Jaga Perdamaian di Lebanon, Total 3 Prajurit TNI Gugur dan 8 Terluka dalam Sepekan
- Jumlah Prajurit TNI yang terkena serangan terus bertambah. Terbaru, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) melaporkan tiga prajurit penjaga perdamaian Indonesia kembali terluka akibat ledakan di El Addaiseh, Lebanon selatan, pada Jumat (3/4/2025).
Tiga prajurit ini berbeda dari tiga prajurit lain yang akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat serangan Israel.
Satu prajurit Praka Dua atas nama Farizal Rhomadhon, tewas setelah terkena serangan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3/2026).
Baca juga: KSAD Maruli Jamin Keamanan dan Keselamatan Prajurit TNI di Lebanon
Dua prajurit lainnya tewas keesokan harinya pada Senin (30/3/2026) setelah konvoi pasukan dikawal mereka, diserang. Mereka adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Di sisi lain, ada lima prajurit lagi yang terluka. Mereka adalah Letnan Satu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, Prajurit Kepala (Praka) Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.
Jadi Daftar Panjang
Adapun korban tiga prajurit tambahan pertama kali dinyatakan langsung oleh Juru Bicara UNIFIL Kandice Ardiel yang disampaikan kembali oleh Pusat Informasi PBB di Indonesia (UNIC).
Juru Bicara UNIFIL menyatakan, insiden tersebut terjadi setelah ledakan tidak terhindarkan di dalam fasilitas PBB di El-Adeisse. Dua di antaranya mengalami luka serius.
Karena hal itu, mereka akhirnya dievakuasi ke rumah sakit. Di sisi lain, UNIFIL masih mencari tahu asal-usul ledakan.
"Ini merupakan pekan yang sulit bagi para penjaga perdamaian yang bertugas di sekitar bagian tengah wilayah operasi UNIFIL," jelas Kandice Ardiel dalam keterangannya.
Baca juga: Menlu Sebut Penyebab 3 Prajurit TNI Terluka di Lebanon Masih Diusut
"Kami menyampaikan harapan terbaik kami agar seluruh korban luka dapat pulih sepenuhnya dan secepatnya," tutur Kandice.
Insiden ini sekaligus menambah panjang daftar prajurit yang terluka akibat serangan beberapa hari terakhir.
Kemlu Minta Usut
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI tidak tinggal diam. Kemlu meminta agar Dewan Keamanan PBB segera mengusut seluruh insiden terhadap UNIFIL.
Kemlu juga meminta Dewan Keamanan PBB segera melangsungkan pertemuan antara negara kontributor pasukan UNIFIL untuk melakukan review dan mengambil tindakan penguatan perlindungan terhadap pasukan yang bertugas di UNIFIL.
Menurut Kemlu, penyelidikan perlu dilakukan untuk mengungkap fakta dari insiden yang terjadi, di tengah serangan Israel ke Lebanon.
"Indonesia kembali menyerukan dilakukannya penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta, termasuk kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab, dan menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan," tegas Kemlu dalam keterangannya.
Baca juga: 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Akan Dimakamkan Secara Militer
Kemlu lalu menekankan, keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar.
Setiap tindakan yang membahayakan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban.
Indonesia menyatakan, ledakan ini adalah insiden serius ketiga yang melibatkan pasukan penjaga perdamaian Indonesia di UNIFIL dalam kurun waktu satu minggu terakhir.
Operasi militer Israel yang terus berlanjut di Lebanon selatan, termasuk pernyataan untuk mempertahankan keberadaan Israel, beresiko mendestabilisasi situasi dan terus membahayakan personel pasukan perdamaian PBB.
"Serangan atau insiden yang terjadi berulang kali seperti ini tidak dapat diterima. Terlepas dari apapun penyebabnya, kejadian ini menggarisbawahi pentingnya penguatan segera perlindungan bagi pasukan perdamaian PBB di tengah situasi konflik yang semakin berbahaya," tegas Kemlu.
Masuk Bunker
Untuk meminimalisir korban, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sudah memberikan perintah saat melakukan videocall dengan Komandan Satuan Tugas (Satgas) Yonmek XXIII-S/UNIFIL di Lebanon, Jumat (3/4/2026).
