Timur Tengah Masih Bergejolak, Menhaj: Persiapan Haji Sudah Selesai
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Irfan Yusuf atau Gus Irfan saat ditemui di Menara Kompas, Jakarta, Selasa (31/3/2026).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)
16:06
31 Maret 2026

Timur Tengah Masih Bergejolak, Menhaj: Persiapan Haji Sudah Selesai

- Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyatakan persiapan pemberangkatan haji sudah selesai sementara situasi di Timur Tengah masih bergejolak.

"Semua persiapan di Saudi juga sudah selesai. Hari ini Wakil Menteri Haji sedang berada di Saudi juga untuk memastikan semua persiapan-persiapan itu. Alhamdulillah semua berjalan dengan baik," kata Irfan di Menara Kompas, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Dia menangkap kegelisahan calon jemaah haji 1447 Hijriah atau 2026 yang bakal berangkat di tengah situasi dinamika geopolitik global Timur Tengah.

Irfan menyampaikan, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar saat ini sedang berada di Tanah Suci guna mempersiapakan segala aspek pelaksanaan ibadah haji.

Baca juga: Wamenhaj Matangkan Logistik Haji 2026, Antisipasi Kenaikan Bahan Bakar Imbas Konflik Timur Tengah

Irfan yakin, semua persiapan sampai dengan hari ini telah selesai, termasuk penerbitan visa haji untuk jemaah Indonesia yang sudah mendekati 100 persen.

"Kami berharap situasinya juga masih seperti ini, tidak terganggu dengan persiapannya," jelasnya.

Menhaj mengatakan, rencana jadwal keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun ini masih sesuai dengan persiapan awal atau on track.

"Kami harapkan tanggal 21 April jemaah haji kloter pertama sudah masuk asrama haji, tanggal 22 berangkat ke tanah suci," imbuhnya.

Baca juga: Wamenhaj Tinjau Layanan Kesehatan Haji di Makkah untuk Pastikan Pelayanan Optimal

Irfan melanjutkan, salah satu bagian dari keselamatan dan keamanan jemaah haji adalah kesiapan logistik selama di Tanah Suci.

"Jemaah haji aman tapi makanannya enggak tercapaikan juga artinya enggak selamat juga, enggak aman juga. Itu menjadi pertimbangan kami juga untuk memastikan bahwa logistik jemaah haji bisa terpenuhi semuanya," tegasnya.

Harga avtur melonjak berpotensi tambah biaya

Menhaj akui bahwa harga avtur melonjak akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang kemungkinan dapat memicu potensi kenaikan harga tiket pesawat.

"Kemungkinan potensi tambahan biaya memang ada. Misalkan hari ini avtur sudah naik, walaupun kita sudah berkontrak dengan maskapai penerbangan beberapa bulan lalu," tuturnya.

Ia menjelaskan, kemungkinan biaya naik itu disebabkan karena perbedaan jalur di mana akan memerlukan tambahan waktu terbang.

"Otomatis memerlukan tambahan biaya. Tapi InsyaAllah kita akan berusaha keras tidak perlu menambah biaya ke jemaah. Kamu upayakan sumber-sumber lain yang mungkin masih bisa kita upayakan nantinya," tuturnya.


Sesuai amanat Presiden RI Prabowo Subianto, Irfan menegaskan bahwa Kemenhaj terus memantau situasi keamanan demi memastikan keselamatan serta kenyamanan jemaah.

"Mudah-mudahan semua on schedule sehingga berita-berita yang mengatakan ada perubahan, ada ketidakberangkatan dan sebagainya, mudah-mudahan tidak terbukti nantinya," tuturnya.

Tag:  #timur #tengah #masih #bergejolak #menhaj #persiapan #haji #sudah #selesai

KOMENTAR