Dubes UAE: Negara Teluk dan Yordania Terus Dorong Perdamaian Kawasan
Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri saat konferensi pers di kediaman Dubes UAE, Jakarta, Rabu (8/4/2026). ()
11:42
9 April 2026

Dubes UAE: Negara Teluk dan Yordania Terus Dorong Perdamaian Kawasan

- Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri menegaskan, Dewan Kerja Sama Teluk atau Gulf Cooperation Council (GCC) bersama Yordania mengedepankan perdamaian kawasan di tengah eskalasi kondisi geopolitik antara Israel dan Iran.

“Kami akan terus bekerja sama dengan mitra internasional kami, termasuk indonesia, untuk mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran bersama,” ujar Abdulla saat konferensi pers di kediaman Dubes UAE, Jakarta, Rabu (8/4/2026) malam.

Baca juga: Respons Dubes UEA soal Gencatan Senjata AS-Israel dan Iran: Kami Tak Mau Ada Eskalasi

Abdulla mengatakan, selama ini, negara-negara di teluk Arab dan Yordania terus menyerukan de-eskalasi situasi dan mengedepankan stabilitas kawasan.

“UAE bersama dengan GCC dan Yordania akan terus berpihak pada stabilitas dibanding eskalasi, tanggung jawab daripada reaksi, dan kooperasi dibanding konflik,” katanya.

Abdulla menegaskan, negara-negara teluk selama ini tidak pernah membalas serangan dari Iran yang menarget sejumlah titik di lokasi mereka.

Hingga 7 April 2026, sistem pertahanan udara UAE telah mendeteksi dan mencegat 520 rudal balistik, 26 rudal jelajah, dan 2.221 drone.

Baca juga: Dubes UEA Ingatkan Indonesia Tidak Kebal dari Dampak Perang AS-Israel Vs Iran

Meski serangan ini bisa dihalau, puing dari senjata ini jatuh ke kawasan sipil yang menyebabkan 13 warga meninggal dunia, 217 orang luka-luka, serta kerusakan pada infrastruktur vital seperti bandara, pelabuhan, fasilitas energi, dan kawasan permukiman.

Adapun, untuk mendorong perdamaian kawasan, Presiden Uni Emirat Arab, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan menjalin komunikasi dengan sejumlah pimpinan dunia, termasuk Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.

Baca juga: Dubes UEA Pastikan Negaranya Aman Selama Perang Iran, Ada 85.000 WNI

“Sejalan dengan itu, Yang Mulia Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab, memimpin upaya diplomatik intensif dengan para menteri luar negeri di berbagai negara, termasuk Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Bapak Sugiono,” lanjut Abdulla.

Hingga saat ini, sebanyak 136 negara dan organisasi internasional telah menyampaikan kecaman terhadap agresi tersebut, yang menegaskan kuatnya solidaritas komunitas internasional terhadap UEA, negara-negara GCC, dan Yordania.

Gencatan Senjata Iran-AS

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengumumkan menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dalam perang melawan Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Al Jazeera, Rabu (8/4/2026), dewan tersebut menegaskan bahwa gencatan senjata bukan berarti perang berakhir.

"Tangan kami tetap berada di pelatuk, dan jika kesalahan sekecil apa pun dilakukan oleh musuh, itu akan ditanggapi dengan kekuatan penuh," ujar Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Baca juga: UEA Merasa Ikut Menang Perang Usai AS-Iran Gencatan Senjata, Klaim Kuat meski Diserang

Diberitakan sebelumnya, Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran selama dua pekan.

Keputusan ini diambil setelah adanya diskusi intensif dengan kepemimpinan Pakistan yang bertindak sebagai mediator dalam konflik AS-Israel dengan Iran.

Sebelumnya, dia mengancam akan meratakan Iran apabila Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz.

Dia menetapkan tenggat Selasa (7/4/2026) pukul 20.00 zona waktu Eastern Time (ET) pesisir timur AS, alias pada Rabu (8/3/2026) pukul 3.30 waktu Teheran, atau Rabu pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Tag:  #dubes #negara #teluk #yordania #terus #dorong #perdamaian #kawasan

KOMENTAR