Banyak Tanah Negara Dikuasai Pihak Lain, Maruarar: Ngurus Indonesia Harus Punya Nyali
Menteri PKP Maruarar Sirait saat ditemui di Istana, Jakarta, Senin (6/4/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
15:18
6 April 2026

Banyak Tanah Negara Dikuasai Pihak Lain, Maruarar: Ngurus Indonesia Harus Punya Nyali

- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menegaskan bahwa pemerintah harus memiliki nyali dalam mengurus Indonesia.

Ara mengatakan, tanah-tanah negara yang berada di lokasi strategis harus dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.

Hanya saja, tanah negara, khususnya yang dimiliki KAI di bantaran rel kereta api, kebanyakan dikuasai pihak lain.

"Di Tanah Abang itu lahan negara sangat strategis, di Bandung sangat strategis, di Medan sangat strategis. Kita menggunakan itu untuk kepentingan rakyat dan negara harus hadir. Kita mengurus negara ini harus punya nyali, ya, menegakkan kebenaran," kata Ara, di Istana, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Baca juga: Prabowo Panggil Dirut KAI, Maruarar, dan Mendikti, Bahas Apa?

Ara mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara hukum.

Dengan demikian, tanah negara harus digunakan untuk kepentingan rakyat.

Dia pun menegaskan tidak akan ragu-ragu dalam merebut tanah negara yang dikuasai pihak lain itu.

Nantinya, tanah-tanah itu akan dimanfaatkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, seperti membangun hunian layak bagi mereka.

Baca juga: Maruarar Ungkap Lahan KAI di Senen dan Tanah Abang Dikuasai Pihak Lain, Janji Rebut Kembali

"Banyak sekali tanah negara yang dikuasai oleh pihak lain. Dan kita akan kuasai kembali untuk kepentingan negara dan kepentingan rakyat. Khususnya masyarakat berpenghasilan rendah dan juga masyarakat yang menengah dan tanggung," ujar dia.

"Supaya bisa memanfaatkan lahan tanah-tanah negara untuk perumahan rakyat," imbuh Ara.

Tag:  #banyak #tanah #negara #dikuasai #pihak #lain #maruarar #ngurus #indonesia #harus #punya #nyali

KOMENTAR