Polisi Sebut Tak Ada Warga Sipil yang Terlibat Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS Andrie Yunus saat ditemui di Gedung YLBHI, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025).((KOMPAS.com/FIRDA JANATI))
12:58
31 Maret 2026

Polisi Sebut Tak Ada Warga Sipil yang Terlibat Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin memastikan tidak ada warga sipil yang terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.

Walhasil, polisi pun melimpahkan kasus Andrie Yunus ke Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI, mengingat pelaku yang terlibat adalah prajurit Badan Intelijen Strategis (BAIS).

"Tadi sudah kami sampaikan proses penyerahan kepada Puspom, sudah kami lakukan. Dan sampai dengan proses penyerahan, kami belum menemukan adanya keterlibatan dari sipil sampai dengan proses penyerahan," ujar Iman dalam rapat Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Iman kemudian mengajak semua pihak ikut mendoakan kesembuhan Andrie Yunus.

Baca juga: Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke Puspom TNI Dikritik TAUD: Tak Ada Dasar Hukum

Dia berharap, Andrie Yunus dapat diberi kesembuhan dan beraktivitas kembali seperti biasa.

"Kami mengucapkan terima kasih atas seluruh masukan dan koreksi yang akan menjadikan satu pedoman dan obat bagi kami, untuk kami berbuat lebih baik lagi dalam pelayanan kepada masyarakat bangsa negara," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman meminta agar polisi melindungi keluarga hingga organisasi Andrie Yunus.

"Saya pikir perlindungan ke Andrie Yunus keluarganya, organisasinya, dan pihak-pihak terkait, nanti secara teknis ya," kata Habiburokhman.

"Siap, sudah kami koordinasikan dengan LPSK, pimpinan," imbuh Iman.

Kronologi Andrie Yunus disiram air keras

Andrie Yunus disiram air keras oleh prajurit Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI di Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam.

Baca juga: KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus: Masih di HCU, Sangat Tidak Baik-baik Saja

Sejauh ini, baru ada empat prajurit TNI yang menjadi tersangka.

Lalu, Kepala BAIS TNI Letjen Yudi Abrimantyo mundur dari jabatannya.

Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya mengatakan, serangan itu mengakibatkan Andrie mengalami luka pada sejumlah bagian tubuh.

"Terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," ungkap Dimas kepada Kompas.com, Jumat (13/3/2026).

Andrie kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Dimas menjelaskan, peristiwa penyiraman air keras itu terjadi sesaat setelah Andrie selesai syuting siniar bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” yang digelar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Jakarta.

"Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie Yunus usai melakukan perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) bertajuk 'Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia' yang rampung pada sekitar pukul 23.00 WIB," terang Dimas.

Setelah kegiatan tersebut, Andrie meninggalkan lokasi dan mengendarai sepeda motor miliknya.

Baca juga: Polisi Limpahkan Kasus Andrie Yunus Disiram Air Keras ke Puspom TNI

Sekitar pukul 23.37 WIB, saat melintas di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat, dua orang pelaku menghampiri korban dari arah berlawanan menggunakan sepeda motor.

"Pelaku merupakan dua orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang," kata Dimas.

Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah Andrie hingga mengenai sebagian tubuh korban.

Akibat serangan tersebut, Andrie berteriak kesakitan dan menjatuhkan sepeda motor yang dikendarainya.

Korban kemudian segera dibawa ke rumah sakit terdekat di Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis darurat, terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut.

Dimas mengatakan, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang atau dirampas saat kejadian.

Tag:  #polisi #sebut #warga #sipil #yang #terlibat #penyiraman #keras #andrie #yunus

KOMENTAR