Panglima meminta penjaga perdamaian untuk tetap berada di dalam bunker dan menghentikan seluruh aktivitas di luar markas.
“Jaga moral prajurit yang ada di sana, tetap melaksanakan pengamanan intern, masuk ke bunker-bunker dan tidak ada kegiatan yang lagi ke luar,” ujar Agus dikutip dari akun Instagram pribadinya, Sabtu (4/4/2026).
Agus menyebut, menjaga semangat prajurit di tengah situasi yang memanas sangat penting.
Relokasi pos
Di sisi lain, Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mendesak evaluasi menyeluruh sistem keamanan pasukan TNI di Lebanon, menyusul kembali terjadinya serangan yang melukai tiga prajurit penjaga perdamaian asal Indonesia.
Dia meminta Mabes TNI segera meninjau ulang prosedur operasional serta perlindungan personel di lapangan, dan merelokasi posisi pos ke zona lebih aman agar kejadian serupa tidak terulang.
“Evaluasi harus mencakup peninjauan posisi pos agar berada di zona yang lebih aman, peningkatan perlindungan fisik di pangkalan, serta pengetatan SOP saat terjadi eskalasi di sekitar area tugas,” ujar TB Hasanuddin, Sabtu (4/4/2026).
Baca juga: Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Menurut dia, langkah-langkah tersebut penting dipertimbangkan, mengingat situasi keamanan di Lebanon selatan terus memburuk dalam beberapa waktu terakhir.
Lebih jauh, TB Hasanuddin mengingatkan bahwa pemerintah juga perlu mempertimbangkan ulang keberlanjutan keterlibatan Indonesia dalam misi Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), apabila kondisi keamanan semakin tidak kondusif.
“Kalau kehadiran kita di sana tidak lagi memberikan manfaat signifikan dan justru membahayakan prajurit TNI, sementara pihak-pihak di lapangan tidak kooperatif dan PBB terlihat lemah, maka opsi untuk menarik pasukan harus mulai dipikirkan secara serius,” tegasnya.
Baca juga: Tangis Keluarga Pecah Sambut Kedatangan Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Politikus PDI-P itu menegaskan, komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia tetap harus dijalankan, dengan catatan keselamatan prajurit menjadi prioritas utama.
“Keselamatan prajurit adalah prioritas utama. Komitmen internasional harus tetap dijalankan, tetapi dengan perhitungan matang dan perlindungan maksimal bagi setiap personel kita,” ujar dia.
Penghormatan Prabowo
Sementara itu, proses repatriasi tiga prajurit penjaga perdamaian yang tewas dalam insiden pekan lalu dan awal pekan ini berjalan baik.
Ketiga peti jenazah yang membawa tiga prajurit itu tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Indonesia, pada Sabtu (4/4/2026) sore.
Suasana seketika haru saat tangis keluarga pecah membendung kesedihan di gedung VIP Lounge bandara, saat satu per satu peti berbalut bendera Merah Putih itu diantar masuk ke ruangan.
Anggota keluarga langsung menghampiri, mengusap, dan memeluk peti jenazah orang tercinta mereka.
Baca juga: Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur Akibat Serangan di Lebanon Tiba di Indonesia
Isak tangis seolah bersahutan di dalam ruangan. Beberapa anggota keluarga tampak tak kuasa berdiri dan harus ditopang kerabat lainnya saat mendekat ke peti jenazah.
Presiden Prabowo Subianto hadir dalam momen mengharukan ini. Ia memberikan penghormatan terakhirnya kepada tiga prajurit yang berjasa menjaga perdamaian dunia.
Momen penghormatan terakhir ini terjadi usai Prabowo menyapa dan menyalami keluarga para prajurit yang ditinggalkan.
Prabowo turut didampingi sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsuddin, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subiyanto, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sementara tiga prajurit dianugerahi medali anumerta oleh PBB dan Angkatan Bersenjata Lebanon sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dalam menjalankan tugas perdamaian.
Tag: #jaga #perdamaian #lebanon #total #prajurit #gugur #terluka #dalam #sepekan