Rasa Diterima Ternyata Tidak Datang Begitu Saja, Ini Cara Membangunnya
Merasa diterima dan menjadi bagian dari suatu kelompok merupakan kebutuhan dasar manusia.
Namun, tidak sedikit orang yang pernah merasa asing di lingkungan baru, kesulitan menjalin pertemanan, atau merasa sendirian meski berada di tengah banyak orang.
Banyak orang menganggap rasa memiliki atau sense of belonging muncul secara alami ketika mereka menemukan lingkungan yang tepat.
Namun ternyata, rasa diterima sering kali bukan sesuatu yang datang begitu saja, melainkan sesuatu yang perlu dibangun melalui tindakan dan pengalaman sehari-hari.
Dikutip dari Psychology Today, psikolog Steven C. Hayes menjelaskan bahwa rasa memiliki bukan hanya perasaan yang pasif.
Sebaliknya, rasa tersebut berkembang ketika seseorang secara aktif terlibat dalam hubungan sosial dan komunitas di sekitarnya.
Mengapa rasa memiliki penting?
Rasa memiliki merupakan perasaan bahwa seseorang diterima, dihargai, dan menjadi bagian dari suatu kelompok atau komunitas.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan ini memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental, kesejahteraan emosional, hingga kepuasan hidup.
Ketika seseorang merasa memiliki tempat dalam lingkungan sosialnya, ia cenderung lebih bahagia, memiliki tingkat stres yang lebih rendah, dan lebih mampu menghadapi tantangan hidup.
Sebaliknya, kurangnya rasa memiliki dapat meningkatkan perasaan kesepian, isolasi sosial, hingga risiko gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.
Baca juga: 2 Kebiasaan Kecil yang Bisa Menjaga Perasaan Pasangan Menurut Psikolog
Rasa diterima tidak selalu muncul lebih dulu
Menurut Hayes, banyak orang terjebak dalam pola pikir bahwa mereka harus merasa percaya diri, nyaman, atau diterima terlebih dahulu sebelum mulai berinteraksi dengan orang lain.
Misalnya, seseorang mungkin berpikir, "Saya akan ikut bergabung jika sudah merasa cocok," atau "Saya akan mulai berbicara ketika sudah tidak gugup."
Padahal, pendekatan tersebut justru bisa membuat seseorang semakin menarik diri.
Menunggu perasaan nyaman muncul terlebih dahulu sering kali membuat kesempatan untuk membangun hubungan menjadi semakin sedikit.
Sebaliknya, rasa memiliki sering kali tumbuh setelah seseorang berani mengambil langkah kecil untuk terhubung dengan orang lain, meskipun masih merasa canggung atau tidak yakin.
Fleksibilitas psikologis berperan penting
Hayes mengutip penelitian yang melibatkan lebih dari 16.000 mahasiswa di Amerika Serikat.
Hasilnya menunjukkan bahwa individu yang memiliki fleksibilitas psikologis lebih tinggi cenderung memiliki rasa memiliki yang lebih kuat.
Fleksibilitas psikologis adalah kemampuan untuk tetap bertindak sesuai nilai dan tujuan hidup meskipun sedang menghadapi emosi yang tidak nyaman, seperti rasa takut, cemas, atau malu.
Dengan kata lain, seseorang tidak perlu menunggu rasa gugup hilang sebelum menyapa orang baru. Ia bisa tetap bertindak sesuai tujuan untuk membangun hubungan meskipun perasaan tidak nyaman masih ada.
Kemampuan inilah yang membantu seseorang menciptakan lebih banyak kesempatan untuk terhubung dengan orang lain.
Cara membangun rasa diterima
Membangun rasa memiliki tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu memperkuat hubungan sosial:
1. Mulai dari interaksi kecil
Menyapa tetangga, berbincang singkat dengan rekan kerja, atau mengirim pesan kepada teman lama dapat menjadi langkah awal yang berarti.
Interaksi sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu membangun kedekatan dari waktu ke waktu.
2. Berpartisipasi dalam kegiatan bersama
Mengikuti komunitas, kegiatan sukarela, kelompok olahraga, atau kelas sesuai minat dapat membuka peluang untuk bertemu orang-orang dengan ketertarikan yang sama.
Kesamaan pengalaman sering kali menjadi dasar terbentuknya hubungan yang lebih kuat.
3. Jangan menunggu sempurna
Merasa gugup saat memasuki lingkungan baru adalah hal yang wajar. Alih-alih menunggu rasa percaya diri muncul sepenuhnya, cobalah tetap hadir dan terlibat.
Semakin sering seseorang berinteraksi, semakin besar kemungkinan rasa nyaman berkembang secara alami.
4. Fokus pada hubungan, bukan penilaian
Ketika bertemu orang baru, banyak orang terlalu fokus pada bagaimana mereka dinilai.
Padahal, hubungan yang sehat lebih mudah terbentuk ketika perhatian diarahkan pada rasa ingin tahu dan keterhubungan dengan orang lain.
Mengajukan pertanyaan dan mendengarkan dengan tulus dapat membantu menciptakan kedekatan yang lebih bermakna.
Baca juga: 5 Hal yang Dibutuhkan Seseorang agar Nyaman Saat Curhat Menurut Psikolog
Rasa memiliki adalah proses
Pada akhirnya, rasa diterima bukan sesuatu yang harus ditunggu. Perasaan tersebut sering kali tumbuh melalui tindakan-tindakan kecil yang dilakukan secara berulang.
Membangun hubungan, hadir dalam komunitas, dan tetap terbuka terhadap interaksi sosial dapat membantu seseorang menemukan tempatnya di tengah lingkungan sekitar.
Tag: #rasa #diterima #ternyata #tidak #datang #begitu #saja #cara #membangunnya