Pengamat: Penuntasan Kasus Andrie Yunus Jadi Pertaruhan Kepercayaan Publik
Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS Andrie Yunus saat ditemui di Gedung YLBHI, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)
15:14
27 Maret 2026

Pengamat: Penuntasan Kasus Andrie Yunus Jadi Pertaruhan Kepercayaan Publik

- Pengamat Militer Aris Santoso mengatakan bahwa TNI harus transparan dalam menangani keterlibatan empat anggota BAIS TNI dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Sebab, kasus ini menjadi perhatian publik dan bahkan komunitas internasional.

Baca juga: Menanti Hasil Penyidikan Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS...

“TNI perlu transparan kepada publik soal pengungkapan kasus ini. Ini adalah sebuah pertaruhan kepercayaan,” ujar dia saat dihubungi Kompas.com, Jumat (27/3/2026).

Dia juga mendorong TNI agar memberikan ruang kepada masyarakat untuk mengawal pengungkapan kasus.

Aris menekankan bahwa apresiasi harus diberikan kepada elemen elemen masyarakat sipil.

Pasalnya, pengunduran diri Letjen TNI Yudi Abrimantyo sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dapat dibaca sebagai respons lembaga militer terhadap desakan publik.

Baca juga: Aktivis Kontras Disiram Air Keras, Anies: Aksi Terorganisir

“Tanpa kawalan elemen masyarakat sipil, belum tentu kemajuan pengungkapan kasus bisa secepat ini,” tegas dia.

Ia menambahkan, kasus ini dapat menjadi pembelajaran penting, terutama terkait penerapan pengadilan koneksitas.

Maka dari itu, komitmen politik atau political will dari TNI masih diperlukan.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak empat prajurit Badan Intelijen Strategis (Bais) Tentara Nasional Indonesia (TNI) terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Hal itu diketahui usai Pusat Polisi Militer (Puspom) Markas Besar (Mabes) TNI menerima penyerahan tersangka dan mengumumkannya ke publik pada 18 Maret 2026 pukul 14.00 WIB.

Dari pengumuman itu terungkap bahwa Puspom TNI telah menahan empat prajurit Bais TNI berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES sebelum dipindahkan ke Pomdam Jaya.

Baca juga: Polisi Ungkap Identitas 2 Penyiram Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

Mereka berasal dari matra TNI Angkatan Laut (AL) dan TNI Angkatan Udara (AU). Sebanyak dua dari empat tersangka merupakan eksekutor penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Namun, dua lainnya masih dalam proses pemeriksaan.

Kendati demikian, Puspom TNI belum mengungkapkan peran secara detail, motif, hingga kronologi lengkap penyerangan tersebut.

Puspom TNI memastikan bahwa mereka menyelidiki dalang di balik penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Terkini, Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Letjen TNI Yudi Abrimantyo mundur dari jabatannya usai kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Tag:  #pengamat #penuntasan #kasus #andrie #yunus #jadi #pertaruhan #kepercayaan #publik

KOMENTAR