Penulis Novel Persepolis Marjane Satrapi Dikabarkan Meninggal karena Kesedihan
Seniman dan Penulis Novel ?Persepolis? Marjane Satrapi(AFP/MIGUEL RIOPA)
22:00
7 Juni 2026

Penulis Novel Persepolis Marjane Satrapi Dikabarkan Meninggal karena Kesedihan

Novel Persepolis merupakan guratan perjalanan kehidupan dan pencarian identitas yang melambungkan nama Marjane Satrapi di panggung sastra dan seni dunia.

Melalui memoar bergambar hitam-putih itu, Marjane yang lahir dari keluarga bangsawan menceritakan masa kecilnya di Iran serta Revolusi Islam 1979, menawarkan sisi baru dari Iran yang selama ini kerap kali dipandang melalui lensa politik dan konflik saja.

Kabar duka yang diumumkan oleh Kantor Kepresidenan Prancis pada Kamis (04/06) menyampaikan bahwa seniman, novelis grafis, sutradara film, sekaligus aktivis Iran-Prancis tersebut telah berpulang pada usia 56 tahun.

Kepada AFP, keluarganya menyebut Marjane meninggal karena "kesedihan", sekitar setahun setelah wafatnya sang suami, Mattias Ripa. Sementara itu, tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai penyebab kematiannya.

Baca juga: Buku The Beauty of Being an Entrepreneur, Inspirasi Sukses di Bisnis Kecantikan

Sosok Penulis Novel ‘Persepolis’ Marjane Satrapi

Tumbuh di tengah revolusi

Marjane lahir pada 1969 di Rasht, Iran, dan dibesarkan di Teheran. Ia tumbuh di tengah perubahan besar yang terjadi setelah Revolusi Iran 1979, periode yang kelak menjadi fondasi utama karya-karyanya.

Masa mudanya juga diwarnai oleh penangkapan, penganiayaan, dan eksekusi sejumlah anggota keluarga dan orang-orang terdekat akibat situasi politik saat itu.

Di usia remaja, orang tuanya mengirim Marjane ke Austria untuk melanjutkan pendidikan. Setelah sempat kembali ke Iran karena kerinduan mendalam terhadap rumah dan menempuh studi komunikasi visual di University of Tehran, ia akhirnya menetap di Prancis pada 1994 dan kemudian memperoleh kewarganegaraan Prancis pada 2006.

Baca juga: Gramedia Jalma, Tempat “Menepi” Bagi Pencinta Buku dan Kopi

Melahirkan Persepolis

Nama Marjane melejit setelah menerbitkan Persepolis pada 2000. Memoar autobiografis itu berkembang menjadi empat volume yang menceritakan masa kecilnya di Iran, kehidupan remajanya di Austria, sampai ke pergulatannya mencari identitas di antara dua budaya: tempatnya lahir atau tempatnya beranjak dewasa.

Kekuatan Persepolis yang ditulisnya, terletak pada kemampuannya melukiskan Iran dalam bingkai yang lebih manusiawi dari sekadar berita politik internasional. Bahwa Iran, tak ubahnya negara lain di penjuru dunia, dihuni oleh keluarga, persahabatan, humor, cinta, dan kehidupan sehari-hari.

Kesuksesan Persepolis tidak berhenti sampai di karya tulis saja, Marjane kemudian mengadaptasi kisah tersebut menjadi film animasi bersama Vincent Paronnaud pada 2007.

Baca juga: Lil Public, Para Kutu Buku Juga Bisa Tampil Keren dan Colorful

Film itu pun berhasil memenangkan Jury Prize di Festival Film Cannes dan masuk nominasi Academy Awards untuk kategori Film Animasi Terbaik. 

Setelah Persepolis, ia menyutradarai sejumlah film lain, termasuk Chicken with Plums, The Voices yang dibintangi oleh Ryan Reynolds, dan Radioactive yang mengangkat kisah ilmuwan Marie Curie dengan aktris Rosamund Pike sebagai pemerannya.

Tetap vokal hingga akhir hayat

Di luar dunia seni, Marjane dikenal sebagai sosok yang lantang dalam isu kebebasan perempuan, demokrasi, dan hak asasi manusia di Iran.

Baca juga: Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion

Marjane secara konsisten mengkritik represi yang dilakukan pemerintah Iran. Namun pada saat yang sama, ia juga tidak segan mengkritik sikap negara-negara Barat yang dianggapnya bersikap ambigu terhadap perjuangan rakyat Iran.

Misalnya saja, pada 2025, Marjane menolak menerima Legion d'Honneur, penghargaan tertinggi Prancis.

Terlepas dari kewarganegaraan Prancis yang disandangnya, menurutnya Prancis belum memberikan dukungan yang patut terhadap rakyat Iran yang memperjuangkan demokrasi.

Melalui pernyataan resmi, Kantor Kepresidenan Prancis mengumumkan bahwa Presiden Emmanuel Macron dan istrinya, Brigitte Macron, memberikan penghormatan terbesar kepada Marjane yang merupakan seorang seniman besar dan mengucapkan belasungkawa yang mendalam kepada keluarganya, orang-orang terdekatnya, dan semua orang yang mencintainya.

Tag:  #penulis #novel #persepolis #marjane #satrapi #dikabarkan #meninggal #karena #kesedihan

KOMENTAR