BUAH Bakal Tebar Dividen, Ini Nilainya
Ilustrasi dividen. (PIXABAY)
14:56
26 Mei 2026

BUAH Bakal Tebar Dividen, Ini Nilainya

- PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) menyetujui pembagian dividen final sebesar Rp 50 miliar kepada para pemegang saham.

Hal ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilangsungkan pada hari ini, Selasa (26/5/2026).

"RUPST menyetujui dividen tahun buku 2025 menjadi Rp 50 miliar, menyusul pembagian dividen interim sebesar Rp 25 miliar yang telah direalisasikan sebelumnya pada tahun yang sama," kata Direktur Utama BUAH Renny Lauren dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2026).

Baca juga: PGN Bagikan Dividen Rp 3 Triliun, Pertahankan Rasio Pembayaran 80 Persen

Renny mengatakan, di tengah ketidakpastian global, pihaknya tetap berkomitmen memberikan nilai tambah bagi investor melalui dividen.

Hal ini dilakukan sebagai upaya perseroan dalam menjaga kepercayaan para shareholder. Dalam paparan publik, manajemen perseroan memaparkan bahwa BUAH mampu mencatatkan tren positif berupa kenaikan pendapatan yang konsisten di tengah fluktuasi ekonomi makro dan tren konsumen yang beralih pada smart spending.

"Kunci dari kenaikan pendapatan tersebut terletak pada fokus perseroan yang menghindari spekulasi pada produk-produk unconventional," kata dia. "SKI memilih untuk mengoptimalkan pola konsumsi riil masyarakat yang ada serta memastikan ketersediaan pasokan, dan memaksimalkan potensi penetrasi di berbagai daerah," lanjutnya.

Dia mengatakan, meskipun banyak perusahaan yang memilih bersikap defensif di tengah dinamika pasar, BUAH tetap melangkah maju dengan terus menjalankan rencana ekspansi.

Perseroan memastikan alokasi Belanja Modal (CAPEX) di tahun 2026 akan tetap terserap untuk memperkuat infrastruktur rantai pendingin (cold chain) dan pembukaan cabang baru.

“Strategi ekspansi ini dieksekusi dengan prinsip kehati-hatian (prudence) yang sangat ketat. Pembukaan cabang baru tidak dilakukan secara agresif tanpa perhitungan, melainkan kami terus melakukan perencanaan yang terukur dan adaptif pada lokasi-lokasi strategis yang menjanjikan dan memberikan potensi nilai investasi yang baik” tambah Renny.

Dengan mengedepankan pendekatan prudent growth atau pertumbuhan yang terukur, Renny menegaskan bahwa pihaknya optimistis dapat melakukan mitigasi terhadap dampak dari dinamika global seperti fluktuasi mata uang dan potensi kenaikan biaya logistik.

Renny yakin dengan strategi yang telah dirancang ini tidak hanya akan mengamankan pendapatan, namun juga dapat membawa nilai laba bersih (Net Profit Margin) perseroan ke level yang lebih solid di tahun buku 2026.

Adapun laba bersih BUAH pada 2025 sebesar Rp 50,4 miliar atau tumbuh 42,8 persen secara tahunan dibandingkan laba bersih pada periode sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 35,5 miliar.

Untuk mendukung ekspansi, perseroan mengalokasikan belanja modal atau capex sebesar Rp 12 miliar pada 2026 setelah merealisasikan nilai yang sama pada tahun sebelumnya untuk modernisasi gudang pendingin dan penambahan armada kendaraan pendingin.

Sementara itu, terkait tantangan usaha di tengah nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dollar AS, dan harga BBM yang melonjak, Renny mengakui bahwa hal tersebut memiliki dampak, namun pihaknya telah menyiapkan langkah mitigasi. “Fluktuasi kurs tentu sangat berdampak. Namun mitigasi sudah kami lakukan dengan diversifikasi kurs, termasuk penggunaan RMB untuk impor dari China,” tegas Renny.

Adapun pada penutupan perdagangan di BEI pada sesi pertama, harga saham BUAH turun 1,8 persen ke level Rp 525 per saham.

BUAH resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 9 Agustus 2022.

Perseroan menjadi emiten ke-41 yang melantai di BEI pada tahun tersebut dan bergerak di bidang perdagangan besar buah-buahan, sayuran, serta daging unggas beku.

Saat initial public offering (IPO), perusahaan menawarkan 200 juta lembar saham kepada publik dengan harga penawaran Rp 388 per saham.

Dana hasil IPO digunakan untuk modal kerja dan ekspansi usaha, termasuk pembukaan cabang baru.

Saham BUAH tercatat pada sektor barang konsumen primer dengan papan pencatatan pengembangan.

Pada Oktober 2025, perseroan juga melakukan aksi korporasi berupa stock split dengan rasio 1:2 sehingga nilai nominal saham berubah menjadi Rp 50 per lembar saham.

Baca juga: Kalbe Farma (KLBF) Tebar Dividen Rp 936,26 Miliar, Ini Jadwal Pembagiannya

Tag:  #buah #bakal #tebar #dividen #nilainya

KOMENTAR