Grab Jadi Pemegang Saham Mayoritas Superbank, Apa Dampaknya?
Grab resmi menjadi pemegang saham mayoritas Superbank.(DOK. SUPA)
21:12
7 Juni 2026

Grab Jadi Pemegang Saham Mayoritas Superbank, Apa Dampaknya?

- Grab, melalui A5-DB Holdings dan GXS Pte. Ltd., resmi menjadi pemegang saham mayoritas PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) dengan total kepemilikan yang kini melampaui 50 persen. Langkah ini memperkuat posisi Grab dalam pengembangan layanan keuangan digital sekaligus memperluas akses pembiayaan melalui Superbank di Indonesia.

Peningkatan kepemilikan tersebut dilakukan melalui serangkaian transaksi di dalam ekosistem Grab, termasuk pembelian saham oleh A5-DB Holdings dan GXS Pte. Ltd. pada Mei 2026. Transaksi tersebut mengukuhkan Grab sebagai pemegang saham mayoritas Superbank.

Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan mengatakan, peningkatan kepemilikan Grab menjadi bentuk kepercayaan terhadap strategi pertumbuhan yang dijalankan perusahaan.

Baca juga: Grab Bantah Rumor Hengkang: Indonesia Bukan Sekadar Ekosistem...

“Kepercayaan Grab yang semakin besar terhadap Superbank merupakan validasi atas strategi pertumbuhan yang kami jalankan,” ujar Tigor dalam keterangan resmi, Sabtu (7/6/2026).

“Dukungan dari ekosistem Grab memungkinkan kami menghadirkan layanan perbankan yang lebih relevan, mudah diakses, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” lanjutnya.

Menurut Tigor, Superbank akan terus memperkuat inovasi produk, memperluas akses pembiayaan yang bertanggung jawab, serta menghadirkan pengalaman perbankan digital yang semakin seamless bagi jutaan masyarakat Indonesia.

Baca juga: Bantah Rumor Hengkang, Grab: Indonesia Rumah Kami Tumbuh Bersama Masyarakat

Indonesia Jadi Pasar Strategis

Grab menilai Indonesia sebagai salah satu pasar strategis di Asia Tenggara. Selama lebih dari satu dekade, perusahaan tersebut telah beroperasi melalui layanan mobilitas, pengantaran, dan pembayaran digital yang digunakan jutaan masyarakat.

Dengan status baru sebagai pemegang saham mayoritas Superbank, Grab menyatakan komitmennya untuk memperluas layanan keuangan digital yang inklusif dan relevan bagi masyarakat Indonesia.

CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, peningkatan kepemilikan di Superbank mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap prospek jangka panjang Indonesia.

Baca juga: Dukung Program Pemerintah, Superbank Bakal Fokus ke UMKM dan Ekosistem Digital

“Indonesia merupakan rumah bagi Grab dan merupakan ekosistem penting bagi kami. Kami telah hadir selama lebih dari 10 tahun dan telah menjadi bagian dari keseharian jutaan masyarakat Indonesia,” kata Neneng.

“Peningkatan kepemilikan di Superbank mencerminkan keyakinan kami terhadap potensi jangka panjang Indonesia serta peran penting layanan keuangan digital dalam memperluas akses ekonomi bagi masyarakat,” lanjutnya.

Neneng menambahkan, Grab bersama Superbank akan terus menghadirkan inovasi dan memperkuat ekosistem yang memberikan manfaat bagi mitra pengemudi, mitra UMKM, pengguna, dan masyarakat luas.

Baca juga: Superbank (SUPA) Tidak Bagikan Dividen ke Pemegang Saham, Ini Alasannya

Kredit dan Laba Tumbuh

Penguatan dukungan dari Grab disebut sejalan dengan pertumbuhan bisnis Superbank. Hingga April 2026, penyaluran kredit Superbank meningkat 55 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY).

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh integrasi yang semakin erat dengan ekosistem Grab dan OVO. Salah satu kontributor utamanya berasal dari produk Pinjaman Atur Sendiri yang tersedia langsung melalui aplikasi Grab dan OVO.

Melalui layanan tersebut, pengguna memperoleh akses pembiayaan yang lebih cepat, aman, dan mudah.

Di sisi profitabilitas, Superbank mencatat peningkatan kinerja yang signifikan. Pada periode empat bulan yang berakhir 30 April 2026, perusahaan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 142 miliar.

Nilai tersebut meningkat 1.529 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut perusahaan, pencapaian itu mencerminkan sinergi ekosistem yang semakin kuat, disiplin pengelolaan risiko, serta fokus dalam menghadirkan layanan keuangan digital yang relevan dan inklusif.

Ke depan, Superbank menyatakan akan terus menghadirkan inovasi produk dan layanan dengan dukungan ekosistem Grab dan OVO serta pemegang saham lainnya, yakni Emtek, GXS Bank, dan KakaoBank.

Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pembiayaan yang aman dan bertanggung jawab bagi lebih banyak masyarakat Indonesia.

Sebagai informasi, Superbank merupakan bank dengan layanan digital yang didukung oleh Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank, dan GXS. Hingga saat ini, Superbank memiliki lebih dari 6 juta nasabah.

Pada Desember 2025, Superbank resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham SUPA dan masuk dalam kategori Bank Umum berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2. Perusahaan mengusung fokus pada perluasan akses kredit bagi nasabah ritel dan UMKM melalui berbagai solusi digital dan kolaborasi dalam ekosistem yang dimilikinya.

Tag:  #grab #jadi #pemegang #saham #mayoritas #superbank #dampaknya

KOMENTAR