Soal ''Inflasi'' Pengamat, Habiburokhman: Kritik yang Bagus Kita Tindak Lanjuti
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Habiburokhman menyatakan, kritik terhadap pemerintah tidak boleh digeneralisasi sebagai hal yang buruk.
Menurut dia, kritik yang baik bagi pemerintah harus ditindaklanjuti, tetapi kritik yang buruk justru harus direspons dengan edukasi kepada masyarakat agar tidak merusak demokrasi.
"Kritikan yang bagus kita tindak lanjuti, sementara kritikan yang tidak bagus kita sikapi dengan edukasi kepada rakyat jangan sampai justru menjadi racun bagi demokrasi," kata Habiburokhman dalam siaran pers, Senin (13/4/2026).
Baca juga: Inflasi Pengamat atau Defisit Toleransi Kritik?
Habiburokhman mengaku sependapat dengan ucapan Sekreraris Kabinet Teddy Indra Wijaya bahwa terdapat "inflasi".
Menurut dia, ada sejumlah pihak yang mengeklaim diri sebagai pengkritik, tetapi menyampaikan soal propaganda hitam, kebohongan, dan kebencian.
"Bisa saja motif mereka hanyalah merebut kekuasaan baik dengan jalur konstitusional maupun dengan jalur inkonstitusional," ucap Habiburokhman.
Ketua Komisi III DPR ini mengeklaim, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sudah banyak menindaklanjuti kritik-kritik yang membangun.
Baca juga: Seskab Teddy Soroti Inflasi Pengamat, Singgung Pihak yang Asal Bicara Tak Sesuai Fakta
""Namun demikian tidak semua kritik bagus, ada juga kritik yang tidak membangun bahkan merusak alias toxic," kata Habiburokhman.
Habiburokman lantas menyinggung adanya ajakan untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subinto yang menurut dia perlu dikritisi.
Ia menilai, terlalu mahal ongkos politik yang harus dibayar jika ada pihak yang ingin merebut kekuasaan secara inkonstitusional.
Habiburokhman mengingatkan, Prabowo sebagai presiden setidaknya punya waktu selama 5 tahun untuk memenuhi janji-janji politiknya dan dapat dievaluasi oleh rakyat pada Pemilihan Presiden 2029 mendatang.
Baca juga: Terbang Temui Putin, Prabowo akan Suarakan Posisi RI di Geopolitik Dunia
"Jika kinerja Pak Prabowo tidak memuaskan rakyat bisa hentikan mandat, namun jika dianggap memuaskan rakyat bisa lanjutkan memberi mandat untuk 5 tahun berikutnya," ujar dia.
Habiburokhman meyakini, Prbaowo merupakan sosok yang berkomitmen untuk menjaga demokrasi.
"Itulah sebabnya, hingga saat ini setelah hampir 1,5 tahun Presiden Prabowo berkuasa, tidak ada seorang pun warga negara Indonesia dijatuhi hukuman karena mengkritik atau bahkan menghina Presiden Prabowo," kata dia.
Inflasi pengamat
Sebelumnya diberitakan, istilah inflasi pengamat disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Teddy menyebut, terjadi fenomena kemunculan pengamat dalam jumlah besar dan kerap menyampaikan data tidak sesuai fakta. "Dan pengamat-pengamat itu datanya tidak sesuai fakta, datanya keliru," Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Teddy menyampaikan, pengamat-pengamat itu berbicara tidak sesuai keahliannya.
Misalnya, ada pengamat yang mengomentari tentang komoditas pangan, seperti beras, padahal latar belakangnya tidak berkaitan dengan pangan.
Baca juga: Seskab Teddy Sebut Kondisi Indonesia Terkendali: Tidak Ada Itu Chaos
"Ada pengamat beras tetapi dia background-nya bukan di situ, ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri," tutur Teddy.
Menurut Teddy, sebagian besar pengamat-pengamat tersebut sejak dulu sudah eksis untuk memengaruhi masyarakat.
Teddy menuding berbicara untuk membentuk opini publik bahkan sejak Presiden Prabowo Subianto belum menjadi Presiden RI.
"Tetapi faktanya apa? Faktanya lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo, tidak percaya mereka. Nah, itu adalah bukti nyata kepercayaan publik, bukan suatu asumsi," jelas Teddy.
Baca juga: Seskab Teddy Bertemu Mensos Gus Ipul, Bahas Bansos dan Prestasi Siswa Sekolah Rakyat
Lebih lanjut, Teddy menekankan, pemerintah tidak anti terhadap kritik.
Sebagai negara demokrasi, perbedaan pandangan dan pendapat adalah hal yang biasa, tetapi jangan samapi pernyataan tersebut membuat masyarakat cemas.
"Silakan beri kritik, tetapi jangan sampai kita memberi statement yang mengarah pada kecemasan, membuat orang cemas terhadap negeri ini ya. Semuanya stabil, semuanya terkendali, dan ya, mari kita sama-sama untuk mencapai yang terbaik ke depan," kata Teddy.
Tag: #soal #inflasi #pengamat #habiburokhman #kritik #yang #bagus #kita #tindak #lanjuti