KSAL Jamin Pelayaran KRI Bima Suci Aman di Tengah Situasi Global Memanas
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menjamin keselamatan taruna dalam pelayaran KRI Bima Suci di tengah situasi global yang memanas.
Ali mengatakan, pelayaran muhibah Kartika Jala Krida (KJK) 2026 di KRI Bima Suci telah direncanakan ke negara-negara yang dinilai aman.
“Kita sudah koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan dengan para Duta Besar yang ada di sana, dengan para Atase Pertahanan maupun Atase Militer dan Atase Angkatan Laut yang ada di sana, dan dipastikan mereka aman,” ujar Ali di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: KSAL Lepas Keberangkatan KRI Bima Suci, Berlayar 124 Hari Menuju 8 Negara
Adapun KRI Bima Suci akhirnya berlayar dari Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (31/3/2026).
Ini merupakan misi diplomasi pelayaran Kartika Jala Krida (KJK) 2026 dengan jarak tempuh 16.877 Nautical Mile (NM) selama 124 hari dan bakal singgah ke 8 negara sahabat.
Sebanyak 79 taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) bersama perwira pendamping dan kru KRI Bima Suci serta 52 delegasi ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) dari 24 negara, baik ASEAN maupun non-ASEAN, mengikuti pelayaran ini sehingga total peserta di atas kapal mencapai 131 orang.
Ali menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan melatih para taruna angkatan laut dari berbagai negara dalam membangun jejaring diplomasi guna mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara sahabat.
Baca juga: Merah Putih Berkibar di Selat Malaka, TNI AL Gelar Upacara di KRI Bima Suci
"Mereka semua merasa sangat senang untuk bisa bergabung membangun persahabatan di antara para pelaut, jadi membangun Seaman Brotherhood di antara mereka," kata Ali.
Para taruna berperan sebagai duta bangsa dengan memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional, sekaligus menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pendidikan di AAL.
Pelayaran ini menjadi ajang strategis untuk mengasah kemampuan profesional, memperluas wawasan kebangsaan, serta memperkuat hubungan diplomatik melalui soft power maritim dengan negara sahabat.
Baca juga: TNI AL Lepas KRI Bima Suci ke Padang, Bawa Puluhan Kadet AAL dan Mancanegara
Perwira tinggi (Pati) TNI AL bintang empat itu merincikan, delapan negara sahabat yang hendak disinggahi KRI Bima Suci meliputi Sri Lanka, Singapura, Vietnam, Cina, Korea Selatan, Rusia, dan Jepang.
“(Pelayaran KRI Bima Suci juga) di Indonesia, ke beberapa kota (seperti) Bitung, Belawan, dan lain-lain,” ungkap Ali.
Ali menambahkan, selama menjalankan kunjungan diplomasi, para taruna angkatan laut diharapkan menyerap pengetahuan dari negara yang dikunjungi untuk memperkaya wawasan setiap prajurit.
Selain itu, mereka juga akan mempelajari navigasi dan astronomi selama pelayaran guna meningkatkan kemampuan berlayar.
Melalui kegiatan ini, Ali berharap hubungan TNI dengan negara sahabat peserta KJK semakin erat serta para taruna memperoleh ilmu yang bermanfaat bagi kemajuan maritim dunia.
Tag: #ksal #jamin #pelayaran #bima #suci #aman #tengah #situasi #global #memanas