Aktivis Kontras Disiram Air Keras, Anies: Aksi Terorganisir
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ditemui usai Open House Lebaran 2026 di kediamannya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (21/3/2026) malam.(KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA)
07:22
22 Maret 2026

Aktivis Kontras Disiram Air Keras, Anies: Aksi Terorganisir

- Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menilai penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras Andrie Yunus tidak mungkin dilakukan oleh satu atau dua orang secara sporadis.

Ia mengatakan peristiwa tersebut menunjukkan adanya indikasi kuat keterlibatan pihak yang lebih luas dan terorganisir.

Baca juga: Anies Sebut Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Bukan Kriminal Biasa

“Dari awal ini bukan kriminal biasa. Dan tidak mungkin hanya dikerjakan oleh 1-2 orang secara sporadik. Dan itu juga disampaikan Pak Novel, ini terlihat sekali bahwa itu terencana, terorganisir,” kata Anies ditemui usai open house Lebaran 2026 di kediamannya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (21/3/2026) malam.

Menurut Anies, Andrie merupakan sosok yang sejak awal aktif bersama sejumlah aktivis lain dalam menyuarakan tanda-tanda kemunduran demokrasi.

Dia memandang serangan tersebut sebagai bentuk ancaman terhadap kebebasan berpendapat.

“Lagi-lagi kita harus melihat ini sebagai sebuah ancaman bagi demokrasi,” ujarnya.

Anies menegaskan, negara harus hadir untuk memastikan perlindungan terhadap kebebasan berbicara dan menegakkan keadilan.

Ia meminta agar proses hukum tidak berhenti pada pelaku lapangan, melainkan menelusuri hingga pihak yang memberi perintah.

Baca juga: Air Keras dan Modernitas yang Belum Selesai

“Peristiwa ini harus diselidiki sampai pada pemberi perintahnya. Dan harus dielaborasi mengapa ada perintah itu, mengapa sampai ada perintah itu, mengapa sampai ada tugas itu,” kata Anies.

Ia juga sependapat dengan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut serangan tersebut sebagai bentuk terorisme.

Menurut Anies, komitmen Presiden untuk mengusut kasus ini harus dijalankan oleh seluruh aparat penegak hukum.

“Bahwa Pak Presiden bersikap ingin melindungi demokrasi, aparat di bawahnya harus menjalankan arahan Presiden,” pungkasnya.

Baca juga: Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras ke Aktivis Tindakan Terorisme: Biadab!

Diketahui, dari hasil pengusutan, sebanyak empat prajurit TNI terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras tersebut.

“Keempat yang diduga pelaku ini adalah Denma Bais TNI,” ujar Danpuspom TNI Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Yusri Nuryanto dalam jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu.

Yusri memaparkan empat inisial oknum TNI tersebut adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

Baca juga: Komnas HAM Akan Panggil Panglima TNI Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

“Matranya dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara,” ujar dia.

Keempat prajurit tersebut sudah diamankan dan ditahan di Pomdam Jaya.

Kendati demikian, Yusri belum mengumumkan peran dan motif penyiraman air keras terhadap aktivis tersebut.

“Jadi kita masih mendalami motifnya,” tegas dia.

Tag:  #aktivis #kontras #disiram #keras #anies #aksi #terorganisir

KOMENTAR