Menanti Hasil Penyidikan Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS...
Dua pengendara motor berboncengan diduga menyiram air keras ke arah Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, di Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam. Media Asing Soroti Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras: Sebar Rasa Takut untuk Membungkam Suara Kritis(Tangkapan layar video)
05:34
25 Maret 2026

Menanti Hasil Penyidikan Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS...

- Empat prajurit Badan Intelijen Strategis (Bais) Tentara Nasional Indonesia (TNI) terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Hal itu diketahui usai Pusat Polisi Militer (Puspom) Markas Besar (Mabes) TNI menerima penyerahan tersangka dan mengumumkannya ke publik pada 18 Maret 2026 pukul 14.00 WIB.

Dari pengumuman itu terungkap bahwa Puspom TNI telah menahan empat prajurit Bais TNI berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES, sebelum dipindahkan ke Pomdam Jaya.

Mereka berasal dari matra TNI Angkatan Laut (AL) dan TNI Angkatan Udara (AU).

Baca juga: Dugaan Keterlibatan Anggota BAIS TNI di Kasus Andrie Yunus Dinilai Langgar Fungsi Intelijen

Sebanyak dua dari empat tersangka merupakan eksekutor penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Namun, dua lainnya masih dalam proses pemeriksaan.

Kendati demikian, Puspom TNI belum mengungkapkan peran secara detail, motif, hingga kronologi lengkap penyerangan tersebut.

Puspom TNI memastikan bahwa mereka menyelidiki dalang di balik penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Perkembangan

Setelah enam hari pengumuman keterlibatan empat anggota Bais TNI, Puspom TNI rupanya masih memeriksa para prajurit tersebut.

"Sampai saat ini proses penyidikan terhadap 4 personel yang diduga melakukan penganiayaan terhadap saudara AY sedang berjalan," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia, dalam keterangannya, Senin (23/3/2026).

Dengan begitu, perwira tinggi (Pati) TNI itu meminta publik menunggu hasil penyidikan yang tengah berlangsung.

"Mohon menunggu sampai seluruh proses penyidikan oleh penyidik dari Puspom TNI selesai dilaksanakan," ujar Aulia.

Dalang harus diungkap

Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Mafirion meminta kepolisian mengungkap dalang di balik kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Mafirion mendorong agar motif dalam kasus ini juga diungkap secara transparan.

"Kami mengapresiasi pengungkapan pelaku. Namun, penanganan kasus ini tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan semata. Aparat penegak hukum harus mengungkap siapa aktor intelektual di balik peristiwa ini, sekaligus membuka secara terang motif dari aksi kekerasan tersebut,” ujar Mafirion, dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).

Baca juga: Bais TNI Siram Air Keras ke Andrie Yunus, Pengamat: Kemungkinan Pengaruh Aktor Lebih Tinggi

Mafirion mengatakan, pengungkapan dalang dan motif dalam kasus Andrie menjadi kunci guna memastikan keadilan substantif, bukan sekadar keadilan prosedural.

Jika aktor intelektualnya tidak diungkap, kata Mafirion, penegakan hukum berpotensi tidak menyentuh akar persoalan.

"Jika hanya pelaku di lapangan yang diproses, maka ada risiko praktik serupa terulang. Mengungkap dalang berarti memutus rantai kekerasan dan memberikan efek jera yang lebih kuat,” ujar dia.

Tidak ada reduksi

Kementerian HAM meminta pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dilakukan secara tuntas, terang benderang, serta dipastikan tidak ada reduksi atau distorsi dalam prosesnya.

“Kasus ini merupakan batu uji atas kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia, untuk itu harus dipastikan tidak terjadi reduksi maupun distorsi dalam kasus ini,” ujar Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM Munafrizal Manan, dalam keterangan resminya, Kamis (19/3/2026).

Munafrizal meminta agar TNI dan Polri bekerja sama untuk mengusut kasus yang terjadi.

Baca juga: 4 Anggota Bais TNI Terlibat Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Polisi Koordinasi

Dia berharap, penyidikan dilakukan secara transparan hingga kasus ini tuntas.

“Hendaknya proses penegakan hukum dilakukan secara sinergis antara Polri dan TNI guna mengungkap kasus ini secara terang benderang dan tuntas,” kata Munafrizal.

Munafrizal meminta agar pengusutan kasus dilakukan berdasarkan fakta dan bukti yang ada di lapangan.

Penyidik dari Polri maupun TNI diharapkan bisa melakukan penyidikan secara profesional dan akuntabel.

Tag:  #menanti #hasil #penyidikan #penyiraman #keras #aktivis #kontras

KOMENTAR