Tegur Keras Pria yang Joget-Pamer Dapat Insentif Rp 6 Juta/Hari dari MBG, BGN: Kenapa Overacting?
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Gedung Kejagung, Jakarta, Selasa (17/3/2026).(KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA)
15:14
25 Maret 2026

Tegur Keras Pria yang Joget-Pamer Dapat Insentif Rp 6 Juta/Hari dari MBG, BGN: Kenapa Overacting?

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegur Hendrik Irawan, pria pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Cimahi, Jawa Barat, yang viral karena berjoget sambil memamerkan dirinya menerima Rp 6 juta per hari dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dadan meminta Hendrik untuk segera minta maaf ke publik. "Sudah kami tegur. Dan sekaligus agar yang bersangkutan meminta maaf ke publik," ujar Dadan kepada Kompas.com, Rabu (25/3/2026).

Dihubungi terpisah, Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang menyebut Hendrik sudah ditemui oleh Direktur Pemantauan dan Pengawasan BGN, dan ditegur keras.

Nanik menyebut BGN menyayangkan aksi Hendrik yang berjoget di SPPG itu.

"Sudah ditegur keras. Yang jelas kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap mitra yang demikian," kata Nanik.

Baca juga: Presiden Minta Peningkatan Pelayanan Gizi MBG, Kepala BGN Siapkan Sertifikasi

Lebih jauh, Nanik juga menyoroti Hendrik yang berjoget di dalam SPPG tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD).

Dia heran mengapa Hendrik bisa overacting sampai berjoget-joget seperti itu. "Mengapa harus overacting seperti itu?" ujarnya.

Kini, SPPG milik Hendrik telah ditutup sementara atau di-suspend oleh BGN.

"Kebetulan setelah dicek dapurnya ternyata layout-nya salah. Dan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)-nya tidak benar, jadi kita suspend," imbuh Nanik.

Klarifikasi Hendrik

Dilansir dari Tribunnews, Hendrik menanggapi berbagai tudingan miring netizen.

Hendrik memberikan klarifikasi mengenai sumber modal pembangunan fasilitas miliknya yang mencapai angka miliaran rupiah.

Hendrik menegaskan, dapur SPPG yang ia kelola dibangun menggunakan dana pribadi, bukan dari anggaran negara.

Ia mengeklaim telah merogoh kocek hingga Rp 3,5 miliar untuk membuat mendukung program nasional tersebut.

"Saya buatnya (dapur SPPG) sampai Rp 3,5 miliar, jadi dari bapak presiden menghargai, akhirnya dibangunlah SPPG yang awalnya modal saya," ungkap Hendrik Irawan dalam video di akun TikTok pribadinya.

Terkait angka Rp 6 juta yang ramai diperbincangkan, Hendrik meluruskan bahwa nilai tersebut merupakan insentif bangunan bagi seluruh mitra yang bergabung, bukan penghasilan pribadi semata.

Baca juga: Pesan Khusus Prabowo kepada BGN: Tingkatkan Kualitas Dapur MBG

Meski menerima jutaan rupiah per hari, ia mengaku saat ini belum mencapai titik balik modal (break even point).

"Yang menerima Rp 6 juta tuh bukan saya, semua mitra yang bergabung dengan program semua menerima Rp 6 juta, itu untuk insentif bangunan yang kami buat," pungkas Hendrik.

Menghadapi kecurigaan publik, Hendrik menyatakan dirinya sangat terbuka jika pihak berwenang ingin melakukan pemeriksaan keuangan terhadap operasional SPPG miliknya.

Merasa nama baiknya tercoreng, Hendrik tak tinggal diam.

Ia telah mendatangi Polres Cimahi untuk melaporkan akun-akun yang menyebarkan berita bohong (hoaks).

"Ada dua akun yang saya laporkan. Ke satu, akun yang meng-up tanpa seizin saya, dan itu sudah masuk ke ranah hukum."

"Kedua, ada Instagram yang membabi buta, mencaci maki saya tanpa dasarnya ada bukti, itulah delik aduannya," kata Hendrik.

Ia menilai, narasi yang beredar telah melenceng dari petunjuk teknis (juknis) yang ada.

"Tanggal 26 saya akan resmi melaporkan, pertama yang meng-up tentang video saya yang saya mendapat insentif SPPG Rp 6 juta, lalu salah saya di mana?"

"Dari juknis BGN itu sudah dituangkan, bahwa mitra berhak menerima insentif Rp 6 juta perhari."

"Si orang ini membuat narasi tidak baik, bahwa saya joget-joget menerima uang Rp 6 juta," sambungnya.

Tag:  #tegur #keras #pria #yang #joget #pamer #dapat #insentif #jutahari #dari #kenapa #overacting

KOMENTAR