Kapten Inf Aditya dan Sertu Nur Ichwan Gugur di Lebanon, Kendaraan yang Ditumpangi Meledak
Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah saat ditemui di Balai Media TNI, Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026). (KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)
13:14
31 Maret 2026

Kapten Inf Aditya dan Sertu Nur Ichwan Gugur di Lebanon, Kendaraan yang Ditumpangi Meledak

- Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur di Lebanon Selatan atau wilayah penugasan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), pada Senin (30/3/2026).

Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah mengatakan, insiden terjadi saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) sedang mengawal konvoi Combat Support Service Unit (CSSU).

Pengawalan dilakukan untuk mendukung perjalanan dari Markas Sektor Timur UNIFIL di United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Markas Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.

“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, di mana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan,” kata Aulia, dalam siaran pers, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Mabes Ungkap Identitas 2 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Saat Konvoi: Kapten Zulmi dan Sertu Muhammad

“Serta dua lainnya mengalami luka yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon,” tambah dia.

Insiden tersebut terjadi setelah Kemhan dan Mabes TNI mengumumkan empat anggota yang menjadi korban akibat serangan Israel terhadap Hizbullah, pada Minggu (29/3/2026).

Rinciannya, satu gugur dan tiga lainnya luka-luka.

“Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi, TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontingensi dihadapkan pada dinamika di Daerah Misi Lebanon,” tegas dia.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak delapan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi korban di Lebanon Selatan, berdasarkan data terbaru dari Kementerian Pertahanan RI, pada Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Komisi I Ungkap Penyebab 2 Prajurit Gugur di Lebanon: Terkena Ranjau, Diserang Saat Dievakusi

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, situasi keamanan di wilayah penugasan mengalami eskalasi dalam beberapa hari terakhir.

“Pada 29 Maret 2026, satu prajurit TNI gugur dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat dampak konflik yang terjadi di wilayah operasi,” kata Rico, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (31/3/2026).

“Dalam insiden tersebut (pada 30 Maret 2025) dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka berat,” tambah dia.

Rico memastikan bahwa para prajurit yang mengalami luka saat ini dalam penanganan medis intensif di Beirut.

Baca juga: Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PKS Desak Evaluasi Keanggotaan RI di BoP

Rico menjelaskan, para korban saat itu tengah menjalankan tugas pengawalan untuk mendukung kegiatan operasional UNIFIL.

Hingga kini, penyebab pasti kejadian masih diselidiki oleh pihak UNIFIL sesuai mekanisme yang berlaku.

Tag:  #kapten #aditya #sertu #ichwan #gugur #lebanon #kendaraan #yang #ditumpangi #meledak

KOMENTAR