Anak SD FOMO Parfum Viral, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?
Mengikuti tren viral sering membuat anak SD mengalami FOMO. Psikolog menjelaskan penyebabnya serta cara orangtua menyikapinya.(freepik)
13:40
4 Juni 2026

Anak SD FOMO Parfum Viral, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?

Ramainya anak-anak usia sekolah dasar (SD) yang mengantre untuk membeli parfum viral di beberapa satu pusat perbelanjaan belakangan ini menarik perhatian publik.

Fenomena tersebut tidak hanya menunjukkan kuatnya pengaruh tren di media sosial terhadap anak-anak, tetapi juga menyoroti munculnya FOMO (fear of missing out) atau rasa takut ketinggalan tren di kalangan usia sekolah.

Lalu, mengapa anak-anak begitu tertarik pada barang yang sedang populer dan merasa perlu memilikinya agar tidak tertinggal dari teman-temannya?

Psikolog anak, remaja, dan keluarga Vera Itabiliana Hadiwidjojo menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan erat dengan tahap perkembangan anak usia sekolah dasar.

Mengapa Anak Mudah FOMO?

Menurut Vera, anak usia SD sedang berada dalam fase membangun identitas diri sekaligus mencari penerimaan dari lingkungan sosialnya.

"Pada usia ini, anak sedang membangun identitas diri dan mencari penerimaan dari lingkungan sosial atau pergaulannya," ujar Vera kepada Kompas.com, Kamis (4/6/2026).

Di saat yang sama, kemampuan berpikir kritis anak belum berkembang secara matang.

Akibatnya, informasi yang sering muncul di media sosial maupun yang ramai dibicarakan teman-temannya cenderung dianggap menarik dan penting.

Ketika suatu produk menjadi viral, anak dapat melihatnya sebagai simbol untuk menjadi bagian dari kelompok atau agar tidak dianggap berbeda dari teman-temannya.

"Kombinasi keduanya dapat menciptakan perasaan FOMO (fear of missing out), yaitu rasa takut tidak diterima jika tidak mengikuti tren," kata Vera.

Baca juga: Dokter Ingatkan Bahaya FOMO Parfum terhadap Perilaku Remaja

Dampak Jika Semua Keinginan Anak Selalu Dipenuhi

Meski terlihat sepele, kebiasaan selalu memenuhi permintaan anak terhadap barang yang sedang viral dapat menimbulkan dampak jangka panjang.

Menurut Vera, anak bisa kesulitan belajar mengelola keinginan dan menunda kepuasan (delayed gratification).

Selain itu, mereka berisiko mengembangkan pemikiran bahwa nilai diri ditentukan oleh barang yang dimiliki.

"Dalam jangka panjang, anak bisa menjadi lebih konsumtif, mudah terpengaruh tekanan sosial, dan kurang mampu membangun rasa percaya diri yang bersumber dari kemampuan, karakter, atau pencapaiannya sendiri," jelas Vera.

Baca juga: Liburan Akhir Tahun Tanpa FOMO, Begini Cara Menyiasatinya Menurut Pakar

Jangan Langsung Menuruti atau Melarang

Saat anak meminta parfum atau barang lain yang sedang viral, respons orangtua sangat menentukan.

Menurut Vera, salah satu kesalahan yang sering dilakukan orangtua adalah langsung mengabulkan permintaan anak tanpa diskusi. Sebaliknya, ada pula orangtua yang langsung melarang tanpa memberikan penjelasan.

Ketika semua keinginan anak selalu dipenuhi, anak tidak belajar memahami batasan maupun mengelola keinginannya.

Sebaliknya, jika hanya dilarang, anak kehilangan kesempatan untuk memahami alasan di balik keputusan tersebut.

"Anak tidak mendapatkan kesempatan untuk belajar menilai suatu kebutuhan secara rasional," ujar Vera.

Karena itu, orangtua perlu mengajak anak berdiskusi sebelum mengambil keputusan, termasuk menggali alasan mengapa anak menginginkan barang tersebut.

Baca juga: Mengapa Anak SD Mudah FOMO Barang Viral? Ini Penjelasan Psikolog

Mengikuti tren viral sering membuat anak SD mengalami FOMO. Psikolog menjelaskan penyebabnya serta cara orangtua menyikapinya.freepik Mengikuti tren viral sering membuat anak SD mengalami FOMO. Psikolog menjelaskan penyebabnya serta cara orangtua menyikapinya.

Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?

Vera menyarankan orangtua untuk membantu anak memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan sejak dini.

Ketika anak meminta parfum atau barang yang sedang viral, orangtua dapat mengajaknya berdiskusi mengenai manfaat barang tersebut dan alasan di balik keinginannya untuk membeli.

Selain itu, orangtua perlu membangun rasa percaya diri anak yang tidak bergantung pada barang yang dimiliki.

Apresiasi sebaiknya diberikan pada usaha, kemampuan, sikap baik, dan pencapaian anak, bukan semata-mata pada penampilan atau benda yang dimiliki.

Tak kalah penting, orangtua juga perlu menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika orangtua mampu menunjukkan sikap bijak dalam berbelanja dan tidak mudah terbawa tren, anak akan lebih mudah meniru perilaku tersebut.

Tag:  #anak #fomo #parfum #viral #yang #harus #dilakukan #orangtua

KOMENTAR