek longgar yang dipadukan dengan kemeja berpotongan rileks.
Tampilannya mengingatkan pada suasana musim panas di kota-kota pesisir Eropa yang santai, ringan, dan tanpa kesan berlebihan.
Namun, sebagaimana yang selama ini menjadi ciri khas Biyan, pengaruh Barat tersebut berpadu dengan sensibilitas Timur yang tercermin melalui pilihan motif, tekstur, dan pendekatan yang kaya akan layering.
Mariana Renata membuka pertunjukan
Mariana Renata pada BIYAN Spring/Summer 2027Model yang membuka show kerap mencuri perhatian karena biasanya desainer tidak memercayakan peran ini ke sembarang orang. Misalnya ketika model pendatang baru Bhavitha Mandhava membuka runway Chanel Metiers d'Art 2026 di bawah arahan Matthieu Blazy, publik pun penasaran apa yang membuat Bhavitha begitu spesial sampai direktur kreatif Chanel memercayakan posisi prestisius itu kepadanya.
Baca juga: Wanita Indonesia adalah Sumber Inspirasi Biyan Wanaatmadja
Alasan kenapa pembuka sangat krusial adalah sebab koleksi pembuka menjadi tolak ukur bagi keseluruhan koleksi. Di pembuka, desainer biasanya memilih tampilan yang mampu merangkum esensi, arah kreatif, dan suasana yang ingin dibangun sepanjang pertunjukan.
Pada pertunjukan Biyan S/S 2027 kali ini, Biyan memilih Mariana Renata Dantec. Mariana hadir dalam tampilan yang tegas tanpa mengurangi kesan elegan. Dibalut mantel panjang, blus berkerah, dan bawahan pendek bermotif yang berwarna senada mengingatkan akan latar hutan hijau tropis.
Yang membuat tampilan Mariana kian memukau adalah aksesorinya. Bros berbentuk burung yang mengepakkan sayap lebar dipasang di bagian leher menjadi cara Biyan untuk menunjukkan kecintaannya pada alam, selaras dengan narasi akar, hutan, dan kehidupan yang menjadi fondasi koleksi "Patina".
Mariana merupakan aktris dan model yang telah bergelut di industri fesyen selama hampir tiga dekade lamanya. Perempuan kelahiran tahun 1983 itu memiliki kiprah yang panjang dan mengesankan di dunia mode.
Mariana pernah menjadi ambasador LUX di Indonesia pada 2004 dan saat ini berada di bawah asuhan Karin Models Agency, agensi di Paris yang juga menaungi aktris dan model papan atas Monica Bellucci.
Tag: #biyan #persembahkan #patina #keindahan #yang #ditempa #waktu #alam